Politik
Inginkan Kemajuan, Masyarakat Lampung Minta Mirza Maju Pilkada
Alteripost.co, Bandarlampung-
Ketua PD Gemira (Gerakan Muslim Indonesia Raya) Provinsi Lampung, H. Mahrizal Sinaga turun langsung berbagi 77 paket Sembako Beras pada dua titik lokasi rawan pangan di Gunung Terang dan Kedamaian, Bandarlampung, Kamis (4/4/2024).
Pada saat door to door membagikan beras itu, justru mencuat tingginya antusiasme dukungan masyarakat yang meminta agar Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Lampung, Rahmat Mirzani Djausal agar maju sebagai Calon Gubernur Lampung periode 2024-2029 pada Pilgub 27 November 2024.
Mewakili masyarakat yang ditemui, Mahrizal mengatakan bahwa sosok Mirza yang merupakan anggota DPRD Provinsi Lampung dua periode, sukses menghantarkan kemenangan Gerindra dan Presiden Prabowo-Gibran di Sai Bumi Ruwa Jurai itu memang sudah pas untuk maju Nyagub Lampung.
Lanjut Mahrizal, banyak warga yang berharap, Mirza dapat membawa perubahan Lampung lebih baik, terutama di sektor ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Intinya masyarakat ini menginginkan kemajuan untuk Provinsi Lampung.
Tingginya antusiasme masyarakat yang mendukung Mirza Nyagub Lampung tersebut bahkan sempat diabadikan video langsung oleh Mahrizal yang mengaku bahagia sekaligus terharu.
“Saat kita blusukan berbagi Sembako door to door, ternyata banyak masyarakat yang susah dan kondisinya memperihatinkan. Bahkan ada nenek sebatangkara yang tinggal di gubuk reyot diatas siring dan kondisi jalannya ngesot lagi, tinggal dibalik gedung-gedung tinggi. Ini semua tanggungjawab pemimpin,” tambah Mahrizal.
Baksos kemudian dilanjutkan dengan berbagi 200 Takjil (Nasi Kotak) di Jalan Gatot Subroto, Pahoman, Bandarlampung, tepatnya di depan Kantor TKD Prabowo-Gibran.
Rangkaian Baksos dipungkasi dengan Bukber di Kinar Resto 2 Pahoman, hingga Sholat Maghrib dan Isya Berjama’ah. Gemira juga membagikan santunan tali kasih kepada kader Gerindra yang saat ini terhimpit masalah ekonomi. (Rls)
Politik
Bangun Kesadaran Kebangsaan, Dedi Yuginta Edukasi Masyarakat tentang Pancasila
Alteripost Bandar Lampung – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, S.E., M.Si., mengajak masyarakat memperkuat pemahaman terhadap ideologi Pancasila, menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah berbagai tantangan sosial.
Ajakan tersebut disampaikan Dedi saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Nakip, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang diikuti masyarakat dari daerah pemilihan (Dapil) 2 Kota Bandar Lampung itu menghadirkan dua narasumber, yakni Taufik Hidayatullah, S.Pd., dan Rahmat Navindra, S.IP., dengan Zulkarnain sebagai moderator. Turut hadir Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, Irwansyah Agung, S.H.
Dalam sambutannya, Dedi mengatakan kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan menanamkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi dan media digital membuat anak-anak semakin mudah mengakses beragam informasi. Oleh karena itu, orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap konten yang diakses anak melalui YouTube, Google, media sosial, maupun televisi agar sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka.
“Generasi saat ini perlu mendapatkan pemahaman yang baik tentang ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, termasuk bagaimana mencintai bangsa kita sendiri. Orang tua juga harus memperhatikan apa yang ditonton anak-anak melalui internet dan media sosial,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber Rahmat Navindra, S.IP., mengawali pemaparannya dengan mengajak peserta meneriakkan Salam Pancasila. Ia menjelaskan bahwa kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan merupakan bagian dari upaya DPRD memberikan pendidikan politik dan kebangsaan kepada masyarakat.
Rahmat kemudian memaparkan empat konsensus dasar kebangsaan yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu keberagaman, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang harus dijaga keutuhannya.
Ia menegaskan, perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.
Narasumber lainnya, Taufik Hidayatullah, S.Pd., mengawali penyampaian materinya dengan membangkitkan semangat nasionalisme melalui seruan, “Merdeka! Merdeka! Merdeka!”
Taufik menekankan pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa, termasuk peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak penting persatuan nasional dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.
Ia mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda memuat tiga ikrar utama, yakni bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Menurutnya, semangat persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda perlu terus ditanamkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah keberagaman masyarakat dan perkembangan zaman.
Melalui kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami nilai-nilai Pancasila, memperkuat semangat nasionalisme, serta berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Yan)

