Ruwajurai
Hari Indonesia Menabung: OJK Lampung Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan dan Investasi
Alteripost Bandar Lampung – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung menggelar puncak peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2025 dengan kegiatan edukasi literasi dan inklusi keuangan sekaligus pengukuhan Duta Literasi bagi 500 mahasiswa Duta Generasi Berencana (Duta GenRe) di Aula Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Jumat (29/8/2025).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi OJK dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Lampung, Bank Indonesia (BI) Lampung, Bursa Efek Indonesia (BEI) Lampung, Bank Mandiri, dan Mandiri Sekuritas, yang turut membuka rekening tabungan dan saham bagi para peserta.
Acara dihadiri oleh sejumlah pejabat, di antaranya Kepala OJK Provinsi Lampung yang diwakili Kepala Divisi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1, Nurwanto; Wakil Gubernur Lampung yang diwakili Kepala Biro Perekonomian, Rinvayanti; Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum ITERA, Arif Rohman; Kepala Perwakilan BKKBN Lampung, Soetriningsih; serta perwakilan BI, BEI, Bank Mandiri, dan Mandiri Sekuritas.
Dalam sambutannya, Nurwanto menegaskan bahwa HIM menjadi momentum penting untuk menanamkan budaya literasi keuangan sejak dini, khususnya di kalangan pelajar dan mahasiswa. Literasi yang diberikan tidak hanya menekankan pentingnya menabung, tetapi juga pemahaman investasi legal serta kewaspadaan terhadap praktik keuangan ilegal.
“Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 66,46% dan inklusi keuangan mencapai 80,51%. Khusus usia 18–25 tahun, literasi keuangan mencapai 73,22% dengan inklusi 89,96%. Angka ini menunjukkan potensi besar generasi muda sebagai motor penggerak literasi dan inklusi keuangan nasional,” ujar Nurwanto.
OJK juga mengajak mahasiswa mengenal menabung saham atau berinvestasi di pasar modal. Langkah ini diyakini dapat melatih kedisiplinan finansial, membiasakan perencanaan keuangan, serta membuka peluang kontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain itu, OJK mengingatkan generasi muda untuk waspada terhadap kejahatan keuangan digital, seperti pinjaman online ilegal, investasi bodong, hingga judi online. Masyarakat diminta hanya menggunakan layanan keuangan berizin, serta dapat memanfaatkan Kontak OJK 157 dan Indonesia Anti Scam Center (IASC) untuk memastikan legalitas lembaga keuangan atau melaporkan dugaan penipuan.
Sementara itu, Rektor ITERA melalui perwakilannya menekankan pentingnya literasi keuangan sebagai kompetensi pokok mahasiswa menuju Indonesia Emas 2045. Kepala Perwakilan BKKBN Lampung juga mengingatkan bahwa kesiapan ekonomi merupakan bagian dari perencanaan kehidupan berkeluarga, sehingga menabung dan berinvestasi sejak dini harus menjadi kebiasaan generasi muda.
Sejalan dengan itu, Wakil Gubernur Lampung melalui perwakilannya menegaskan bahwa literasi keuangan adalah pondasi pembangunan manusia di era digital. Generasi muda diharapkan tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kebiasaan finansial sehat untuk menghadapi tantangan masa depan.
Melalui kegiatan kolaboratif ini, OJK bersama BKKBN, BI, BEI, Bank Mandiri, dan Mandiri Sekuritas berharap budaya menabung benar-benar mengakar di kalangan mahasiswa, sehingga lahir generasi mandiri, cerdas finansial, dan siap menjadi agen perubahan menuju masyarakat sejahtera dan inklusif.(*)
Bandar Lampung
Eva Dwiana Hadiri Konferensi Pers Rakernas APEKSI XVIII, Soroti Mitigasi Banjir Perkotaan
Alteripost Bandar Lampung – Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Medan, Sumatera Utara. Setibanya di Medan, Eva Dwiana langsung mengikuti konferensi pers bersama Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Sekretaris Dewan Pengurus APEKSI, Wali Kota Solo, dan Wali Kota Ternate di Ruang Rapat Pemerintah Kota Medan, Selasa (30/6/2026).
Dalam konferensi pers tersebut, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan bahwa Rakernas APEKSI XVIII yang berlangsung pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026 diikuti oleh 96 pemerintah kota dari seluruh Indonesia.
Kegiatan ini diproyeksikan mampu mendorong perputaran ekonomi Kota Medan hingga sekitar Rp17 miliar melalui sektor penyelenggaraan acara, perhotelan, UMKM, kuliner, dan transportasi.
Rakernas APEKSI XVIII menjadi forum strategis bagi para kepala daerah untuk memperkuat sinergi, berbagi pengalaman, serta bertukar inovasi dalam pembangunan daerah. Sejumlah agenda turut digelar, di antaranya Indonesia City Expo, forum tematik, Dialog Kota Tangguh, Karnaval Nusantara, hingga bazar UMKM yang melibatkan ratusan pelaku usaha dari berbagai daerah.
Salah satu agenda yang paling menarik perhatian masyarakat adalah Karnaval Nusantara yang diikuti puluhan delegasi dari berbagai kota di Indonesia. Kegiatan tersebut menampilkan kekayaan seni, budaya, dan tradisi daerah sebagai simbol persatuan dalam keberagaman.
Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menegaskan bahwa keikutsertaan Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam Rakernas APEKSI XVIII merupakan wujud komitmen untuk memperkuat kerja sama antardaerah, termasuk membahas strategi mitigasi banjir di kawasan perkotaan.
“Melalui Rakernas APEKSI XVIII ini, Pemerintah Kota Bandar Lampung berkomitmen memperkuat kolaborasi antardaerah, memperluas jejaring kerja sama, serta mengadopsi berbagai inovasi dan praktik terbaik dalam penyelenggaraan pemerintahan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Eva Dwiana.
Selain itu, Eva menyebut pembahasan mengenai penanganan banjir di wilayah perkotaan menjadi salah satu fokus penting, mengingat persoalan tersebut menjadi tantangan bersama yang dihadapi banyak kota di Indonesia. Dengan adanya kolaborasi dan pertukaran pengalaman antarkepala daerah, diharapkan lahir solusi yang efektif dan berkelanjutan bagi pembangunan perkotaan.(*)

