Lampung Selatan
Budayakan Olahraga Kejuaraan Terkam Kemenpora, Resmi Dibuka Oleh Bupati di GWH Kalianda
Alteripost Kalianda – Kejuaraan antarkampung (Tarkam) Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) resmi dibuka di Gedung Olahraga Way Handak (GWH) Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel). Kamis (5/12/2024).
Cabang lomba yang dilombakan meliputi atletik, senam, tenis meja dan badminton. Kejuaraan itu diikuti oleh para atlet dari 17 Kecamatan dengan total 425 peserta.
Kejuaraan yang diadakan Kemenpora RI bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan itu bertujuan untuk membudayakan olahraga di masyarakat, sekaligus sebagai sarana pencarian bakat-bakat atlet olahraga nasional.
“Tujuan dari kejuaraan ini untuk memotivasi masyarakat untuk gemar berolahraga, lebih berprestasi di bidang olahraga,” kata Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lampung Selatan, Yespi Corry saat menyamaikan laporan kegiatan.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Lamsel Nanang Ermanto menyampaikan, Kejuaraan Tarkam Kemenpora 2024 tersebut merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam mendukung perkembangan olahraga.
Oleh sebab itu, Bupati Nanang berharap, kegiatan tersebut dapat menjadi wadah bagi pencarian bakat atlet dan meningkatkan semangat olahraga di tingkat daerah.
“Harapan saya, kita bukan hanya mencari juara tapi bagaimana pembinaan atlet-atlet. Kita akan menyongosong generasi emas, kalau kontinu kita pasti bisa mencetak generasi yang baik untuk mewakili Kabupaten Lampung Selatan,” kata Nanang.
Selain itu, lanjut Nanang, Kejuaraan Tarkam Kemenpora 2024 menjadi bagian dari kampanye untuk memerangi dampak negatif judi online terutama di kalangan anak muda.
“Kita ciptakan generasi anti narkoba dan judi online. Jangan tergiur dengan kesenangan sesaat tapi menyesatkan hidup kita,” ujar Nanang.
Sementara itu, Ketua Tim Tarkam Wilayah Sumatera, Angga Prananda Bakti berharap kejuaraan Tarkam Kemenpora 2024 tersebut bisa menghasilkan atlet-atlet berbakat yang kelak dapat memperkuat tim nasional Indonesia.
Angga Prananda Bakti menyebut, Kejuaraan Tarkam Kemenpora 2024 juga dilaksanakan dengan sangat adil dan menyertakan juri yang sudah bersertifikat nasional, sehingga tidak perlu diragukan lagi penilaiannya.
“Kejuaraan Tarkam ini merupakan kegiatan prioritas dari Kemenpora. Tujuannya untuk lebih mengajak masyarakat mau dan berbudaya fisik,” kata Angga Prananda Bakti. (*)
Lampung Selatan
Dinas Pendidikan Lampung Selatan Siagakan Layanan Pengaduan Selama SPMB
Alteripost Kalianda – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Lampung Selatan yang dilakukan secara online dan real-time untuk jenjang SD dan SMP dipastikan berjalan lancar, transparan, serta mengedepankan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.
Seiring proses seleksi yang masih berlangsung, Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan mengimbau masyarakat untuk mewaspadai praktik percaloan maupun tawaran “jasa titipan” yang menjanjikan kelulusan calon peserta didik.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan, Syaifulloh, menegaskan bahwa seluruh tahapan SPMB tahun ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus menutup ruang terjadinya maladministrasi dalam proses penerimaan siswa baru.
Berdasarkan data pusat kendali SPMB Dinas Pendidikan per 25 Juni 2026, distribusi kuota penerimaan jenjang Sekolah Dasar telah berjalan sesuai ketentuan. Sebanyak 475 SD di Kabupaten Lampung Selatan telah mengakomodasi kuota melalui Jalur Domisili sebesar 80 persen, Jalur Afirmasi 15 persen, dan Jalur Mutasi 5 persen.
Sementara itu, untuk jenjang SMP, proses pendaftaran melalui Jalur Domisili dan Afirmasi masih berlangsung hingga 26 Juni 2026. Adapun komposisi kuota yang diterapkan terdiri dari 40 persen Jalur Domisili, 20 persen Jalur Afirmasi, 35 persen Jalur Prestasi, dan 5 persen Jalur Mutasi.
Menurut Syaifulloh, integrasi sistem pendaftaran berbasis digital yang diterapkan tahun ini terbukti mampu memangkas birokrasi yang selama ini kerap menjadi keluhan masyarakat. Selain itu, pengaturan kuota yang proporsional juga dilakukan secara ketat guna memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan yang adil untuk mengakses pendidikan.
“Sehingga tidak akan terjadi ada sekolah yang kelebihan siswa dan tidak sesuai ketentuan, sementara ada sekolah lain yang kekurangan murid,” kata Syaifulloh dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).
Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu percaya terhadap pihak-pihak tertentu yang menawarkan bantuan untuk meloloskan calon siswa melalui jalur tidak resmi, terlebih apabila disertai permintaan imbalan atau tarif tertentu.
Menurutnya, seluruh proses seleksi berlangsung secara terbuka dan dapat dipantau langsung oleh masyarakat melalui sistem yang telah disediakan.
Karena itu, segala bentuk praktik percaloan maupun penyalahgunaan kewenangan tidak memiliki ruang dalam pelaksanaan SPMB tahun ini.
Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan bersama seluruh satuan pendidikan juga menyatakan komitmennya untuk menjaga integritas pelaksanaan SPMB agar tetap berjalan murni, bersih, dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Segala bentuk pelanggaran, kecurangan, ataupun praktik percaloan yang ditemukan di lapangan akan ditindak tegas sesuai ketentuan undang-undang,” tegas Syaifulloh.
Untuk menjamin keterbukaan informasi, masyarakat diimbau memantau perkembangan jurnal seleksi secara mandiri dan berkala melalui portal resmi SPMB. Selain itu, tim teknologi informasi dan layanan pengaduan juga disiagakan guna membantu masyarakat yang mengalami kendala teknis maupun validasi dokumen selama proses pendaftaran.
Syaifulloh juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan indikasi praktik tidak sehat selama pelaksanaan SPMB. Laporan dapat disampaikan melalui layanan Halo Lamsel di nomor 0821-2880-0800 atau secara langsung ke Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan.
Di sisi lain, Dinas Pendidikan mengingatkan para orang tua dan wali murid agar menyikapi hasil seleksi secara bijak mengingat daya tampung setiap sekolah memiliki keterbatasan.
“Bagi para orang tua diharapkan tidak memaksakan diri agar putra-putrinya harus diterima di sekolah tertentu. Dinas Pendidikan menegaskan bahwa kualitas pendidikan di Kabupaten Lampung Selatan saat ini telah merata, sehingga semua sekolah memiliki standar mutu pelayanan yang sama baiknya,” ujar Syaifulloh. (*)

