Connect with us

Ekonomi dan Bisnis

Jelang Lebaran Bank Lampung Layani Penukaran Uang Baru

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Membagikan uang baru dalam pecahan kecil merupakan tradisi yang dilakukan umat Muslim tanah air ketika lebaran. Meskipun lebaran 2024 masih beberapa minggu lagi, masyarakat sudah mulai berburu uang baru untuk membagi tunjangan hari raya (THR).

Untuk menyediakan kebutuhan ini, mulai tanggal 18 Maret 2024, Bank Lampung menyediakan fasilitas layanan penukaran uang baru pecahal mulai dari Rp 1.000 sampai Rp 100.000. Hal itu diungkapkan Humas Bank Lampung Edo Lazuardi.

Lantas di Bank Lampung mana saja masyarakat bisa melakukan penukaran uang baru dan bagaimana caranya ?

‘Untuk di Bandar Lampung lokasi penukaran uang baru hanya di kantor Bank Lampung Cabang Bandar Lampung. Disini masyarakat bisa melakukan penukaran di mobil kas keliling kami yang ada di halaman kantor Bank Lampung cabang Bandar Lampung,” jelas Edo, Senin (18/3/2024).

Jadwal layanan penukaran uang baru di Bank Lampung cabang Bandar Lampung sendiri akan dibuka setiap hari mulai pukul 09.00 – 12.00 Wib. Dengan jumlah penukar per hari dibatasi 50 orang.

Nasabah yang ingin menukar uang baru di Bank Lampung tidak dibebankan syarat khusus. Nasabah dan masyarakat dapat melakukan penukaran di waktu yang telah ditentukan dan mengambil nomor antrian yang disediakan.

“Untuk layanan penukaran uang baru setiap harinya jumlah yang kami layani terbatas, begitu juga dengan jumlah uang yang dapat ditukar per orangnya. Mengingat stok uang baru yang kami dapatkan dari Bank Indonesia juga terbatas. Untuk itu kami berharap masyarakat memahaminya,” katanya.

Untuk layanan penukaran uang baru ini tidak hanya ada di Bank Lampung cabang Bandar Lampung saja namun juga ada di kantor – kantor operasional Bank Lampung di daerah. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Ekonomi dan Bisnis

Mengulas Kenaikan BI Rate ke 5,75, Apakah Sudah Efektif Dalam Menjaga Stabilitas Rupiah?

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

Alteripost.co, Nasional-
Posisi rupiah sempat beberapa hari menguat di saat Bank Indonesia (BI) menaikkan BI-rate menjadi 5,75 persen. Namun, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat kembali melemah ke level sekitar Rp.17.950. Hal ini memicu pertanyaan, apakah langkah Bank Indonesia sudah cukup efektif dalam menjalankan kebijakan moneternya?.

Dalam beberapa bulan terakhir, patut diakui bahwa Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah strategis. Suku bunga dinaikkan, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia dibuat semakin menarik, dan berbagai instrumen moneter digunakan untuk menjaga stabilitas Rupiah. Kebijakan ini dijalankan di tengah situasi global yang sedang tak bersahabat.

Penguatan Dollar Amerika Serikat, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan arah kebijakan bank sentral negara maju memang memberikan tekanan yang tidak ringan bagi hampir seluruh negara berkembang (emerging markets).

Pihak Bank Indonesia (BI) menegaskan kenaikan BI Rate sebesar 25 basispoin (bps) menjadi 5,75 persen merupakan bagian dari upaya mendorong stabilitas nilai tukar rupiah.

“Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo beberapa waktu lalu.

Selain itu, suku bunga deposit facility juga meningkat sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen, dan suku bunga lending facility juga naik sebesar 25 bps menjadi 6,5 persen.

Tentunya kita sebagai masyarakat terus menanti kebijakan-kebijakan strategis lainnya ke depan dari Institusi-instusi terkait, dalam menjaga keseimbangan pasar guna memperkuat ekosistem ekonomi dalam negeri.

Selain itu, kita juga sebagai masyarakat perlu berperan dan mendukung pemerintah dalam upaya-upaya yang sedang dan telah dilakukan. Seperti mencintai produk-produk lokal, menjaga kondusivitas, serta menciptakan iklim yang bersahabat untuk meningkatkan kepercayaan dari pihak investor baik dari dalam negeri ataupun dari luar negeri.

Salam Hangat
Agus Sihotang

Facebook Comments Box
Continue Reading