Connect with us

Lampung

Komitmen Pemprov Lampung Menuju Pengadaan Transparan dan Digital

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi Lampung melalui Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) menggelar Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Proses Pengadaan E-Purchasing melalui platform Mbizmarket. Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala Biro PBJ Setdaprov Lampung, Puadi Jailani ini berlangsung di Gedung Pusiban, Kamis (11/9/2025).

Dalam sambutannya, Karo PBJ Puadi Jailani menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan regulasi dan teknologi pengadaan barang/jasa pemerintah.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah pada pasal 50 ayat 5 disampaikan bahwa pelaksanaan E-Purchasing wajib dilakukan untuk memenuhi kebutuhan barang/jasa apabila tersedia dalam Katalog elektronik.

Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI bekerjasama dengan PT. Telekomunikasi Indonesia telah mengembangkan Katalog Elektronik Versi 6 dan diimplementasikan dalam Proses Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Dengan telah diimplementasikannya Katalog Elektronik Versi 6 ini, kata Puadi Jailani, maka Katalog Elektronik Versi 5 secara keseluruhan telah dinonaktifkan.

Kemudian, LKPP juga telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor : 9390/D.2.3/05/2025 tanggal 14 Mei 2025 perihal Pemberlakukan Toko Daring dalam Proses Pengadaan Barang/Jasa. Dalam Surat Edaran tersebut disampaikan bahwa Toko Daring LKPP masih tetap beroperasi dan dapat dimanfaatkan sebagai media belanja Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah.

Lebih lanjut, Puadi menyoroti potensi belanja pengadaan di Provinsi Lampung yang sangat besar. Berdasarkan data APBD Tahun Anggaran 2025, total potensi belanjanya mencapai Rp 2,548 triliun, dengan nilai yang dialokasikan untuk E-Purchasing sebesar Rp 1,207 triliun.

“Berdasarkan pemantauan dari AMEL LKPP, realisasi belanja Pemprov Lampung di Katalog Elektronik hingga saat ini mencapai Rp 478 miliar dan di Toko Daring sebesar Rp 6,02 miliar. Artinya, masih tersisa potensi belanja E-Purchasing senilai Rp 723 miliar yang harus kita optimalkan sepanjang 2025,” paparnya.

Menyikapi hal tersebut, Puadi Jailani memberikan dua arahan utama kepada seluruh peserta yang terdiri dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pengadaan di lingkungan Pemprov Lampung.

Pertama, ia mendorong para PPK dan Pejabat Pengadaan untuk memanfaatkan Katalog Elektronik dan Toko Daring secara maksimal dalam setiap proses pengadaan.

Kedua, ia meminta agar para penyedia, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), didorong untuk segera memiliki akun INAPROC dan memasukkan produknya ke dalam Katalog Elektronik Versi 6 dan Toko Daring LKPP.

“Kami juga membuka kesempatan seluas-luasnya kepada marketplace nasional yang tergabung dalam tokodaring.lkpp.go.id untuk mensosialisasikan proses bisnisnya kepada seluruh Perangkat Daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se-Lampung,” tambahnya.

Puadi berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan momen Bimtek ini untuk menggali informasi dan pengetahuan sebanyak-banyaknya dari narasumber, khususnya terkait mekanisme belanja melalui Toko Daring Mbizmarket. Di akhir sambutan, ia menyampaikan apresiasi kepada tim Mbizmarket atas penyelenggaraan kegiatan ini. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung

Pemprov Lampung Dukung Inovasi Kampus Dalam Penguatan UMKM

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi dan pelaku usaha untuk mengembangkan inovasi teknologi sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.

Komitmen tersebut ditunjukkan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, saat menghadiri puncak Dies Natalis ke-47 Fakultas Teknik Universitas Lampung (FT Unila) di area Fakultas Teknik Unila, Sabtu (17/10/2026).

Marindo secara resmi melepas peserta jalan sehat yang diikuti mahasiswa, alumni beserta keluarga, serta jajaran pimpinan dan staf Fakultas Teknik Unila.

Kemudian ia meninjau stan pameran inovasi dan rekayasa teknologi hasil karya sivitas
akademika. Peninjauan tersebut menjadi bentuk dukungan Pemprov Lampung terhadap pengembangan teknologi di perguruan tinggi agar hasil penelitian tidak hanya menjadi karya akademis, tetapi juga dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta pembangunan daerah.

Marindo juga mengunjungi stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang turut meramaikan kegiatan. Keterlibatan pelaku UMKM membuka kesempatan untuk memperkenalkan produk kepada pengunjung dan memperluas pasar.

Pemprov Lampung juga mendorong sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha agar inovasi kampus dapat berkembang, UMKM semakin berdaya saing, serta perekonomian daerah tumbuh secara inklusif.

Kegiatan ditutup dengan pengundian hadiah atau doorprize. Marindo turut melakukan pengundian dan menyerahkan hadiah kepada peserta jalan sehat yang beruntung.

Melalui momentum ini, Pemprov Lampung berharap kolaborasi dunia pendidikan dan sektor usaha dapat terus diperkuat untuk mendukung pembangunan dan kemajuan ekonomi daerah. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading