Connect with us

Bandar Lampung

Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya Jadi Wadah Pelestarian Tradisi di HUT ke-344 Bandar Lampung

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menggelar Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-344 Kota Bandar Lampung, Sabtu (19/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus sarana memperkenalkan hasil pembangunan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung, Adiansyah, mengatakan festival ini digelar berdasarkan Keputusan Wali Kota Bandar Lampung Nomor 556 Tahun 2026 tentang pembentukan kegiatan pemberdayaan dan pembinaan masyarakat untuk pengembangan pariwisata.

Menurutnya, festival bertujuan memperkenalkan dan melestarikan budaya daerah, sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat mengenai hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai Pemerintah Kota Bandar Lampung serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

“Peserta pawai budaya berjumlah 538 orang yang terdiri dari berbagai komunitas budaya, di antaranya budaya Cirebon, Jawa Barat, Jawa Timur, Dayak, adat Lampung, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta drumband SMP Negeri 32 Bandar Lampung,” kata Adiansyah.

Selain pawai budaya, festival juga dimeriahkan 82 kendaraan hias yang berasal dari instansi vertikal, BUMN, BUMD, organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, perguruan tinggi, dan berbagai organisasi di Kota Bandar Lampung. Penilaian lomba dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari akademisi, budayawan, dan organisasi profesi.

Sementara itu, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-344 Kota Bandar Lampung yang diharapkan menjadi momentum untuk terus mengisi pembangunan melalui kegiatan-kegiatan positif.

“Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya merupakan warisan budaya yang sangat berharga. Melalui kegiatan ini kita dapat lebih memahami, menghargai, dan memperkenalkan kekayaan budaya Lampung kepada generasi muda maupun wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah,” ujar Eva.

Eva juga mengapresiasi seluruh peserta yang berasal dari instansi vertikal, Forkopimda, OPD, BUMD, BUMN, serta kecamatan se-Kota Bandar Lampung yang turut memeriahkan festival.

“Saya mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh peserta. Jaga sportivitas dan semangat untuk menampilkan yang terbaik,” pungkasnya.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Bandar Lampung

Walikota Eva Dwiana: Sepak Bola Satukan Semua, Ribuan Warga Meriahkan Nobar Final Piala Dunia

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Ribuan warga memadati kawasan Tugu Adipura untuk mengikuti nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung. Selain menyaksikan laga puncak sepak bola dunia, masyarakat juga berkesempatan membawa pulang berbagai hadiah yang telah disiapkan panitia.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, sepak bola merupakan olahraga yang mampu menyatukan seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang.

“Sebagaimana kita ketahui, sepak bola itu universal. Sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan kita semua tanpa memandang latar belakang, suku, maupun pilihan politik,” ujar Eva.

Ia juga mengapresiasi kehadiran Gubernur Lampung dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran orang nomor satu di Provinsi Lampung itu menjadi bukti eratnya sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kota Bandar Lampung, tidak hanya dalam pembangunan daerah, tetapi juga dalam mendukung kegiatan kepemudaan, olahraga, dan hiburan yang positif bagi masyarakat.

Di hadapan ribuan warga yang memadati Tugu Adipura, Eva mengingatkan masyarakat untuk menjaga ketertiban selama acara berlangsung.

“Silakan bersorak dan mendukung tim favorit masing-masing, tetapi tetap menjaga kesopanan serta saling menghormati sesama penonton,” katanya.

Selain menjaga ketertiban, Eva juga mengimbau masyarakat menjaga kebersihan kawasan Tugu Adipura dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

“Tugu Adipura adalah wajah Kota Bandar Lampung. Jangan tinggalkan sampah setelah acara selesai,” pesannya.

Tak lupa, Eva mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap barang bawaan serta memastikan kendaraan yang diparkir dalam keadaan terkunci demi menjaga keamanan selama mengikuti kegiatan nobar.

Acara nobar yang berlangsung meriah tersebut menjadi momentum kebersamaan masyarakat Bandar Lampung dalam menikmati pesta sepak bola dunia, sekaligus mempererat semangat persatuan dan kebersamaan di tengah suasana penuh antusiasme.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading