Lampung
PJ Bupati Qudrotul Ikhwan Hadiri Lounching Program Desa Baznas Sektor Peternakan Bersama Gubernur Lampung
Alteripost Tulang Bawang – PJ Bupati Tulangbawang Drs. Qudrotul Ikhwan, M.M ikut serta menghadiri launching program desa Baznas sektor peternakan bersama Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.
Kegiatan tersebut digelar di gedung Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Tulangbawang, Kecamatan Menggala Timur, Kamis (30/5/2024).
Dalam Launching program desa Baznas sektor peternakan tersebut membagi sebanyak 155 ekor kambing yang dibagikan kepada 5 kelompok yang terbagi untuk 5 dusun.
Kelima dusun penerima tersebut yaitu dusun kemala kelompok 1, dusun kemala kelompok 2, dusun marga jaya kelompok 3, dusun marga sakti kelompok 4, dusun marga sakti kelompok 5.
Program itu merupakan upaya menciptakan pemberdayaan yang holistik, program zakat produktif yang digagas oleh Gubernur Lampung juga mencakup berbagai aspek lainnya selain sektor peternakan.
Program ini mencakup inisiatif seperti renovasi masjid untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap tempat ibadah yang layak, memberikan insentif kepada guru mengaji untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan agama di tingkat lokal, serta memberikan bantuan kepada UMKM dan pelaku usaha kecil untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka.
Dengan pendekatan yang komprehensif ini, diharapkan program zakat produktif dapat menjadi landasan bagi terbentuknya suatu ekosistem desa yang tangguh dan mandiri untuk mengurangi tingkat kemiskinan secara bertahap dan meningkatkan ketahanan pangan di Provinsi Lampung.
Pj Bupati Tulangbawang Drs. Qudrotul Ikhwan, M.M mengatakan, Baznas yang digagas Gubernur Lampung Arinal Junaidi diharapkan dapat menjadi salah satu upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan tujuan menciptakan peluang usaha baru masyarakat di dalam sektor peternakan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur yang telah menunjuk dan menetapkan kampung cakat raya, Kecamatan Menggala Timur, Kabupaten Tulangbawang sebagai lokasi kegiatan launching dan peresmian desa Baznas di Sai Bumi Nengah Nyappur,” tuturnya.
Ditempat yang sama dalam sambutannya, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan, program desa Baznas merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam mengentaskan kemiskinan dan memberdayakan ekonomi masyarakat.
“Melalui program desa baznas, nantinya zakat yang dikelola oleh Baznas akan disalurkan dalam bentuk bantuan produktif kepada masyarakat yang membutuhkan, salah satunya dengan memberikan bantuan ternak kambing,” ucapnya.
Arinal berharap, Kabupaten Tulang Bawang bisa menjadi salah satu lokasi percontohan desa Baznas baik, program ini juga akan dilakukan secara bertahap diterapkan di Kabupaten/Kota lainnya.
“Setelah dua tahun, anak kambing yang dihasilkan diharapkan dapat diinfakkan kepada mustahik lain di sekitar lokasi. Sehingga diharapkan dapat membantu pengentasan kemiskinan secara masif dan meningkatkan populasi ternak kambing di Lampung,” tandasnya. (Can).
Lampung
Pengukuhan Bunda Literasi Keuangan Jadi Langkah OJK Tingkatkan Inklusi Keuangan di Lampung
Bandar Lampung – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung mengukuhkan Bunda Literasi Keuangan Provinsi Lampung serta Bunda Literasi Keuangan Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung pada puncak Festival Literasi yang digelar di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Selasa (28/7/2026).
Pengukuhan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat gerakan literasi dan inklusi keuangan di Provinsi Lampung. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan yang legal, serta memperkuat perlindungan masyarakat dari berbagai aktivitas keuangan ilegal.
Dalam sambutan Kepala OJK Provinsi Lampung yang dibacakan Deputi Direktur Pengawasan Market Conduct, Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Kemitraan dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Lampung, Ety Elyati, disampaikan bahwa pengukuhan Bunda Literasi Keuangan merupakan amanah mulia dalam mendukung Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).
“Ibu-ibu adalah agent of change, sosok penggerak yang akan merangkul para perempuan, ibu rumah tangga, dan pelaku UMKM agar semakin cerdas dan cermat dalam mengelola keuangan. Literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan tangguh secara ekonomi,” ujarnya.
Ia menambahkan, literasi keuangan bukan hanya memahami produk dan layanan keuangan, tetapi juga membentuk perilaku keuangan yang bijak. Kehadiran Bunda Literasi Keuangan di setiap kabupaten dan kota diharapkan mampu menjadi penggerak edukasi hingga tingkat keluarga dan komunitas.
Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengapresiasi sinergi antara OJK, pemerintah daerah, Tim Penggerak PKK, lembaga jasa keuangan, dunia pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung GENCARKAN dan peningkatan literasi keuangan di Lampung.
Menurutnya, Bunda Literasi diharapkan hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui keluarga, sekolah, desa, taman bacaan, hingga komunitas.
“Budaya membaca tidak lahir dari ruang-ruang besar, tetapi tumbuh dari rumah, dari pelukan seorang ibu yang membacakan cerita kepada anaknya, dari guru yang menghidupkan rasa ingin tahu muridnya, dan dari masyarakat yang saling mengajak untuk terus belajar,” kata Jihan.
Dalam kegiatan tersebut, Purnama Wulan Sari Mirza dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Keuangan Provinsi Lampung, bersama 15 Bunda Literasi Keuangan dari kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung, termasuk Eva Dwiana (Kota Bandar Lampung), Zita Anjani (Lampung Selatan), Ayu Asalasiyah (Way Kanan), Herlinawati Qudrotul (Tulang Bawang), Elfianah (Mesuji), Partinia (Lampung Barat), Meri Farida Hamartoni (Lampung Utara), Dian Hardiyanti (Pesisir Barat), Rahayu Sri Astutik (Pringsewu), Ni Ketut Dewi Nadi (Lampung Tengah), Eni Sumiati Bambang (Kota Metro), Siti Mahmudah (Tanggamus), Aria Sandi (Pesawaran), Huzaimah Azwar Hadi (Lampung Timur), dan Novianti Novriawan (Tulang Bawang Barat).
Selain prosesi pengukuhan, OJK Provinsi Lampung juga memberikan pembekalan literasi keuangan kepada para Bunda Literasi Keuangan, menggelar talkshow edukasi keuangan bagi pelajar dan mahasiswa, membuka layanan konsultasi konsumen, layanan permintaan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), serta menghadirkan Pojok Literasi Keuangan untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi mengenai jasa keuangan.
Melalui pengukuhan ini, para Bunda Literasi Keuangan diharapkan mampu menginisiasi berbagai program edukasi yang menyasar perempuan, pelaku UMKM, pelajar, mahasiswa, pekerja, petani, nelayan, penyandang disabilitas, lansia, hingga kelompok masyarakat prioritas lainnya.
OJK menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan masyarakat Lampung yang semakin cerdas, tangguh, dan terlindungi dalam memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan.(*)

