Connect with us

Lampung

Wagub Jihan Nurlela Apresiasi PWDPI Gelar Bazar UMKM Merah Putih di Lampung

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menghadiri peluncuran Bazar UMKM Tahun 2025 yang digelar Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) Merah Putih di Halaman Gedung Graha Bintang, Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Minggu (21/9/2025).

Dalam sambutannya, Jihan memberikan apresiasi kepada PWDPI yang telah menyediakan wadah bagi pelaku UMKM Lampung untuk mempromosikan produk unggulan sekaligus memperkuat perekonomian kerakyatan.

“Secara nasional, UMKM menyumbang sekitar 60–61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Di Lampung sendiri terdapat lebih dari 500 ribu unit UMKM yang aktif berkontribusi pada perekonomian daerah,” ujar Jihan.

Menurutnya, pengembangan UMKM tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan memerlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk insan pers. “Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada keluarga besar PWDPI yang telah menyediakan ruang dan panggung bagi para pelaku UMKM untuk menampilkan produk-produk unggulannya,” katanya.

Jihan juga menekankan tantangan utama UMKM saat ini bukan hanya pendirian usaha, tetapi keberlanjutannya. Karena itu, dukungan dari pemerintah, swasta, media, dan masyarakat sangat diperlukan agar UMKM terus berkembang dan memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Wagub Jihan juga mengucapkan selamat ulang tahun ke-3 kepada PWDPI serta mengajak organisasi pers itu untuk terus berperan aktif dalam menyajikan informasi yang akurat, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat Lampung.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam membangun daerah. Kami sangat membutuhkan dukungan insan pers, khususnya PWDPI, untuk bersama-sama memajukan sumber daya manusia dan perekonomian Lampung,” ujar Jihan.

Sementara itu, Ketua Umum DPP PWDPI M. Nurullah menegaskan kegiatan Bazar UMKM Merah Putih merupakan bentuk komitmen PWDPI dalam mendorong pertumbuhan perekonomian bangsa melalui penguatan pelaku UMKM.

Acara ini turut dihadiri Dewan Pembina DPP PWDPI Irjen Pol (Purn) Ike Edwin serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.(“)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung

Pengukuhan Bunda Literasi Keuangan Jadi Langkah OJK Tingkatkan Inklusi Keuangan di Lampung

Published

on

Bandar Lampung – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung mengukuhkan Bunda Literasi Keuangan Provinsi Lampung serta Bunda Literasi Keuangan Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung pada puncak Festival Literasi yang digelar di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Selasa (28/7/2026).

Pengukuhan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat gerakan literasi dan inklusi keuangan di Provinsi Lampung. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan yang legal, serta memperkuat perlindungan masyarakat dari berbagai aktivitas keuangan ilegal.

Dalam sambutan Kepala OJK Provinsi Lampung yang dibacakan Deputi Direktur Pengawasan Market Conduct, Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Kemitraan dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Lampung, Ety Elyati, disampaikan bahwa pengukuhan Bunda Literasi Keuangan merupakan amanah mulia dalam mendukung Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).

“Ibu-ibu adalah agent of change, sosok penggerak yang akan merangkul para perempuan, ibu rumah tangga, dan pelaku UMKM agar semakin cerdas dan cermat dalam mengelola keuangan. Literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan tangguh secara ekonomi,” ujarnya.

Ia menambahkan, literasi keuangan bukan hanya memahami produk dan layanan keuangan, tetapi juga membentuk perilaku keuangan yang bijak. Kehadiran Bunda Literasi Keuangan di setiap kabupaten dan kota diharapkan mampu menjadi penggerak edukasi hingga tingkat keluarga dan komunitas.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengapresiasi sinergi antara OJK, pemerintah daerah, Tim Penggerak PKK, lembaga jasa keuangan, dunia pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung GENCARKAN dan peningkatan literasi keuangan di Lampung.

Menurutnya, Bunda Literasi diharapkan hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui keluarga, sekolah, desa, taman bacaan, hingga komunitas.

“Budaya membaca tidak lahir dari ruang-ruang besar, tetapi tumbuh dari rumah, dari pelukan seorang ibu yang membacakan cerita kepada anaknya, dari guru yang menghidupkan rasa ingin tahu muridnya, dan dari masyarakat yang saling mengajak untuk terus belajar,” kata Jihan.

Dalam kegiatan tersebut, Purnama Wulan Sari Mirza dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Keuangan Provinsi Lampung, bersama 15 Bunda Literasi Keuangan dari kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung, termasuk Eva Dwiana (Kota Bandar Lampung), Zita Anjani (Lampung Selatan), Ayu Asalasiyah (Way Kanan), Herlinawati Qudrotul (Tulang Bawang), Elfianah (Mesuji), Partinia (Lampung Barat), Meri Farida Hamartoni (Lampung Utara), Dian Hardiyanti (Pesisir Barat), Rahayu Sri Astutik (Pringsewu), Ni Ketut Dewi Nadi (Lampung Tengah), Eni Sumiati Bambang (Kota Metro), Siti Mahmudah (Tanggamus), Aria Sandi (Pesawaran), Huzaimah Azwar Hadi (Lampung Timur), dan Novianti Novriawan (Tulang Bawang Barat).

Selain prosesi pengukuhan, OJK Provinsi Lampung juga memberikan pembekalan literasi keuangan kepada para Bunda Literasi Keuangan, menggelar talkshow edukasi keuangan bagi pelajar dan mahasiswa, membuka layanan konsultasi konsumen, layanan permintaan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), serta menghadirkan Pojok Literasi Keuangan untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi mengenai jasa keuangan.

Melalui pengukuhan ini, para Bunda Literasi Keuangan diharapkan mampu menginisiasi berbagai program edukasi yang menyasar perempuan, pelaku UMKM, pelajar, mahasiswa, pekerja, petani, nelayan, penyandang disabilitas, lansia, hingga kelompok masyarakat prioritas lainnya.

OJK menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan masyarakat Lampung yang semakin cerdas, tangguh, dan terlindungi dalam memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading