Connect with us

Ekonomi dan Bisnis

Kemenkumham Lampung Bersama Staf Ahli Gubernur Membuka Acara Legal Expo Perluas Cakrawala

Published

on

Alteripost Bandar Lampung- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Lampung, Dr. Sorta Delima Lumban Tobing bersama Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Intizam membuka acara legal expo bertajuk ekpand your horizon (perluas cakrawala anda) yang digelar di City Mall Bandarlampung pada, Jumat (02/08/2024).

Kegiatan tersebut merupakan dalam rangka peringati Hari Pengayoman ke-79 yang mengusung tema “Mengabdi untuk Negeri Menuju Indonesia Emas 2045”.
Kegiatan itu merupakan rangkaian acara peringatan hari pengayoman ke-79 dan akan dilaksanakan selama tiga hari kedepan atau hingga tanggal 4 Agustus mendatang.

Kakanwil Sorta menjelasksn kegiatan legal expo in berupaya memperluas cakrawala masyarakat Lampung akan layanan Kemenkumham kepada masyarakat Lampung. Kemenkumham memiliki banyak fungsi baik seperti layanan Administrasi Hukum Umum yang meliputi layanan pengesahan badan usaha, Layanan kewarganegaraan dan pewarganegaraan, Layanan legalisasi dokumen publik dan apostille serta layanan kenotariatan.

“Selain itu ada layanan kekayaan intelektual yang meliputi pendaftaran merek, paten, indikasi geografis, desain industri dan desain tata letak sirkuit terpadu serta pencatatan hak cipta, KI Komunal dan rahasia dagang. Layanan fasilitasi pembentukan produk hukum daerah melalui harmonisasi, pembulatan dan pemantapan konsepsi produk hukum daerah,” tuturnya.

Sementara itu Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Intizam mengatakan, jika Pemprov Lampung mengapresiasi upaya Kanwil Kemenkumham Lampung dalam melaksanakan berbagai terobosan dan inovasi dalam peningkatan pelayanan publik di sektor hukum dan hak asasi manusia.

Ia menambahkan, Pemprov Lampung menyambut baik kegiatan Legal Expo ini sebagai suatu media yang efektif dalam mengedukasi masyarakat dari berbagai segmen seperti para pelaku usaha, komunitas seni, industri kreatif, akademisi, keluarga serta masyarakat luas.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kemenkumham Lampung, Agvirta Armilia Sativa, serta Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy dan Deputi Kepala Perwakilan BI Lampung, Achmad Subarkah.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Ekonomi dan Bisnis

HIPMI Lampung Dorong Sinergi Pengusaha, Pemerintah dan OJK Lewat FORBISDA 2026

Published

on

Ampunnews Bandar Lampung – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Lampung menggelar kegiatan Forum Bisnis Daerah (FORBISDA) Tahun 2026 di Hotel Emersia, Senin (11/05/2026).

Kegiatan ini menjadi ajang penguatan jejaring usaha, peningkatan literasi keuangan, serta kolaborasi strategis antar pelaku usaha muda di Provinsi Lampung.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum BPD HIPMI Lampung periode 2025–2028, Gilang Ramadhan beserta jajaran pengurus HIPMI Lampung. Turut hadir mewakili Gubernur Lampung dari unsur Bappeda Provinsi Lampung, Dirbinmas Polda Lampung Kombes Pol. A.F. Indra Napitupulu, serta perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dari OJK hadir Dwi Krisna Yudi Pramono yang turut memberikan sambutan sekaligus pemaparan terkait pentingnya literasi dan perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.

Kegiatan FORBISDA ini dipimpin oleh Ketua Pelaksana Arienaldo Rahman yang menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi ruang strategis bagi para pengusaha muda untuk memperkuat konektivitas bisnis, memperluas wawasan usaha, serta membangun kolaborasi lintas sektor di Lampung.

“FORBISDA bukan hanya forum diskusi bisnis, tetapi juga wadah mempertemukan ide, inovasi, dan peluang kolaborasi antar pengusaha muda daerah. Kami ingin HIPMI Lampung menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang adaptif dan berdaya saing,” ujar Arienaldo dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Lampung, Gilang Ramadhan, menegaskan pentingnya sinergi antara pengusaha, pemerintah, aparat keamanan, dan lembaga jasa keuangan dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, tantangan dunia usaha saat ini menuntut para pelaku usaha muda untuk lebih inovatif, cerdas dalam pengelolaan keuangan, serta memahami regulasi dan perlindungan konsumen di era digitalisasi ekonomi.

“Kami ingin pengusaha muda Lampung tidak hanya berkembang secara bisnis, tetapi juga memiliki pemahaman kuat terhadap tata kelola usaha yang sehat, transparan, dan berkelanjutan,” kata Gilang.

Dalam kesempatan tersebut, OJK menjadi salah satu fokus utama pembahasan seminar. Dwi Krisna Yudi Pramono menekankan bahwa literasi keuangan menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan terpercaya.

Ia menjelaskan bahwa OJK terus mendorong edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha agar semakin memahami produk dan layanan jasa keuangan, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap investasi ilegal, pinjaman online ilegal, serta berbagai bentuk kejahatan keuangan digital.

“OJK hadir tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai mitra strategis masyarakat dan pelaku usaha dalam menciptakan sektor jasa keuangan yang aman, sehat, dan inklusif. Pengusaha muda harus memahami pentingnya perlindungan konsumen dan pengelolaan keuangan yang bijak agar usaha dapat tumbuh berkelanjutan,” ujar Dwi Krisna Yudi Pramono.

Selain memberikan edukasi terkait perlindungan konsumen dan perilaku pelaku usaha jasa keuangan (PUJK), OJK juga membuka ruang diskusi interaktif bersama peserta seminar terkait akses pembiayaan UMKM, digitalisasi layanan keuangan, hingga tantangan pengusaha muda dalam memperoleh permodalan usaha.

Kehadiran Dirbinmas Polda Lampung Kombes Pol. A.F. Indra Napitupulu turut memperkuat pesan pentingnya stabilitas keamanan dan kondusivitas daerah sebagai faktor pendukung pertumbuhan investasi dan dunia usaha di Lampung.

Forum bisnis ini diikuti peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung, mulai dari pengusaha muda, pelaku UMKM, komunitas bisnis, hingga unsur organisasi kepemudaan. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi seminar, diskusi, dan networking bisnis yang berlangsung sepanjang kegiatan.

Melalui FORBISDA 2026, HIPMI Lampung berharap tercipta kolaborasi nyata antara pengusaha muda, pemerintah, dan lembaga strategis seperti OJK dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. (Gus)

Facebook Comments Box
Continue Reading