Bandar Lampung
Bupati Egi dan Bunda Eva Kolaborasi Tangani Jalan Perbatasan Lampung Selatan–Bandar Lampung
Alteripost Tanjung Bintang – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bersama Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, meninjau langsung kondisi ruas Jalan Sabah Balau di Kecamatan Tanjung Bintang, Kamis (24/7/2025).
Peninjauan ini merupakan langkah nyata dua kepala daerah dalam menangani persoalan infrastruktur di wilayah perbatasan administratif antara Kabupaten Lampung Selatan dan Kota Bandar Lampung.
Kunjungan tersebut menjadi tindak lanjut dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan yang sebelumnya telah mengkaji kondisi jalan tersebut.
Kini, penanganan dilakukan secara kolaboratif demi percepatan perbaikan dan peningkatan kualitas jalan yang menjadi akses vital masyarakat kedua daerah.
“Ini adalah bentuk kerja sama konkret antara Lampung Selatan dan Bandar Lampung. Saya berterima kasih kepada Bunda Eva yang sangat suportif. Semoga sinergi ini memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Bupati Egi di sela-sela peninjauan.
Dalam suasana hangat dan penuh kedekatan, Bupati Egi juga menyapa warga dan membeli minuman di warung kelontong sekitar lokasi, mencerminkan kepekaan pemimpin terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari.
Sementara itu, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana-yang akrab disapa Bunda Eva-menekankan pentingnya kerja sama lintas wilayah, khususnya dalam penanganan isu-isu krusial seperti banjir dan jalan rusak di perbatasan.
“Harapan kita, kolaborasi ini bisa segera menyelesaikan berbagai permasalahan infrastruktur dan memberi manfaat nyata bagi warga dua wilayah,” ujar Bunda Eva.
Turut mendampingi dalam peninjauan ini sejumlah pejabat daerah dari Pemkab Lampung Selatan, antara lain Asisten Ekobang, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas LHD, Kepala Dinas Perhubungan, serta Camat Tanjung Bintang. (*)
Bandar Lampung
MTQ ke-55 Bandar Lampung, Eva Dwiana Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Alquran
Alteripost Bandar Lampung – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung Tahun 2026 resmi dimulai. Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengingatkan agar kemeriahan kompetisi membaca, menghafal, memahami, dan menghayati Alquran tidak berhenti sebatas panggung perlombaan.
Pesan tersebut disampaikan Eva Dwiana saat membuka MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung di Stadion Mini Way Dadi, Sabtu malam (26/9/2026).
Menurut Eva, tantangan utama setelah pelaksanaan MTQ adalah bagaimana nilai-nilai Alquran benar-benar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Ia menegaskan, MTQ bukan sekadar arena untuk menentukan peserta terbaik dalam setiap cabang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membumikan Alquran sekaligus membentuk masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
“MTQ bukan sekadar ajang untuk menunjukkan kemampuan dalam membaca, menghafal, memahami dan menghayati Alquran. Lebih dari itu, MTQ merupakan ikhtiar kita untuk membumikan Alquran dalam kehidupan,” ujar Eva.
Karena itu, Eva menilai tema MTQ ke-55, yakni “Dengan Semangat MTQ Kita Wujudkan Masyarakat yang Berilmu, Berakhlak dan Cinta Alquran dalam Kehidupan Sehari-hari”, sejalan dengan tujuan yang ingin dibangun Pemerintah Kota Bandar Lampung.
Sementara itu, Camat Sukabumi sekaligus tuan rumah pelaksanaan MTQ, Sahrial, S.Sos., M.M., mengatakan MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung Tahun 2026 diikuti sebanyak 402 kafilah dan 40 official dari 20 kecamatan.
Menurut Sahrial, sebanyak 77 dewan hakim turut dilibatkan dalam pelaksanaan MTQ. Para dewan hakim tersebut berasal dari Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, UIN Raden Intan Lampung, serta pimpinan pondok pesantren.
“Pelaksanaan MTQ berlangsung mulai 26 hingga 29 September 2026,” katanya.
Ia menambahkan, panitia telah menyiapkan sembilan mimbar yang akan digunakan untuk berbagai cabang perlombaan selama pelaksanaan MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung.
Melalui pelaksanaan MTQ tersebut, diharapkan semangat mencintai dan mengamalkan Alquran tidak hanya terlihat selama perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Bandar Lampung. (Agus)

