Connect with us

Lampung Selatan

Profil Amelia Nanda Sari, Salah Satu Kader Muda dan Potensial Kepunyaan Gerindra

Published

on

Foto: Amelia Nanda Sari, Kader muda dan potensial milik Partai Gerindra

 

Alteripost.co, Lampung Selatan –
Tepat Pada, Selasa (28/2/2023), merupakan hari bersejarah bagi politisi berparas cantik ini. Pasalnya, Legislator dari Fraksi Partai Gerindra yang masih tergolong muda ini dilantik sebagai Wakil Ketua (Waka) DPRD Lampung Selatan (Lamsel) disisa periode 2019-2024.

Walaupun masih tergolong muda, namun Srikandi Partai Gerindra asal Dapil Jati Agung Lamsel ini berhasil menjadikan dirinya duduk di Parlemen Kabupaten Bumi Khagom Mufakat dengan memperoleh suara meyakinkan.

Perempuan yang juga ibu dari seorang anak ini berhasil menjadi anggota legislatif bukan tidak beralasan. Dalam diri Amelia Nanda Sari ini sejak dirinya masih belia telah mengalir darah ‘politisi’ dari ayahnya.

Putri Mahkota dari Benson Wertha yang juga anggota DPRD Kota Bandarlampung periode 2009 – 2014. Sedangkan jiwa kepemimpinan yang dimiliki Amelia Nanda Sari ini rupanya berasal dari kakeknya yakni (alm) H. Wertha Hamid. Kala itu merupakan Camat Senior pada masa lampau.

“Sejak duduk di Sekolah Dasar (SD) hingga SMA, saya selalu tertarik di dunia politik. Saya berpikir Politik itu adalah jalan hidup saya untuk mengabdi, berjuang dan berbakti kepada kepentingan rakyat, serta mengorbankan waktu sebagai pelayan masyarakat. Dari pemikiran itulah saya mencoba memberanikan diri menjadi bagian dari Partai Politik,” ujar Amelia Nanda Sari yang punya hobi tarik suara ini.

Wanita yang identik dengan keceriaannya dan penyuka makanan mie ayam ini berulang kali menjadi Duta Anak Indonesia di ajang nasional. Dia juga selalu mengorbankan dirinya pergi ke wilayah – wilayah di ujung Indonesia guna berbagi Ilmu Pengetahuan untuk anak Indonesia.

“Saya sangat peduli dengan kelangsungan hidup dan cita-cita anak Indonesia, terlebih lagi anak-anak yang kurang mampu tapi mempunyai keterampilan,” ujarnya.

“Karena di tangan anak-anak itulah maju mundurnya suatu bangsa dan negara. Jadi anak-anak Indonesia harus cerdas. Terutama kaum perempuan, yang harus saya perjuangkan pada masa itu,” kata ibu dari satu anak ini.

Bagi Amelia Nanda Sari, dirinya terpilih sebagai wakil rakyat di parlemen, adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan dirinya baik di dunia dan di akhirat.

“Tidak ada istimewanya bagi saya duduk di kursi Legislatif ini. Karena saya berpikir bahwa anggota DPRD itu adalah wakil rakyat, dan saya adalah perpanjangan partai politik untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Dari situlah saya harus sekuat tenaga, siang dan malam, pagi maupun sore harus pasang mata hati untuk mengetahui apa saja permasalahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Sebab, menjadi wakil rakyat adalah tugas mulia dan jangan sesekali melukai hati rakyat,” tambahnya.

Diakhir percakapan wanita kelahiran 4 September 1991 dengan nada rendah menuturkan, kiranya dirinya bermohon doa restu dari semua pihak, terutama masyarakat Lampung Selatan ,untuk tetap mengawal dan memberikan saran dan kritik yang sifatnya membangun untuk kemajuan pembangunan di segala sektor.

“Kepada keluarga, teman, serta konstituen saya, jangan lah ragu untuk mensupport saya. Karena dengan itulah saya selaku wakil rakyat dapat bekerja secara optimal dan dapat mengetahui persoalan, sehingga keberadaan saya dapat bermanfaat untuk kebaikan bagi semua orang,” tutur Amelia Nanda Sari. (Konten Khusus)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Bupati Egi Siapkan Teras HELAU Diterapkan di Seluruh Desa Lampung Selatan

Published

on

Alteripost Kalianda – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, terus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan melalui pendekatan yang berkelanjutan.

Salah satunya dengan mendorong Program Teras HELAU, sebuah inovasi pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan ketahanan pangan keluarga dengan konsep ekonomi sirkular berbasis pemanfaatan pekarangan rumah.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Radityo Egi Pratama saat meninjau pelaksanaan pilot project Program Teras HELAU di kediaman Arsyam, warga Lingkungan Jati Dalam, Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Rabu (29/7/2026).

Arsyam merupakan salah satu masyarakat berpenghasilan rendah yang sebelumnya menerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Kini, pekarangan rumahnya disulap menjadi kawasan produktif yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga berpotensi menambah pendapatan rumah tangga.

“Hari ini kita berada di lokasi pilot project Program Teras HELAU, dan insyaallah ke depan akan kita terapkan juga di seluruh kecamatan dan desa,” ujar Bupati Egi.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Egi melihat langsung pemanfaatan pekarangan rumah yang ditanami berbagai komoditas hortikultura, mulai dari kangkung, cabai keriting, cabai rawit, tomat, terong, daun bawang, jahe, nanas hingga sawo.

Selain itu, di lokasi juga dikembangkan budidaya ikan lele menggunakan sistem budikdamber (budidaya ikan dalam ember) serta peternakan ayam yang menjadi sumber pangan sekaligus penunjang ekonomi keluarga.

Menurut Bupati Egi, Program Teras HELAU dirancang agar masyarakat dapat memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal sehingga mampu menciptakan kemandirian pangan sekaligus memperkuat ekonomi rumah tangga.

“Lele ini dipelihara oleh masyarakat, kemudian hasilnya bisa untuk konsumsi keluarga. Kalau hasilnya lebih, bisa dijual sehingga ekonomi keluarga ikut berputar,” kata Egi.

Lebih jauh, Program Teras HELAU tidak hanya berorientasi pada ketahanan pangan, tetapi juga mengedepankan konsep ekonomi sirkular yang melibatkan kolaborasi lintas perangkat daerah.

Melalui konsep tersebut, sampah organik rumah tangga akan diolah menjadi pakan maggot. Selanjutnya, maggot dimanfaatkan sebagai pakan ikan lele sehingga tercipta sistem produksi yang saling terhubung, ramah lingkungan, dan minim limbah.

“Perangkat daerah terkait akan dilibatkan, termasuk Dinas Lingkungan Hidup. Sampah organik nantinya diolah menjadi makanan maggot, kemudian maggot menjadi pakan lele. Jadi siklusnya terus berputar, tidak ada yang terbuang, dan masyarakat juga akan diberikan pendampingan dalam pengelolaannya,” jelasnya.

Bupati Egi menegaskan, rumah percontohan di Kelurahan Way Urang akan menjadi model pengembangan Program Teras HELAU yang selanjutnya direplikasi ke seluruh kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan sebelum diterapkan lebih luas hingga tingkat desa.

Dengan pendekatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap Program Teras HELAU mampu menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya keluarga berpenghasilan rendah, melalui pemenuhan kebutuhan pangan secara mandiri sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan.

Sementara itu, Arsyam mengaku merasakan manfaat nyata sejak mengikuti Program Teras HELAU. Menurutnya, pekarangan rumah yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal kini mampu menyediakan kebutuhan sayur dan lauk bagi keluarganya, sehingga pengeluaran rumah tangga menjadi lebih hemat.

“Manfaatnya sangat besar bagi keluarga kami. Sekarang kebutuhan sayur dan lauk sudah tersedia dari pekarangan sendiri, sehingga tidak perlu lagi membeli setiap hari. Kalau hasilnya lebih, kami juga bisa berbagi dengan tetangga. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Radityo Egi Pratama atas bantuan bedah rumah dan Program Teras HELAU yang sangat bermanfaat bagi keluarga kami,” ungkap Arsyam.

Pada kesempatan yang sama, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Lampung Selatan turut membagikan bibit tanaman kepada masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan Program Teras HELAU sekaligus mendorong semakin banyak pekarangan produktif di lingkungan masyarakat. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading