Connect with us

Ruwajurai

Taring Lampung Jumat Berkah Berbagi di Panti Asuhan As Sanura

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Organisasi Pers Pewarta Dalam Jaringan (Taring) Provinsi Lampung, kembali berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan, Jumat (7/2/2025).

Pada Jumat itu, Program Taring Peduli Berbagi memberikan makanan nasi kotak dan sejumlah karung beras untuk Panti Asuhan As Sanura Kota Bandar Lampung.

Pengurus Panti Asuhan As Sanura, Tesi Aprianti yang didampingi sejumlah anak asuhnya, itu mengaku senang karena telah diberikan bantuan oleh Taring.

Menurutnya, bantuan tersebut sangat berguna bagi kelangsungan hidup bagi penghuni panti yang beralamat di Kelurahan Pahoman, Kecamatan Enggal itu.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur telah diberikan bantuan berupa nasi kota dan beras. Terima kasih atas bantuan ini,” kata Tesi kesempatan itu.

“Kami juga akan selalu mendoakan Taring Lampung agar selalu diberkahi dan keselamatan dari Allah Swt,” sambung wanita mengenakan hijab itu.

Sementara itu, Ketua Bidang kesejahteraan Anggota dan Usaha Jafar Shodiq mengaku memberikan sejumlah bantuan bentuk tanggung jawab terhadap masyarakat kecil.

Bantuan yang tidak seberapa nilainya itu, ia berharap dapat dimanfaatkan sebaik mungkin bagi kebutuhan penghuni Panti Asuhan As Sanura Bandar Lampung.

“Semoga bantuan ini bermanfaat,” ujarnya didampingi yang Ketua Bidang OKK Harry Silaban dan Bidang Hubungan Antarlembaga Yoga Dio Ansuda itu. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Ruwajurai

BI Lampung: Inflasi 0,19 Persen, Stabil di Tengah Tekanan Global

Published

on

Alteripost Lampung – Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Lampung pada Maret 2026 mengalami inflasi sebesar 0,19 persen (month to month/mtm), lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang tercatat 0,36 persen (mtm). Angka ini juga sejalan dengan rata-rata inflasi Februari dalam tiga tahun terakhir yang berada di level 0,19 persen.

Secara tahunan, inflasi Lampung tercatat sebesar 1,16 persen (year on year/yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,48 persen (yoy).

Inflasi Maret terutama didorong oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta transportasi. Komoditas utama penyumbang inflasi antara lain daging ayam ras (0,05 persen), bensin (0,04 persen), telur ayam ras (0,03 persen), dan beras (0,03 persen).

Kenaikan harga pangan tersebut dipicu meningkatnya permintaan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 2026.

Sementara itu, kenaikan harga bensin dipengaruhi penyesuaian harga BBM non-subsidi oleh PT Pertamina pada 1 Maret 2026, seiring dinamika harga minyak global.

Di sisi lain, tekanan inflasi tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas. Cabai merah dan tomat masing-masing memberikan andil deflasi sebesar -0,09 persen dan -0,02 persen (mtm), seiring meningkatnya pasokan dari sentra produksi di Pesawaran dan Lampung Tengah.

Selain itu, penurunan harga emas dunia turut menekan harga emas perhiasan dengan andil -0,02 persen.

Ke depan, Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan (KPw) Lampung memprakirakan inflasi tetap terjaga dalam sasaran 2,5±1 persen (yoy) hingga akhir 2026. Meski demikian, sejumlah risiko masih perlu diwaspadai.

Dari sisi inflasi inti, risiko berasal dari peningkatan permintaan akibat kenaikan UMP 2025 sebesar 5,35 persen yang direalisasikan bertahap sepanjang 2026, serta potensi kenaikan harga emas dunia di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Sementara itu, pada komponen volatile food, risiko dipicu oleh rendahnya realisasi tanam akibat curah hujan tinggi pada Maret 2026 yang berpotensi menekan hasil panen. Selain itu, berdasarkan analisis BMKG, curah hujan diprakirakan rendah pada April–September, serta adanya potensi El Nino lemah pada semester II yang dapat mengganggu produksi pangan dan hortikultura.

Dari sisi administered prices, risiko inflasi berasal dari potensi kenaikan harga BBM akibat fluktuasi harga minyak dunia, serta dampak lanjutan kenaikan tarif Tol Lampung ruas Bakauheni–Terbanggi Besar terhadap biaya transportasi dan harga barang.

Dalam upaya menjaga stabilitas harga, BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung terus memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui pendekatan 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Langkah konkret yang dilakukan antara lain operasi pasar beras, penguatan kerja sama antar daerah, perbaikan distribusi pangan, hingga optimalisasi komunikasi publik guna menjaga ekspektasi inflasi di tengah ketidakpastian global.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading