Tulang Bawang
Diikuti Forkopimda dan Satker, Pemkab Tuba Gelar Turnamen Tenis Meja Ganda
Alteripost Tulang Bawang – Pemerintah Kabupaten Tulangbawang menggelar Turnamen Tenis Meja Ganda dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) yang ke-53 tahun, Kamis (21/11/2024) lalu.
Lomba tersebut digelar dan diikuti seluruh unsur Forkopimda serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat.
Dimana Kategori yang dipertandingkan mencakup ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.
Saat arahannya PJ Bupati Tulangbawang, Ferli Yuledi mengajak kepada seluruh peserta yang hadir untuk menjadikan turnamen ini sebagai ajang mempererat kebersamaan dan sinergi antar instansi.

“Turnamen ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga kesempatan untuk mempererat silaturahmi dan menjaga semangat sportivitas bersama,” papar dia.
Selain itu menurutnya kegiatan ini juga tidak hanya menjadi sarana refreshing bagi para peserta, tetapi juga upaya meningkatkan pola hidup sehat di kalangan pegawai dan pejabat
Bahkan Turnamen ini diharapkan mampu menciptakan suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi untuk mewujudkan Kabupaten Tulangbawang yang lebih baik dan maju kedepannya.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, turnamen hari ini secara resmi saya buka. Saya berharap seluruh peserta dapat bertanding dengan semangat juang dan menjunjung tinggi nilai fair play yang ada,” tutupnya. (Adv)
Tulang Bawang
Bersama Masyarakat, Bupati dan Wakil Bupati Tuba Laksanakan Shalat Idul Adha di Islamic Center Menggala
Alteripost Tulang Bawang – Bupati dan Wakil Bupati Tulangbawang Qudrotul Ikhwan dan Hankam Hasan melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 H/2026 M di Masjid Baiturrahman Islamic Center Menggala, Rabu (27/5/2026).
Selain melaksanakan shalat bersama masyarakat, Bupati dan Wakil Bupati juga ikut serta menyaksikan proses pemotongan hewan kurban di Islamic Center setempat.
Bupati Tulangbawang Qudrotul Ikhwan saat sambutannya menuturkan Hari Raya Idul Adha mengandung nilai sejarah, spiritual, dan kemanusiaan yang sangat mendalam.
Idul Adha berawal dari kisah Nabi Ibrahim AS yang mendapatkan perintah dari Allah SWT melalui mimpi untuk menyembelih putranya tercinta, Nabi Ismail AS. Kisah ini menjadi simbol kesempurnaan iman, keikhlasan, pengorbanan, dan ketundukan manusia kepada Sang Pencipta.
Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS juga menjadi cikal bakal pelaksanaan ibadah kurban. Kurban mengajarkan keikhlasan, pengorbanan, dan berbagi kepada mereka yang membutuhkan tanpa membedakan latar belakang.
“Kemudian jika kita renungkan lebih dalam, nilai-nilai Idul Adha juga sangat relevan dengan kehidupan masa kini. Dalam konteks kehidupan bermasyarakat dan pembangunan daerah, nilai-nilai Idul Adha memiliki makna yang sangat besar. Pembangunan tidak akan berhasil tanpa adanya pengorbanan, kerja keras, keikhlasan, dan kedisiplinan,” tuturnya.
Dirinya juga mengungkapkan dalam pembangunan, pemerintah tentu tidak mungkin bekerja sendiri. Kemajuan daerah membutuhkan dukungan semua pihak, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, kaum perempuan, pelaku usaha, para petani, nelayan, tenaga pendidik, aparatur pemerintah, serta seluruh lapisan masyarakat.
“Maka dalam kesempatan ini mari kita meneladani semangat pengorbanan yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS melalui pengabdian nyata kepada masyarakat dan daerah sesuai dengan kewenangan dan kapasitas masing-masing,” terangnya. (Can)

