Lampung Selatan
Anggota DPRD Lamsel Akyas Minta Dinkes Tingkatkan Pelayanan
Alteripost Lampung Selatan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lamsel meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamsel meminta agar BPJS jadi perhatian khusus. Hal itu terungkap dalam agenda Panitia Khusus (pansus) DPRD Lamsel, di ruang banggar DPRD Lamsel, Kamis (18/4/2024).
Ketua Pansus DPRD Lamsel Akyas mengatakan, pentingnya pelayanan BPJS secara cepat, Terutama di puskesmas yang sudah terakreditasi dengan baik. Hal ini sangat penting, untuk puskesmas yang sudah terakreditasi kalo tidak diimbangi dengan pelayanan dengan baik, ya percuma.
Lanjut Akyas, BPJS juga perlu adanya koordinasi antara Dinkes, Rumah Sakit dan bagian BPJS, agar pelayanan bisa ditingkatkan. Terkadang masih ada kendala di lapangan, kepengurusan BPJS perlu waktu dua atau tiga hari baru bisa aktif.
“Kalau bisa dalam keadaan darurat hari ini juga bisa aktif, karna ini sifatnya urgent”. Ujarnya.
Sementara Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Lamsel Devi Arminanto merespon apa yang di sarankan oleh Akyas, terkait pelayanan BPJS.
“Kami dari Dinkes berupaya semaksimal mungkin dalam pelayanan. Terkait ada oknum oknum pegawai kami memungut biaya kepengurusan BPJS, akan kami tindak tegas”. Pungkasnya.(*)
Lampung Selatan
HUT ke-26 Apkasi, Bupati Lampung Selatan Dorong Inovasi Kemandirian Fiskal
Alteripost Deli Serdang – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah terus diwujudkan melalui berbagai forum strategis tingkat nasional.
Salah satunya ditunjukkan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, saat mengikuti Dialog Otonomi Daerah dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), sebagai upaya memperkuat kapasitas daerah dalam mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan daerah.
Dialog yang berlangsung di Convention Hall, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatra Utara, Kamis (2/7/2026), tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto.
Forum dialog tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian HUT ke-26 Apkasi yang mempertemukan para bupati dari seluruh Indonesia.
Selain mempererat sinergi antarpemerintah kabupaten, kegiatan itu juga menjadi ruang diskusi mengenai berbagai strategi penguatan otonomi daerah, peningkatan daya saing, hingga kolaborasi dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Dalam forum tersebut mengemuka bahwa pemerintah daerah dituntut semakin adaptif dan inovatif di tengah semakin terbatasnya ruang fiskal akibat kebijakan efisiensi anggaran.
Kondisi tersebut mendorong setiap daerah untuk mampu mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD), meningkatkan efektivitas belanja, serta membangun berbagai bentuk kolaborasi antardaerah.
Bupati Radityo Egi Pratama, mengatakan Dialog Otonomi Daerah memiliki peran penting sebagai wadah bertukar gagasan sekaligus memperkuat sinergi antarpemerintah kabupaten dalam merumuskan solusi atas berbagai tantangan pembangunan.
“Apkasi menjadi ruang kolaborasi bagi pemerintah kabupaten untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat sinergi. Berbagai inovasi yang lahir dari forum ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mempercepat pembangunan di Kabupaten Lampung Selatan,” ujar Bupati Egi.
Menurut Egi, penguatan jejaring antardaerah menjadi modal penting dalam mendorong lahirnya berbagai inovasi, khususnya dalam meningkatkan kemandirian fiskal melalui optimalisasi potensi dan pengelolaan sumber pendapatan daerah yang berkelanjutan.
Selama 26 tahun, Apkasi terus berperan sebagai wadah strategis bagi pemerintah kabupaten di seluruh Indonesia dalam memperjuangkan aspirasi daerah, memperkuat kerja sama antardaerah, serta mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang semakin efektif, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Melalui keikutsertaannya dalam forum nasional tersebut, Pemkab Lampung Selatan berharap dapat memperluas jejaring kerja sama sekaligus mengadopsi berbagai praktik terbaik dari daerah lain guna mendorong pembangunan yang inovatif, berdaya saing, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)

