Connect with us

Lampung Selatan

HUT ke-69, Ketua DPRD Dukung Langkah Bupati Egi Perkuat Ketahanan Keluarga dan Pangan

Published

on

Alteripost Lampung Selatan – Rapat Paripurna Istimewa DPRD dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kabupaten Lampung Selatan menjadi momentum penguatan sinergi antara legislatif dan eksekutif.

Bupati Radityo Egi Pratama menyampaikan usia 69 tahun adalah perjalanan sarat tantangan sekaligus pembelajaran berharga bagi Lampung Selatan.

Menurutnya, daerah ini terus tumbuh dan berbenah untuk mewujudkan visi besar Lampung Selatan Maju, Menuju Indonesia Emas 2045.

“Hari ini kita tidak hanya memperingati hari lahir sebuah kabupaten, tetapi juga merayakan perjalanan panjang penuh semangat, kerja keras, dan pengabdian,” kata Egi.

Ia mengajak seluruh masyarakat menjaga kesinambungan pembangunan agar tongkat estafet pembangunan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya dalam kondisi yang lebih baik.

“Mari terus bergerak bersama, mewujudkan Lampung Selatan Maju, Menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Ketua DPRD Lampung Selatan Erma Yusneli menyampaikan, apresiasi atas berbagai capaian strategis yang dipaparkan Bupati Radityo Egi Pratama selama kurang lebih sembilan bulan masa kepemimpinannya.

Dalam sidang paripurna yang digelar di ruang rapat utama DPRD Lampung Selatan, Jumat (14/11/2025), Ketua DPRD menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan di Lampung Selatan tidak lepas dari kerja bersama seluruh elemen daerah.

“Capaian yang disampaikan Bupati tadi adalah hasil sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, dan seluruh lapisan masyarakat. Ini kerja kolektif, bukan kerja satu orang,” ujar Erma Yusneli dalam sambutannya.

Apresiasi Pembangunan Infrastruktur

Ketua DPRD menyoroti pembangunan infrastruktur jalan yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah. Sepanjang 2025, Pemkab Lampung Selatan membangun dan meningkatkan jalan kabupaten sepanjang 72,258 kilometer di 53 ruas pada 17 kecamatan, dengan lebih dari 33 kilometer di 12 ruas strategis telah rampung diperbaiki.

“Tingkat kemantapan jalan meningkat dari 54,97 persen pada 2024 menjadi 60,96 persen pada 2025. Ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam memperbaiki akses dan mobilitas masyarakat,” kata dia.

DPRD, lanjutnya, akan terus mengawal kebijakan anggaran agar pembangunan infrastruktur berjalan merata dan tepat sasaran di seluruh wilayah Lampung Selatan.

Tekankan Pembangunan Pro-Rakyat

Selain sektor jalan, Ketua DPRD juga mengapresiasi program perbaikan rumah tidak layak huni. Pada 2025, Pemkab Lampung Selatan memperbaiki 465 unit rumah melalui program Bedah Rumah, serta menambah 221 unit rumah hasil kolaborasi dengan Wanita Filantropi Indonesia dan dana desa.

“Ini menunjukkan bahwa pembangunan di Lampung Selatan tidak hanya fokus pada beton dan aspal, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar dan martabat masyarakat kecil,” ucapnya.

Di bidang kesehatan, DPRD menilai capaian penurunan stunting menjadi salah satu keberhasilan penting. Berdasarkan data SSGI 2024, prevalensi stunting di Lampung Selatan berada di angka 10,4 persen, terendah di Provinsi Lampung.

“Target penurunan hingga 5 persen pada 2025 tentu membutuhkan dukungan semua pihak. DPRD berkomitmen mengawal kebijakan anggaran agar program penurunan stunting tetap menjadi prioritas,” tambahnya.

Layanan Publik dan Deretan Penghargaan

Ketua DPRD juga menyoroti kemajuan di bidang pelayanan publik, di mana kepesertaan BPJS Kesehatan telah mencapai 97,90 persen, dan layanan administrasi kependudukan sudah dapat diakses di seluruh 17 kecamatan.

Atas peningkatan tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta RSUD Bob Bazar meraih predikat “Sangat Baik” dari Kementerian PANRB.

“Berbagai penghargaan yang diraih, termasuk WTP ke-9 berturut-turut dari BPK RI, Survey Kepuasan Publik Grade A, hingga penghargaan di bidang kehutanan, pariwisata, dan perlindungan anak, menjadi bukti bahwa tata kelola pemerintahan di Lampung Selatan terus membaik,” jelasnya.

Ajak Jaga Kekompakan

Menutup sambutannya, Ketua DPRD mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kekompakan dan kondusivitas daerah, serta mendukung program pembangunan yang telah dan akan dijalankan pemerintah daerah.

“Tantangan kita ke depan tidak ringan. Karena itu, persatuan, dialog, dan kolaborasi adalah kunci. DPRD akan terus menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif bagi pemerintah daerah demi Lampung Selatan yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.

Pada momentum HUT ke-69 ini, baik DPRD maupun Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sepakat untuk terus memperkuat ketahanan keluarga, pangan, dan lingkungan sebagai pilar utama pembangunan daerah.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung Selatan

Pemkab Lampung Selatan Gandeng DAMRI, Rute Kalianda-Jakarta Kembali Dibuka

Published

on

Alteripost Kalianda – Kabar baik bagi masyarakat Lampung Selatan yang membutuhkan akses transportasi langsung menuju Jakarta.

Rute DAMRI Kalianda-Jakarta via Lintas Sumatra kembali beroperasi mulai 21 Agustus 2026, dengan tarif perjalanan mulai Rp215.000.

Layanan transportasi darat tersebut menjadi alternatif bagi masyarakat yang hendak bepergian dari Lampung menuju sejumlah wilayah di Banten, Tangerang hingga Jakarta.

Selain melayani keberangkatan dari Kalianda, rute ini juga terhubung dengan Stasiun KA Tanjung Karang serta sejumlah titik strategis di sepanjang perjalanan.

Adapun rute perjalanan Lampung-Jakarta meliputi Stasiun KA Tanjung Karang, Kalianda, Rumah Makan Siang Malam, Desa Hatta, Loket DAMRI Serang, Terminal Poris, Terminal BSD, hingga Stasiun KA Gambir.

Untuk keberangkatan dari Stasiun KA Tanjung Karang menuju Serang, Poris, BSD maupun Gambir, bus dijadwalkan berangkat pukul 09.00 WIB. Sementara itu, keberangkatan dari Kalianda tersedia pada pukul 10.30 WIB.

Khusus masyarakat yang berangkat dari Kalianda, titik layanan penumpang berada di loket DAMRI kawasan Taman Edukasi, tepatnya di samping Kantor Polisi Militer Lampung Selatan.

Dengan tersedianya titik keberangkatan tersebut, masyarakat dapat memilih lokasi dan tujuan perjalanan sesuai kebutuhan.

Dari sisi tarif, perjalanan dari Stasiun KA Tanjung Karang, Hatta, maupun Kalianda menuju Gambir ditetapkan sebesar Rp255.000. Sementara perjalanan menuju Serang, Poris, atau BSD dikenakan tarif mulai Rp215.000.

Tak hanya menawarkan akses perjalanan antarkota, layanan tersebut juga dilengkapi fasilitas yang menunjang kenyamanan penumpang selama perjalanan jarak jauh. Bus menggunakan konfigurasi kursi Seat 2-2 Reclining, serta dilengkapi pendingin udara (AC), toilet, colokan pengisi daya, dan kamera pengawas (CCTV).

Penumpang juga memperoleh snack dan air mineral selama perjalanan. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi masyarakat yang menempuh perjalanan darat dari Lampung menuju wilayah Banten, Tangerang dan Jakarta.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, mengatakan pengoperasian kembali rute tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama DAMRI dalam meningkatkan pelayanan transportasi bagi masyarakat.

Menurutnya, kehadiran kembali layanan DAMRI dari Jakarta hingga Lampung melalui Kalianda memberikan pilihan transportasi darat yang lebih luas, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Lampung Selatan.

“Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama DAMRI terus melakukan upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, rute dari Jakarta sampai ke Lampung melalui Kalianda ini kembali dibuka,” ujar Supriyanto, Rabu (19/8/2026).

Ia menambahkan, keberadaan rute tersebut tidak hanya memberikan alternatif mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkuat konektivitas antara Lampung Selatan dengan sejumlah wilayah penting di Pulau Jawa.

Supriyanto berharap kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan DAMRI tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Selain memudahkan mobilitas, peningkatan konektivitas diharapkan ikut membuka peluang bagi pengembangan pariwisata dan aktivitas ekonomi daerah.

“Harapannya, layanan ini dapat meningkatkan konektivitas wilayah, mendukung pengembangan sektor pariwisata, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lampung Selatan,” tutur Supriyanto.

Dengan kembali beroperasinya rute Kalianda-Jakarta, masyarakat Lampung Selatan kini memiliki pilihan perjalanan darat yang menghubungkan langsung kawasan Kalianda dan Tanjung Karang dengan sejumlah pusat aktivitas di Banten, Tangerang dan Jakarta, sekaligus menawarkan tarif yang relatif terjangkau dan fasilitas perjalanan yang memadai.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading