Lampung
Provinsi Lampung Raih Terbaik Ketiga Nasional PPD 2025 dari Bappenas RI
Alteripost.co, Jakarta-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembangunan ekonomi perdesaan melalui Program Desaku Maju sebagai salah satu program unggulan daerah. Program ini dinilai menjadi faktor kunci yang mendorong peningkatan kinerja pembangunan Lampung hingga untuk pertama kalinya berhasil meraih predikat Terbaik ketiga Nasional pada ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2025, Jakarta, Senin (15/12/2025).
Penghargaan Pembangunan Daerah merupakan ajang penilaian nasional yang telah diselenggarakan sejak 2011. Penghargaan ini sebelumnya dikenal dengan nama Anugerah Pangripta Nusantara (APN), sebelum bertransformasi menjadi PPD pada 2018 hingga saat ini. PPD diberikan kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil dalam perencanaan, pelaksanaan, serta inovasi pembangunan yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Program Desaku Maju adalah inovasi Sistem Ekonomi Desa yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi perdesaan secara inklusif dan berkelanjutan. Program ini berfokus pada penguatan perekonomian desa melalui pengembangan potensi lokal, peningkatan nilai tambah produk unggulan desa, serta penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat.
Selain itu, Program Desaku Maju juga menempatkan pemanfaatan teknologi dan digitalisasi sebagai instrumen penting untuk memperluas akses pasar produk desa. Integrasi sektor pariwisata turut menjadi bagian dari strategi program, guna membangun ekosistem ekonomi desa yang adaptif, produktif, dan berdaya saing.
Sebagai wadah promosi dan pemasaran, Program Desaku Maju memfasilitasi pengenalan produk unggulan desa ke pasar yang lebih luas sekaligus memperkuat jejaring pelaku usaha lokal. Berbagai kegiatan dan event berbasis potensi budaya, ekonomi kreatif, serta kearifan lokal terus didorong untuk meningkatkan daya saing ekonomi desa tanpa menghilangkan identitas sosial dan budaya masyarakat setempat.

Pemprov Lampung memandang Program Desaku Maju sebagai langkah strategis dalam mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah, mengurangi kesenjangan desa dan kota, serta memperkuat fondasi ekonomi daerah dari tingkat paling dasar.
Ke depan, Pemprov Lampung berkomitmen untuk terus mengembangkan dan menyempurnakan implementasi Program Desaku Maju agar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Penghargaan Pembangunan Daerah Tahun 2025 diterima oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, pada kegiatan Knowledge Sharing Praktik Baik Pembangunan yang diselenggarakan di Kantor Kementerian PPN/Bappenas Republik Indonesia. (Rls)
Lampung
Festival Krakatau 2026 Semarak, Budaya Lampung Bergema Lewat Tapis Karnaval
Alteripost Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal didampingi Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan melakukan flag off sebagai tanda dimulainya Lampung Tapis Karnaval dalam rangkaian Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 di Tugu Adipura, Bandar Lampung, Minggu (30/8/2026).
Karnaval diawali dengan defile pasukan berkuda yang langsung menarik perhatian masyarakat. Ribuan warga tampak memadati sejumlah ruas jalan yang menjadi rute karnaval untuk menyaksikan kemeriahan parade budaya tersebut.
Lampung Tapis Karnaval melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Lampung dan pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung, TNI dan Polri, sekolah negeri maupun swasta, atlet dan pemuda berprestasi tingkat nasional dan internasional, hingga organisasi kemasyarakatan.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi gambaran semangat kebersamaan dalam memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan budaya Lampung kepada masyarakat luas.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, Festival Krakatau tidak sekadar menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk menjaga adat dan budaya sekaligus memperkuat persatuan masyarakat Lampung.
“Insya Allah Festival Krakatau hari ini akan menjadi sarana kita untuk ikut melestarikan adat, melestarikan budaya, menambah kekuatan, dan terutama mempersatukan kita bahwa Provinsi Lampung bersatu, damai, rukun, dan tenteram,” ujar Gubernur.
Lampung Tapis Karnaval menempuh rute dari Tugu Adipura, Jalan Kartini, Jalan Sukma, Jalan Pangkal Pinang, Jalan Raden Intan, Jalan Tulang Bawang, hingga berakhir di Jalan Sriwijaya, kawasan Lapangan Saburai.
Sepanjang rute, masyarakat terlihat antusias menyaksikan beragam penampilan dan parade peserta. Kepadatan warga di sepanjang jalur karnaval semakin menambah semarak pelaksanaan Festival Krakatau 2026.
Karnaval tersebut sekaligus menjadi momentum memperkenalkan tapis sebagai salah satu warisan budaya sekaligus identitas Lampung melalui kemasan kegiatan yang kreatif, meriah, dan melibatkan masyarakat secara luas.
Festival Krakatau Hadirkan Beragam Kegiatan
Festival Krakatau 2026 telah berlangsung sejak 25 Agustus dan mencapai puncaknya pada 30 Agustus 2026. Selama pelaksanaannya, masyarakat disuguhkan berbagai kegiatan yang terbuka untuk umum.
Sejumlah agenda yang digelar di antaranya Krakatau Festival Kuliner, Krakatau Kopi Expo, modern dance, festival band, zumba dance, coffee battle, Seruit Battle, Krakatau Run, hingga Karnaval Festival.
Rangkaian Festival Krakatau 2026 kemudian ditutup dengan Pesona Kemilau Krakatau. Beragam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Lampung menjadikan Festival Krakatau sebagai ruang promosi budaya, kreativitas, pariwisata, kuliner, dan ekonomi kreatif daerah.
Di sela kegiatan, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan Festival Krakatau bukan hanya agenda pemerintah, melainkan kegiatan bersama yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
“Ini bukan hanya acara pemerintah, ini adalah acara bersama, acara semua komunitas, tokoh adat dan semua elemen masyarakat. Semuanya semangat untuk menunjukkan bahwa inilah budaya Lampung yang terdiri dari ragam marga dan budaya dan di sini kita berkumpul menjadi satu,” kata Mirza.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam Festival Krakatau menjadi salah satu hal yang membanggakan. Ia menilai kehadiran pelajar, mahasiswa, dan anak muda lainnya menunjukkan bahwa Lampung memiliki sumber daya manusia yang besar sekaligus memiliki kepedulian terhadap budaya daerah.
“Tadi kita lihat hampir semua anak-anak muda, baik SMA, mahasiswa. Ini menunjukkan kita punya SDM yang banyak, SDM yang semangat dan cinta dengan budaya Lampung,” pungkasnya.(*)

