Connect with us

Lampung

Masuk Lima Besar ADGLA, Sekdaprov Marindo Jabarkan Ekosistem Digital Milik Pemprov Lampung

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menerima kunjungan Tim Penilai Asosiasi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Seluruh Indonesia (ASKOMPSI) dalam rangka visitasi ASKOMPSI Digital Leadership Government Award (ADLGA) 2026 di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Selasa (21/7/2026).

Visitasi tersebut merupakan bagian dari tahapan penilaian nasional terhadap kepemimpinan digital pemerintah daerah. Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan menjalani penilaian sebagai salah satu dari lima besar nominator nasional kategori ASKOMPSI Digital Leadership Government Award (ADLGA) 2026.

Dalam keynote speech-nya, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa transformasi digital merupakan keniscayaan dalam tata kelola pemerintahan modern sekaligus instrumen utama untuk mewujudkan birokrasi yang efektif, efisien, transparan, dan berintegritas.

Menurut Marindo, seorang Sekretaris Daerah memiliki peran sebagai orkestrator yang mengharmonisasikan seluruh perangkat daerah agar bergerak dalam satu irama menuju pemerintahan digital berbasis Satu Data.

“Digitalisasi bukan sekadar menghadirkan aplikasi. Yang terpenting adalah bagaimana data yang benar, akurat, dan terintegrasi mampu menjadi dasar pengambilan keputusan sehingga setiap kebijakan benar-benar berbasis fakta,” ujar Marindo.

Ia menjelaskan, Pemprov Lampung terus memperkuat implementasi SPBE melalui pengembangan berbagai inovasi digital yang saling terintegrasi, mulai dari penerapan SRIKANDI untuk digitalisasi tata naskah dinas, integrasi sistem perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah, digitalisasi pelayanan kesehatan, kepegawaian, ketenagakerjaan, perpustakaan dan kearsipan, perpajakan daerah, hingga sistem pembayaran gaji dan tunjangan ASN secara langsung ke rekening penerima.

Marindo juga memaparkan pengembangan Lampung-In, super aplikasi Pemprov Lampung yang mengintegrasikan berbagai layanan pemerintah provinsi, kabupaten/kota hingga desa dalam satu ekosistem digital.

Melalui Lampung-In, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan publik, menyampaikan pengaduan, memperoleh informasi harga pangan, memantau kondisi inflasi, hingga menikmati berbagai layanan pemerintahan secara terpadu.

“Yang kami bangun bukan sekadar aplikasi, tetapi ekosistem digital pemerintahan yang menyatukan seluruh layanan. Masyarakat tidak lagi melihat pelayanan berdasarkan organisasi perangkat daerah, melainkan melihat Pemerintah Provinsi Lampung sebagai satu kesatuan pelayanan publik,” jelasnya.

Marindo menegaskan bahwa transformasi digital yang dibangun Pemerintah Provinsi Lampung bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan kepercayaan masyarakat, serta percepatan pengambilan keputusan berbasis data yang akurat, valid, dan real time.

Usai penyampaian keynote speech, Tim Penilai ASKOMPSI Dr. (C) Andi Yuniantoro S.Si., M. Kom dan Dr. Ir. Nana Storada, SE.,MM. melakukan wawancara mendalam dengan Sekdaprov Lampung yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama para kepala perangkat daerah guna menggali kesamaan pemahaman mengenai implementasi transformasi digital di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

Dalam sesi wawancara di ruang kerja Sekdaprov, tim penilai menyaksikan secara langsung bagaimana Marindo Kurniawan memanfaatkan data dari aplikasi Lampung-In sebagai instrumen dalam proses pengambilan keputusan strategis.

Di hadapan tim penilai, Marindo menunjukkan pemanfaatan dashboard digital Lampung In untuk memantau berbagai indikator pemerintahan, termasuk layanan pengaduan masyarakat yang menjadi salah satu dasar dalam merumuskan kebijakan lintas sektor.

Ia juga memaparkan sejumlah program strategis Pemprov Lampung, seperti pengembangan pupuk organik cair dan hilirisasi produk pertanian yang membutuhkan kolaborasi lintas perangkat daerah serta didukung oleh analisis data yang komprehensif.

“Ekonomi itu tentang data dan rasa. Lampung-In menghadirkan data dan rasa. Itulah marwah dan ruh Lampung-In, yakni menghadirkan pemerintah yang semakin dekat dengan masyarakat melalui keputusan yang berbasis data dan memahami kebutuhan riil masyarakat,” ujar Marindo.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, menjelaskan bahwa ADLGA merupakan ajang yang menilai kapasitas kepemimpinan digital kepala daerah maupun sekretaris daerah dalam mengorkestrasi transformasi digital di lingkungan pemerintah daerah.

“Melalui proses self assessment yang telah dilakukan, Alhamdulillah Provinsi Lampung berhasil masuk lima besar nasional. Penilaian hari ini merupakan tahap verifikasi lapangan untuk mengonfirmasi implementasi kepemimpinan digital yang telah dijalankan di Provinsi Lampung,” ujar Ganjar.

Ia menjelaskan, rangkaian visitasi meliputi penyampaian keynote speech oleh Sekdaprov Lampung, wawancara eksekutif, diskusi bersama kepala perangkat daerah, hingga peninjauan langsung terhadap layanan publik guna melihat dampak nyata transformasi digital terhadap tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai ADLGA, Dr. (C) Andi Yuniantoro, mengungkapkan bahwa hampir seluruh pemerintah provinsi di Indonesia mengikuti ADLGA 2026. Dari seluruh peserta, hanya lima provinsi yang berhasil lolos sebagai nominator nasional dan berhak mengikuti tahapan visitasi lapangan.

Menurutnya, penilaian ADLGA tidak berorientasi pada banyaknya aplikasi maupun tingginya nilai Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), melainkan pada kepemimpinan seorang Sekretaris Daerah dalam membangun budaya digital, memastikan kualitas data, serta menjadikan data sebagai dasar pengambilan keputusan.

“Kami tidak menilai jumlah aplikasi ataupun SPBE. Yang kami nilai adalah bagaimana seorang pemimpin berpikir secara digital, memastikan data yang akurat, kemudian mengambil keputusan berbasis data. Itulah esensi digital leadership yang kami cari,” tegas Andi.

Ia menambahkan, usai visitasi seluruh nominator akan mengikuti tahapan presentasi di hadapan Kementerian Dalam Negeri sebagai bagian dari proses penentuan penerima penghargaan tingkat nasional.

Sementara itu, dalam sesi dialog, para kepala perangkat daerah memaparkan implementasi transformasi digital di masing-masing sektor, mulai dari pelayanan kesehatan, pengelolaan keuangan daerah, kepegawaian, perpustakaan dan kearsipan, hingga pelayanan perpajakan daerah.

Tim penilai menegaskan bahwa budaya digital harus tumbuh di seluruh perangkat daerah. Transformasi digital tidak hanya dimaknai sebagai penggunaan teknologi, tetapi juga perubahan pola pikir, cara bekerja, cara berkolaborasi, dan cara melayani masyarakat yang seluruhnya didasarkan pada data yang akurat dan dapat dipercaya.

“Ini sangat menarik, kalau saya bicara tentang digital kepada semua OPD, OPD setempat yang kami kunjungi langsung menunjuk dinas kominfo, namun hanya satu, hanya Lampung yang menjawab di semua OPD, jujur saja jawabannya memang seperti ini,” ungkap Andi.

Menurut Andi, dirinya sangat tertarik saat seluruh kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung menjawab bahwa digitalisasi itu di setiap OPD bukan hanya tertuju pada Dinas Kominfo dan ini merupakan keberhasilan Sekdaprov Marindo Kurniawan dalam menyebarluaskan digitalisasi sebagai pola fikir dan budaya kerja di seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

Rangkaian visitasi kemudian dilanjutkan dengan observasi terhadap lingkungan kerja Sekretaris Daerah serta peninjauan sejumlah layanan publik untuk memastikan implementasi kepemimpinan digital benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Keberhasilan Provinsi Lampung menembus lima besar nasional dalam ajang ASKOMPSI Digital Leadership Government Award 2026 menjadi pengakuan atas komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mempercepat transformasi digital menuju tata kelola pemerintahan yang modern, terintegrasi, adaptif, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung

Pemprov Lampung Dukung Penyelenggaraan Lampung Financial Festival 2026

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

Alteripost.co, Bandarlampung-
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan menerima audiensi jajaran Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Senin (21/7/2026).

Pertemuan tersebut membahas rencana penyelenggaraan Lampung Financial Festival 2026, sebuah festival literasi dan inklusi keuangan hasil kolaborasi Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang direncanakan berlangsung pada awal September 2026 di Provinsi Lampung.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda, seperti pelajar SMA dan mahasiswa.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan keuangan, industri perbankan, asuransi, hingga berbagai risiko instrumen keuangan modern, seperti pinjaman online ilegal, investasi bodong, Bitcoin, dan aset kripto.

Selain meningkatkan literasi keuangan masyarakat, penyelenggaraan festival ini juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi di Provinsi Lampung melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.

Kegiatan Lampung Financial Festival 2026 akan dikemas secara interaktif dan edukatif melalui berbagai kegiatan, seperti talk show, seminar kepemimpinan, kelas edukasi keuangan, serta beragam aktivitas menarik lainnya. Kegiatan ini juga direncanakan melibatkan ribuan peserta serta menghadirkan stan dari berbagai lembaga keuangan, UMKM, tokoh nasional, hingga hiburan.

Menanggapi rencana tersebut, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menyampaikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) bakal memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Lampung Financial Festival 2026.

Menurutnya, Lampung memiliki potensi besar menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Marindo menilai peningkatan literasi keuangan menjadi isu yang sangat relevan di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital. Karena itu, masyarakat perlu dibekali pemahaman yang baik agar mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak sekaligus terhindar dari berbagai bentuk penipuan dan investasi ilegal.

Marindo juga menegaskan bahwa Pemprov Lampung mendukung penyelenggaraan Lampung Financial Festival 2026 karena sejalan dengan fokus pembangunan daerah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

Selain menjadi sarana edukasi, Marindo berharap kegiatan tersebut mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan UMKM lokal melalui keterlibatan pelaku usaha dalam pameran dan promosi produk, sehingga manfaat penyelenggaraan festival dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Lampung. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading