Connect with us

Lampung

Pemprov Lampung Gelar Pengajian Akbar di Kabupaten Lamsel

Published

on

Alteripost.co Lampung Selatan – Gubernur Arinal Djunaidi menghadiri Pengajian Akbar yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Lampung, di Lapangan Olahraga Sri Tanjung Desa Jati Baru Kecamatan Tanjung Bintang, Senin (20/11/2023).

Gubernur Arinal menjelaskan, tujuan utama penyelenggaraan pengajian akbar ini adalah untuk lebih mengingat dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjalankan syariat dan syiar Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Gubernur Arinal juga menyebutkan bahwa pengajian ini dilaksanakan untuk menjalin silaturahmi dan mendekatkan diri antara Pemerintah Provinsi Lampung dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan serta masyarakat.

Selain itu, Gubernur Arinal mengungkapkan bahwa kehadirannya dalam pengajian akbar ini membawa _”kado”_ berupa pembangunan infrastruktur jalan bagi warga Lampung Selatan dengan menggelontorkan anggaran lebih kurang 60 Milyar, baik melalui APBD Murni dan APBD Perubahan. Pembangunan infrastruktur jalan yang dimaksud, diantaranya :

_Pekerjaan Konstruksi Tahun 2023 di Kabupaten Lampung Selatan (APBD Murni) dengan nilai total Rp. 47.333.907.190,- meliputi :

1. Pembangunan Jalan UPTD Pembibitan Ternak Sapi.
2. Pelebaran Penambahan Lajur Jalan Ruas Sp. Korpri – Purwotani (Link. 016).
3. Preservasi Jalan Ruas Sp. Sidomulyo – Belimbing Sari (Link. 004) (DAK).
4. Rehabilitasi Jalan Ruas Kalianda – Kunyir – Gayam (Link. 002).
5. Rehabilitasi Jalan Ruas Gayam – Ketapang (Link. 003).
6. Penggantian Jembatan Way Tanjung Heran.

Sedangkan Pekerjaan Konstruksi Tahun 2023 di Kabupaten Lampung Selatan (APBD Perubahan) berupa rehabilitasi jalan akses menuju Tugu Tari dengan nilai total Rp. 13.460.460.000,-

Perkembangan pembangunan di Kabupaten Lampung Selatan dari waktu ke waktu terus mengalami kemajuan. Berbagai capaian-capaian penting yang diraih selama ini, cukup untuk menggambarkan seberapa besar potensi dan kondisi Lampung Selatan.

Gubernur Arinal memohon doa dan dukungan agar pembangunan yang dilaksanakan saat ini, dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

“Apabila seluruh jajaran Aparatur Pemerintah dan pemangku amanah dapat bersinergi optimal dalam konteks kebersamaan dan kegotong-royongan, Insya Allah obsesi mewujudkan Kabupaten Lampung Selatan yang berintegritas, maju dan sejahtera dengan semangat gotong royong akan dapat diwujudkan pada semua bidang dan sektor pembangunan,” kata Gubernur.

Menyongsong Pemilu Serentak 2024, Gubernur mengajak seluruh masyarakat Lampung, khususnya masyarakat Lampung Selatan, agar turut menjaga suasana aman, nyaman serta kondusivitas daerah.

Di kesempatan yang sama, Gubernur Arinal juga menyerahkan sejumlah bantuan, diantaranya bantuan rumah ibadah bagi Mushola Baitussalam Tanjung Bintang (Rp.10 Juta), Masjid Al-Ihsan Sabah Balau (Rp. 15 Juta), Pondok Pesantren Wahidin Rais Gunung Langgar (Rp. 25 Juta), santunan kepada 10 anak yatim, serta bantuan sembako bagi masyarakat kurang mampu dan kursi roda bagi penyandang disabilitas di Lampung Selatan. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana

Published

on

Foto: Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal

Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.

“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).

Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.

Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.

“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.

Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.

Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.

“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.

Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.

Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.

“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.

Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.

Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.

“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.

Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.

“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.

Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading