Ekonomi dan Bisnis
Jelang Perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, PLN UID Lampung Siagakan Petugas Layanan dan Keandalan Pasokan Listrik
Alteripost Bandar Lampung – Perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 tinggal menghitung hari. Menjelang hari besar tersebut, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung, Saleh Siswanto pastikan kesiapan pasokan listrik hingga petugas beserta peralatannya melalui Apel Siaga Natal 2023 dan Tahun Baru 2024. Kegiatan tersebut digelar dengan maksud demi masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan nyaman dan aman dari segi kelistrikan.
Digelar di halaman kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tanjung Karang, General Manager PLN UID Lampung didampingi oleh seluruh Senior Manager dan Manager UP3 Tanjung Karang juga melakukan pemeriksaan petugas beserta peralatan, agar dapat bergerak cepat pada masa siaga kelistrikan Natal dan Tahun Baru. Kamis (14/12/2023).
“Seluruh petugas di PLN UID Lampung siap mendukung keandalan pasokan listrik pada saat perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024. Untuk penanganan keluhan atau gangguan, petugas kami juga siap siaga 24 jam untuk memberikan respon kepada pelanggan,” ucap Saleh Siswanto.
Saleh Siswanto menjelaskan bahwa PLN telah menyiapkan posko-posko siaga yang dilengkapi dengan petugas beserta peralatan yang dapat menunjang pelayanan dan keandalan. Petugas juga disiagakan secara khusus di lokasi-lokasi prioritas selama periode Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.
“PLN UID Lampung telah membentuk posko siaga berjumlah 102 posko dengan total personel pegawai PLN sebanyak 132 orang , Pelayanan Teknik (Yantek ) 1.099 orang serta petugas Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) Tegangan Menengah (TM) 21 orang. Petugas juga kami siagakan di lokasi-lokasi seperti rumah ibadah khususnya gereja, kantor-kantor pelayanan publik, dan juga fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit dan Klinik,” jelas Saleh Siswanto.
Pada kesempatan tersebut, Saleh Siswanto menyampaikan amanatnya kepada seluruh peserta apel, bahwa listrik merupakan kebutuhan primer bagi seluruh masyarakat. Terlebih lagi, listrik sangat diandalkan oleh masyarakat ketika perayaan hari-hari besar, seperti Natal dan Tahun Baru yang jaraknya hanya kurang dari 2 minggu lagi. Oleh karena itu, sudah kewajiban PLN untuk memberikan pasokan listrik yang andal untuk masyarakat.
“Saat ini kebutuhan listrik tidak bisa ditunda lagi di dalam kehidupan masyarakat. Artinya, listrik menjadi kebutuhan utama. PLN tentu berkomitmen untuk terus memberikan pasokan listrik yang andal kepada masyarakat. Kami terus berusaha meningkatkan produktivitas di segala lini, terutama di keandalan pasokan,” tutup Saleh Siswanto.
Saleh Siswanto juga mengimbau kepada masyarakat untuk menunggah aplikasi PLN Mobile. Melalui aplikasi PLN Mobile-lah masyarakat bisa mendapatkan layanan kelistrikan 24 jam. Seluruh informasi maupun layanan terkait kelistrikan dapat dengan mudah diakses oleh pelanggan melalui aplikasi PLN Mobile. Aplikasi PLN Mobile merupakan hasil transformasi digital yang dilakukan oleh PLN.
“Di era digitalisasi seperti saat ini, semua dibuat semudah mungkin. Masyarakat yang membutuhkan layanan kelistrikan maupun melakukan pengaduan gangguan kelistrikan saat ini tak perlu lagi datang ke kantor PLN. Semua informasi kelistrikan dapat diakses melalui aplikasi PLN Mobile yang dapat diunduh di Playstore dan Appstore. Semua makin mudah dengan PLN Mobile,” tutup Saleh Siswanto.(*)
Ekonomi dan Bisnis
HIPMI Lampung Dorong Sinergi Pengusaha, Pemerintah dan OJK Lewat FORBISDA 2026
Ampunnews Bandar Lampung – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Lampung menggelar kegiatan Forum Bisnis Daerah (FORBISDA) Tahun 2026 di Hotel Emersia, Senin (11/05/2026).
Kegiatan ini menjadi ajang penguatan jejaring usaha, peningkatan literasi keuangan, serta kolaborasi strategis antar pelaku usaha muda di Provinsi Lampung.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum BPD HIPMI Lampung periode 2025–2028, Gilang Ramadhan beserta jajaran pengurus HIPMI Lampung. Turut hadir mewakili Gubernur Lampung dari unsur Bappeda Provinsi Lampung, Dirbinmas Polda Lampung Kombes Pol. A.F. Indra Napitupulu, serta perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dari OJK hadir Dwi Krisna Yudi Pramono yang turut memberikan sambutan sekaligus pemaparan terkait pentingnya literasi dan perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.
Kegiatan FORBISDA ini dipimpin oleh Ketua Pelaksana Arienaldo Rahman yang menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi ruang strategis bagi para pengusaha muda untuk memperkuat konektivitas bisnis, memperluas wawasan usaha, serta membangun kolaborasi lintas sektor di Lampung.
“FORBISDA bukan hanya forum diskusi bisnis, tetapi juga wadah mempertemukan ide, inovasi, dan peluang kolaborasi antar pengusaha muda daerah. Kami ingin HIPMI Lampung menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang adaptif dan berdaya saing,” ujar Arienaldo dalam sambutannya.
Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Lampung, Gilang Ramadhan, menegaskan pentingnya sinergi antara pengusaha, pemerintah, aparat keamanan, dan lembaga jasa keuangan dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, tantangan dunia usaha saat ini menuntut para pelaku usaha muda untuk lebih inovatif, cerdas dalam pengelolaan keuangan, serta memahami regulasi dan perlindungan konsumen di era digitalisasi ekonomi.
“Kami ingin pengusaha muda Lampung tidak hanya berkembang secara bisnis, tetapi juga memiliki pemahaman kuat terhadap tata kelola usaha yang sehat, transparan, dan berkelanjutan,” kata Gilang.
Dalam kesempatan tersebut, OJK menjadi salah satu fokus utama pembahasan seminar. Dwi Krisna Yudi Pramono menekankan bahwa literasi keuangan menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan terpercaya.
Ia menjelaskan bahwa OJK terus mendorong edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha agar semakin memahami produk dan layanan jasa keuangan, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap investasi ilegal, pinjaman online ilegal, serta berbagai bentuk kejahatan keuangan digital.
“OJK hadir tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai mitra strategis masyarakat dan pelaku usaha dalam menciptakan sektor jasa keuangan yang aman, sehat, dan inklusif. Pengusaha muda harus memahami pentingnya perlindungan konsumen dan pengelolaan keuangan yang bijak agar usaha dapat tumbuh berkelanjutan,” ujar Dwi Krisna Yudi Pramono.
Selain memberikan edukasi terkait perlindungan konsumen dan perilaku pelaku usaha jasa keuangan (PUJK), OJK juga membuka ruang diskusi interaktif bersama peserta seminar terkait akses pembiayaan UMKM, digitalisasi layanan keuangan, hingga tantangan pengusaha muda dalam memperoleh permodalan usaha.
Kehadiran Dirbinmas Polda Lampung Kombes Pol. A.F. Indra Napitupulu turut memperkuat pesan pentingnya stabilitas keamanan dan kondusivitas daerah sebagai faktor pendukung pertumbuhan investasi dan dunia usaha di Lampung.
Forum bisnis ini diikuti peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung, mulai dari pengusaha muda, pelaku UMKM, komunitas bisnis, hingga unsur organisasi kepemudaan. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi seminar, diskusi, dan networking bisnis yang berlangsung sepanjang kegiatan.
Melalui FORBISDA 2026, HIPMI Lampung berharap tercipta kolaborasi nyata antara pengusaha muda, pemerintah, dan lembaga strategis seperti OJK dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. (Gus)

