Connect with us

Bandar Lampung

Bandar Lampung Produksi 900 Ton Sampah per Hari, Pemkot Cari Solusi Terintegrasi

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menerima audiensi dari PT Greenprosa Adikara Nusa terkait pengelolaan sampah terintegrasi, Senin (8/9/2025).

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota tersebut disambut baik oleh Hj. Eva Dwiana bersama jajaran Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Eva Dwiana menyampaikan bahwa Pemkot Bandar Lampung tengah mempersiapkan pembangunan pusat pengolahan sampah terpadu untuk menjawab tantangan penanganan sampah di kota ini. Saat ini, volume sampah di Bandar Lampung tercatat mencapai 800–900 ton per hari.

Sementara itu, Direktur Operasional PT Greenprosa Adikara Nusa, Mujibur Rahman, memaparkan program Manajemen Sampah untuk Nusantara (Masnusa). Program ini menawarkan solusi pengelolaan sampah terintegrasi yang dapat menekan volume residu yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sejalan dengan kebijakan nasional yang menekankan pengurangan pembangunan landfill baru.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan penanganan sampah di Kota Bandar Lampung dapat semakin optimal, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Bandar Lampung

Tim Provinsi Nilai Gedong Air, Bunda Eva Bidik Prestasi Nasional 2026

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung optimistis Kelurahan Gedong Air, Kecamatan Tanjungkarang Barat, mampu menjadi wakil Provinsi Lampung pada Lomba Kelurahan Tingkat Nasional 2026. Jumat (26/6/3026).

Optimisme tersebut disampaikan Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, saat menerima kunjungan Tim Penilai Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung di Kelurahan Gedong Air.

Eva Dwiana menjelaskan, lomba kelurahan merupakan agenda tahunan yang mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Desa dan Kelurahan. Kegiatan ini bertujuan mendorong pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kelembagaan, peningkatan partisipasi warga, serta pelestarian budaya gotong royong.

“Harapan Bunda kita bisa mendapat juara dalam perlombaan ini. Tadi kan sudah dinilai, kita punya beberapa keunggulan, semoga saja bisa menang,” ujarnya.

Menurut Eva, Kelurahan Gedong Air memiliki keunggulan dari sisi keberagaman masyarakat. Warga yang berasal dari berbagai suku, seperti Jawa, Lampung, Sunda, Tionghoa, dan etnis lainnya, hidup berdampingan dengan semangat toleransi serta gotong royong yang tetap terjaga.

Keberagaman tersebut juga diperkuat dengan pelestarian budaya melalui berbagai kelompok seni, mulai dari karawitan, kuda kepang, sanggar seni Lampung, hingga pencak silat tradisional.

Selain itu, Kelurahan Gedong Air dinilai memiliki potensi ekonomi yang kuat melalui keberadaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai sektor.
“Di sini juga punya potensi ekonomi yang kuat, seperti pelaku UMKM yang bergerak di sejumlah sektor,” kata Eva.

Ia menambahkan, Kelurahan Gedong Air juga aktif mendukung berbagai program pemerintah, di antaranya penyediaan bahan baku untuk Program Makanan Bergizi Gratis serta pemberdayaan masyarakat melalui Koperasi Merah Putih.

Eva berharap, hasil penilaian tingkat provinsi dapat mengantarkan Kelurahan Gedong Air menjadi wakil Provinsi Lampung pada Lomba Kelurahan Tingkat Nasional 2026.

“Harapan kita, Tim Penilai Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung menetapkan Kelurahan Gedong Air sebagai wakil Provinsi Lampung untuk berkompetisi di tingkat nasional pada 2026,” tutupnya.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading