Ekonomi dan Bisnis
QRIS Bank Lampung Praktis dan Aman
Alteripost Bndar Lampung – Bank Lampung terus mengakselerasi transaksi pembayaran nontunai, salah satunya melalui optimalisasi penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS).
Humas Bank Lampung Edo Lazuardi menyampaikan perbankan kini dituntut makin digital. Untuk itu, guna memaksimalkan layanan L-Online, pada 22 September 2022 lalu diluncurkan QRIS Bank Lampung. Dimana QRIS adalah standar kode QR untuk mengintegrasikan seluruh metode pembayaran nontunai.
“Sejak diiluncurkan 22 September 2022 lalu, QRIS Bank Lampung mendapat apresiasi positif. Saat ini jumlah Merchant QRIS Bank Lampung mencapai 6.418 Merchant” ujar
Edo Lazuardi Senin (25/3/2024).
Edo juga mengatakan QRIS Bank Lampung memiliki respon timenya sangat baik yaitu dalam hitungan detik. Dengan respon time yang sangat baik tersebut membuat pertumbuhan transaksi Qris Bank Lampung cukup menggembirakan.
“Selain respon timenya yang bagus pertumbuhan transaksi QRIS Bank Lampung tersebut dikarenakan QRIS Bank Lampung telah digunakan mulai dari pedagang mikro, kecil, menengah dan pada berbagai sektor usaha” katanya.
Dengan Qris Bank Lampung, nasabah Bank Lampung dapat melakukan pembayaran langsung melalui ponsel mereka tanpa perlu mengeluarkan uang tunai.
Sedangkan pagi pelaku usaha atau merchant adanya QRIS Bank Lampung dapat membantu usaha mereka menjadi lebih efisien serta terpantau dari sisi keuangan. Menggunakan QRIS berarti seluruh transaksi dilakukan secara digital sehingga tidak lagi membutuhkan uang fisik. Ini menghindarkan mereka salah satunya dari uang palsu.
Terus tumbuhnya jumlah Merchant QRIS Bank Lampung tidak hanya menguntungkan nasabah dalam bertransaksi namun juga bagi para pelaku usaha. Merchant QRIS Bank Lampung saat ini mencapai 6.418 Merchant dengan transaksi online sebesar Rp 9.76 Milyar atau sebanyak 48.105 transaksi.
Edo juga mengajak masyarakat maupun nasabah Bank Lampung yang belum menggunakan QRIS Bank Lampung, untuk segera menggunakan fasilitas layanan dari Bank Lampung ini. Pasalnya QRIS Bank Lampung praktis dan aman. (*)
Ekonomi dan Bisnis
OJK Tindak Lanjuti Masukan MSCI, Reformasi Pasar Modal Terus Berjalan
Alteripost Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghormati penilaian lembaga penyedia indeks global MSCI Inc. yang memulai periode konsultasi atas proposal reklasifikasi status Indonesia. OJK menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat reformasi dan integritas pasar modal nasional.
Dalam pengumuman pada 15 Oktober 2026, MSCI menyampaikan apresiasi atas berbagai inisiatif reformasi pasar modal Indonesia yang telah berjalan. Inisiatif tersebut meliputi publikasi kepemilikan saham di atas 1 persen, peningkatan granularitas klasifikasi investor, pengumuman High Shareholding Concentration (HSC), serta kebijakan baru mengenai peningkatan batas minimum saham beredar di publik (free float).
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan OJK menghormati pandangan MSCI dan terus melakukan pembenahan serta menindaklanjuti berbagai masukan yang disampaikan.
OJK juga memberikan perhatian serius terhadap penilaian MSCI mengenai sejumlah aspek yang masih memerlukan penyempurnaan ke depan. OJK menghormati independensi lembaga penyedia indeks global, termasuk MSCI, serta menghargai setiap masukan dari seluruh pemangku kepentingan.
“Kami meyakini pasar modal domestik tetap prospektif dan menarik. Hal ini didukung oleh fundamental perekonomian Indonesia yang terjaga, basis investor yang terus bertumbuh, valuasi saham yang kompetitif, dan kinerja fundamental emiten yang secara umum masih positif,” kata Friderica.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa masukan MSCI sejalan dengan Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia.
Menurut Hasan, salah satu aspek penting dalam agenda reformasi tersebut adalah penguatan penegakan hukum yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
“OJK berkomitmen untuk terus memperkuat penegakan hukum di sektor pasar modal dalam upaya menegakkan integritas pasar, dengan koordinasi dan sinergi yang efektif bersama seluruh pihak terkait,” ujar Hasan.
Ke depan, OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) akan terus membangun komunikasi konstruktif dengan lembaga penyedia indeks global dan investor institusi internasional.
Komunikasi berkelanjutan tersebut bertujuan memastikan otoritas Indonesia dapat menyampaikan perkembangan terbaru reformasi pasar modal nasional, sekaligus memperoleh masukan dan rekomendasi kebijakan guna mendukung penyempurnaan pasar modal secara berkelanjutan.(*)

