Ruwajurai
Penampilan Festival Budaya Dari Tanggamus Tuai Decak Kagum Penonton
Alteripost.co Bandar Lampung – Pekan Raya Lampung (PRL) 2023 terus dibanjiri pengunjung. Masyarakat yang datang juga tidak akan rugi karena banyak tontonan menarik yang disuguhkan. Seperti salah satunya Festival Budaya yang ditampilkan masing-masing kabupaten/kota.
Pada Sabtu (7/10/3023) malam, giliran pertama Kabupaten Tanggamus yang menampilkan berbagai potensi seni daerahnya di areal medium stage. Pengunjung tampak antusias menyaksikan penampilan bakat-bakat seni dari kabupaten yang beribukota di Kota Agung itu.
Pentas dibuka dengan penampilan apik dari para penari muda, yang membawakan tarian “Khaja Baniting” diiringi dengan musik tradisional Talo Balak.
Kemudian disusul dengan penampilan bakat seni lainnya, yakni tarik suara. Dua talenta muda Ahmad Hafiz dan Dewi Karomah, bernyanyi dengan sangat apik. Seperti Dewi yang menyanyikan lagu “Patoh Junjungan” dengan suaranya yang sangat merdu.
Talenta-talenta muda yang mengundang decak kagum itu, ternyata semuanya adalah para pelajar SMAN 1 Kota Agung. Menurut pembinaannya, Koko Ginandi, yang ditemui usai pentas, anak-anak didiknya sudah memberikan penampilan sebaik mungkin.
“Walau persiapannya sempit, tapi kami mencoba memberikan penampilan yang maksimal,” tukasnya. (rls).
Ruwajurai
Dari Gereja untuk Kemanusiaan, GPIB Marturia Lampung Perkuat Ketangguhan Masyarakat
Alteripost Bandar Lampung – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, Satgas Pelayanan Bencana (Satgas PB) GPIB Jemaat Marturia Lampung menggelar Pelatihan Tanggap Bencana pada Sabtu (30/5/2026) di Saung Sekar dan Senin (1/6/2026) di Kolam Renang Unila dan penutupan kegiatan di Saung Sekar Bandar Lampung.
Mengusung tema “Siap, Peduli, Bertindak!”, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen gereja dalam membangun jemaat yang peduli dan siap siaga terhadap sesama, serta siap memberikan pelayanan kemanusiaan saat terjadi bencana.
Pelatihan diikuti oleh anggota jemaat bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) kota Bandar lampung. Dalam pelatihan ini, peserta yang berjumlah 30 orang, mendapatkan pembekalan mengenai penanganan darurat, mitigasi risiko bencana, koordinasi bantuan kemanusiaan, hingga langkah-langkah penyelamatan dasar yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi krisis.
Kegiatan pelatihan dibuka oleh Ketua Majelis Jemaat GPIB Marturia Lampung ibu Pdt Deasy Elizabeth Watimena Kalalo. “Dengan pelatihan ini diharapkan peserta dapat memperoleh pemahaman dan pengetahuan yg luas dlm penanggulangan bencana, saling tolong menolong dlm situasi apapun baik antar jemaat maupun di tengah masyarakat serta menjadi Garda terdepan dlm menghadapi bencana” ungkapnya.
Disisi lain, Ketua panitia kegiatan sekaligus Ketua Satgas, Charles Case, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas jemaat agar mampu merespons bencana secara cepat, tepat, dan terorganisasi. Selain membekali peserta dengan pengetahuan teoritis, kegiatan juga diisi dengan simulasi penanganan bencana untuk memperkuat keterampilan di lapangan.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan jemaat. Bencana dapat terjadi kapan saja, sehingga diperlukan sumber daya manusia yang siap, peduli, dan mampu bertindak dengan baik,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Diharapkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam mendukung pelayanan kemanusiaan serta membantu masyarakat saat menghadapi situasi darurat.
Melalui pelatihan tanggap bencana ini, GPIB Jemaat Marturia Lampung menegaskan perannya tidak hanya sebagai wadah pembinaan iman, tetapi juga sebagai komunitas yang aktif membangun ketangguhan masyarakat dan siap hadir memberikan pertolongan bagi sesama yang membutuhkan.(*)

