Berita Utama
Diduga Banyak Rekanan di Dinas PKPCK Lampung Yang Menang Tanpa Lawan
Alteripost.co, Bandarlampung-
Miris, itulah kata yang tepat menggambarkan kenyataan di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PKPCK) Lampung. Pasalnya, cukup banyak kegiatan yang hanya satu perusahaan atau kontraktor melakukan penawaran, dan hal tersebut kemudian diduga membuat banyak rekanan menang tanpa ada lawan.
Berdasarkan pantauan di laman LPSEProvinsiLampung, sebagai sampel kegiatan milik Dinas PKPCK yang tendernya hanya diikuti satu perusahaan saja dan rekanan diduga menang tanpa ada lawan, adalah kegiatan peningkatan jalan lingkungan Desa Sawo Jajar, Kota Bumi Utara, Lampung Utara dengan pagu 300,736,000,00, dimenangkan CV Pematang Lubang dengan nilai kontrak 296,490,000,00. Kemudian kegiatan yang kedua pembangunan jalan lingkungan suku 3, Desa Candra Mukti, Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten, Tulang Bawang Barat dengan pagu 251,460,000,00 dimenangkan oleh CV D’Jaya Pratama dengan nilai kontrak 247,938,000,00.
Saat dikonfirmasi perihal beberapa kegiatan yang hanya satu perusahaan melakukan penawaran dan diduga banyak rekanan yang menang tanpa lawan, Kepala Dinas PKPCK Lampung Thomas Edwin tidak merespon, padahal awak media sudah berupaya memberikan ruang agar berita berimbang ketika diterbitkan, Senin (28/06/2021).
Di sisi lain, Sekertaris Dinas PKPCK Tony Ardiansyah saat dikonfirmasi perihal yang sama, menyebut bahwa kegiatan yang telah dilelang milik Dinas PKPCK sudah dilakukan terbuka, sehingga siapa pun dapat mengikutinya. Pihaknya juga mengklaim bahwa Pokja pasti menilai dengan objektif.
“Prinsipnya kan lelang itu sudah terbuka untuk umum, jadi siapa pun bisa ikut. Saya juga meyakini bahwa Pokja pasti bekerja objektif dalam menilai peserta yang ikut tender,” dalihnya.
Saat disinggung mengenai banyaknya rekanan yang terindikasi penawarannya selisih sangat sedikit dengan nilai pagu anggaran dari masing-masing kegiatan. Tony menjelaskan hal tersebut tidak menjadi persoalan, selagi rekanan yang menang tersebut bekerja secara profesional.
“Ya tidak masalah, yang terpenting kan rekanan bekerja secara profesional. Seperti tidak adanya pengurangan volume dan hal-hal lainnya,” ucapnya. (Gus)
Berita Utama
Gaya Koboi Kadis PSDA Lampung Berpotensi Mengancam Kebebasan Pers
Alteripost.co, Bandarlampung-Menugungang kuda, bergerak tak takut apa pun dan menenteng sebuah pistol seperti seorang koboi di film-film Hollywood membuat diri setiap pemainnya merasa jumawa. Namun jika seorang pejabat publik bersikap dan berlagak seperti seorang koboi, apakah pantas?
Baru-baru ini, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Lampung Febrizal Levi Sukmawan mengeluarkan pernyataan bak seorang koboi di film Hollywood.
Dari rekaman suara yang beredar, bukannya membuat suasana semakin membaik, justru Kadis PSDA Lampung tersebut mengeluarkan nada ancaman disertai makian dan bakal mengebuk seorang jurnalis.
Dalam potongan percakapan suara yang beredar tersebut, tersebut Levi menyampaikan keberatannya terkait posisi wartawan yang disebutnya menghalangi pandangan saat forum berlangsung.
“Gua itu duduk di situ, gua ini kan tamu. Tapi kan dihalangi pandangan gua, di depan kan wartawan semua. Gua mau lihat itu,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Levi menjelaskan bahwa dirinya ingin melihat jalannya forum, termasuk timer yang digunakan untuk mengatur durasi pembicara.
“Pembicara itu Bunda Eva, Roy, itu kan mau lihat timer. Tapi nggak kelihatan karena dihalangi,” katanya.
Namun, pernyataan Levi tidak berhenti pada penjelasan tersebut. Dalam percakapan yang sama, ia juga menyebut nama salah satu jurnalis, Wildan Hanafi, dengan nada seperti koboi.
“Bukan Wildan saja, tapi ka*pang Wildan itu… gua gebuk bener Wildan, gua suruh cari Wildan, wartawan mana dia ha Kandidat” ucapnya.
Tak hanya itu, Levi juga mengaku akan mengerahkan orang-orangnya untuk mencari yang bersangkutan.
“Gua cari, nanti gua suruh Se*ta, gua gerakin orang-orang gua… malam ini gua cari dia, biar dia tahu,” lanjutnya.
Levi juga membantah bahwa dirinya yang secara langsung mengusir wartawan dari posisi tersebut.
“Yang ngusir juga bukan gua. Gua duduk di situ aja. Tapi pandangan gua tertutup,” katanya.
Meski demikian, pernyataan lanjutan Levi kembali menuai sorotan karena dinilai bernada ancaman.
“Suruh minta maaf sama gua, suruh buat klarifikasi. Kalau enggak, awas dia,” tegasnya.
Tentunya, dengan gaya koboi dari Kadis PSDA Lampung tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan jurnalis, terutama terkait keamanan dan berpotensi mengancam kebebasan pers dalam menjalankan tugas peliputan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi lanjutan dari pihak terkait mengenai maksud dan konteks pernyataan tersebut.
Peristiwa ini pun menjadi perhatian, mengingat pentingnya menjaga hubungan profesional antara pejabat publik dan insan pers dalam menjamin keterbukaan informasi kepada masyarakat. (Gus/rls)

