Connect with us

DPRD

Anggota DPRD Ahmad Basuki Serap Aspirasi Petani dan Penerima Bansos di Natar

Published

on

Lampung Selatan – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung Daerah Pemilihan (Dapil) Lampung Selatan, Ahmad Basuki, menggelar kegiatan reses di Desa Sukadamai, Kecamatan Natar, Rabu (30/7/2025).

Dalam pertemuan itu, ia menyerap aspirasi masyarakat, khususnya dari kalangan petani dan penerima bantuan sosial.

Salah satu keluhan utama yang disampaikan warga adalah belum tersedianya jaringan listrik untuk lahan pertanian. Kondisi tersebut membuat petani masih bergantung pada mesin penyedot air berbahan bakar solar.

“Petani meminta jaringan aliran listrik agar bisa menggunakan alat penyedot air bertenaga listrik, bukan lagi pakai solar. Itu jauh lebih ekonomis,” ujar Ahmad Basuki yang akrab disapa Abas.

Selain itu, Abas juga menyoroti persoalan data penerima bantuan pangan berupa beras. Ia menyebut, selama ini bantuan hanya diberikan kepada warga yang terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), sementara masyarakat miskin lainnya belum terakomodasi.

“Informasi dari Pak Kadus, data baru sudah diusulkan, tapi yang turun justru masih data lama. Ini harus menjadi perhatian,” tegas politisi Fraksi PKB tersebut.

Abas menekankan pentingnya pembaruan data penerima bansos secara berkala, agar bantuan benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.

“Data penerima bansos harus terus diperbarui. Mereka yang sudah mampu bisa dialihkan ke warga yang belum mampu, karena tingkat kesejahteraan itu dinamis. Yang miskin bisa menjadi mampu, dan yang tadinya mampu bisa jadi rentan secara ekonomi,” jelasnya.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

DPRD

DPRD Lampung Apresiasi Keberhasilan Polda Ungkap 379 Kasus Narkoba

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Deni Ribowo, mengapresiasi kinerja Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf beserta jajaran yang berhasil mengungkap 379 kasus penyalahgunaan dan peredaran narkotika dalam Operasi Antik Krakatau 2026.

Apresiasi tersebut disampaikan Deni pada Senin (28/9/2026). Ia menilai keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen Polda Lampung dalam memberantas peredaran narkoba sekaligus melindungi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Keberhasilan Polda Lampung mengungkap ratusan kasus narkotika dengan jumlah barang bukti yang sangat besar patut diapresiasi. Saya memberikan penghargaan kepada Kapolda Lampung beserta seluruh jajaran yang telah bekerja keras memutus mata rantai peredaran narkoba di Provinsi Lampung,” ujar Deni.

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sabu-sabu sebanyak 85.916,71 gram atau sekitar 85,9 kilogram, ganja, ekstasi, obat-obatan terlarang, tembakau sintetis, serta barang bukti lainnya.

Total nilai ekonomis barang bukti yang diamankan disebut mencapai sekitar Rp158,8 miliar.

Menurut Deni, keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari jumlah kasus yang diungkap, tetapi juga dari dampaknya terhadap upaya melindungi masyarakat Lampung dari bahaya narkotika.

“Pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan hanya oleh aparat penegak hukum. Perlu dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Deni menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, DPRD, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, dan keluarga. Upaya pencegahan, kata dia, harus berjalan beriringan dengan penegakan hukum.

Ia juga mengajak masyarakat melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkotika di lingkungan sekitar melalui layanan kepolisian 110.

“Informasi dari masyarakat sangat penting agar aparat dapat bergerak cepat melakukan pencegahan dan penindakan,” ujarnya.

Deni berharap keberhasilan Operasi Antik Krakatau 2026 menjadi momentum untuk memperkuat gerakan bersama dalam menciptakan Lampung yang aman dan terbebas dari ancaman narkoba, terutama melalui edukasi kepada generasi muda mengenai bahaya narkotika.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading