Bandar Lampung
Ajak Masyarakat Meraih Berkah, ACT Bandarlampung Flash Sale Hewan Qurban
Alteripost.co, Bandarlampung-
Hari Raya Idhul Adha atau Hari Raya Qurban, 1442 H-2021 M jatuh pada Selasa, 20 Juli 2021. Umat muslim tentunya sangat menantikan moment ini sebagai salah satu cara untuk beribadah kepada sang Kholiqul alam.
Qurban merupakan bagian dari Syariat Islam yang sudah ada semenjak manusia ada. Ketika putra-putra Nabi Adam Alaihissalam diperintahkan berqurban. Maka Allah Ta’ala menerima qurban yang baik dan diiringi ketakwaan dan menolak qurban yang buruk. Allah Ta’ala berfirman:
“Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan qurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!” Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertaqwa” (QS Al-Maaidah 27).
Tinggal beberapa hari lagi menuju Hari Raya Qurban, untuk anda yang membutuhkan hewan qurban, tahun ini akan menjadi tahun yang spesial.
ACT (Aksi Cepat Tanggap) mengajak sahabat dermawan untuk berburu hewan qurban murah untuk mendapatkan Keberkahan.
Qurban dengan Harga Murah Bukan Berarti anda mendapatkan kualitas hewan qurban yang biasa saja, justru kami menyiapkan hewan qurban dengan kualitas terbaik.
Berikut harga Potongan Qurbannya :
Flash Sale Qurban sampai 15% dengan harga:
1. Kambing (dari harga Rp. 2.300.000 setelah diskon menjadi Rp 1.955.000)
2. Sapi (dari Rp.16.100.000 setelah diskon menjadi Rp.13.685.000)
Harga Special ini bisa anda dapatkan dalam 2 hari berturut-turut pada 14 Juli 2021 dan 16 Juli 2021 pada pukul 16:00-20:00
Melalui link :
Bit.ly/qurbanbandarlampung
Untuk informasi lebih lengkapnya bisa Konfirmasi Flash Sale melalui Admin ACT di 0852 6888 0088 atau langsung transfer melalui: 1. BSI Rekening a.n Aksi Cepat Tanggap ACT : 7164154275
2. BSI Rekening a.n Yayasan Global Qurban Bandar Lampung : 7158527728
Kata qurban yang dipahami, berasal dari bahasa Arab, artinya pendekatan diri, sedangkan maksudnya adalah menyembelih binatang ternak sebagai sarana pendekatan diri kepada Allah.
Arti ini dikenal dalam istilah Islam sebagai udhiyah. Udhiyah secara bahasa mengandung dua pengertian, yaitu kambing yang disembelih waktu Dhuha dan seterusnya, dan kambing yang disembelih di hari ‘Idul Adha.
Meskipun pandemi masih terus membatasi langkah kita untuk dapat berkarya dan berusaha seperti sehari-hari sebelumnya, namun tentunya niat melaksanakan ibadah kepada Allah Swt, tidak boleh surut meskipun selangkah.
“Semoga kita dapat menjadi orang-orang yang senantiasa bertaqwa kepadaNya, dalam setiap tarikan nafas kita. Aamiin Allahumma Aamiin,” . (rls)
Bandar Lampung
Wali Kota Eva Dwiana Dorong Kolaborasi Tangani Banjir Lewat FGD Roadmap
Alteripost Bandar Lampung – Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana menegaskan komitmen serius Pemerintah Kota dalam menangani persoalan banjir yang selama ini menjadi pekerjaan rumah besar di ibu kota Provinsi Lampung.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Roadmap Penanganan Banjir Bandar Lampung: Solusi Infrastruktur, Lingkungan, dan Kebijakan” yang digelar di Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan FGD dibuka secara resmi oleh Gubernur Lampung yang diwakili oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Lampung. Dalam sambutan pembukaan, disampaikan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Lampung terhadap langkah kolaboratif penanganan banjir di Kota Bandar Lampung sebagai ibu kota provinsi. Rektor IIB Darmajaya turut memberikan sambutan selaku tuan rumah kegiatan.
FGD ini menghadirkan akademisi, pakar lingkungan, praktisi tata kota, perwakilan OPD terkait, unsur Forkopimda, camat, lurah, komunitas peduli lingkungan, serta mahasiswa untuk bersama merumuskan peta jalan penanganan banjir secara komprehensif. Pembahasan mencakup normalisasi sungai, drainase perkotaan, daerah resapan air, tata ruang, hingga penguatan regulasi dan partisipasi masyarakat.
Dalam forum tersebut juga disampaikan deklarasi komitmen bersama untuk mendukung implementasi roadmap berbasis data dan kajian ilmiah, memperkuat sinergi program infrastruktur, lingkungan, kebijakan lintas sektor, serta meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam mitigasi banjir.
Dalam pemaparannya, Eva Dwiana menekankan bahwa penanganan banjir tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi semua pihak.
“Banjir ini bukan hanya masalah pemerintah, tapi tanggung jawab kita bersama. Semua yang ada di sini harus ikut terlibat dalam penanganannya,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, kondisi geografis Bandar Lampung dengan puluhan aliran sungai menjadi tantangan tersendiri. Tercatat terdapat enam sungai besar dan sekitar 33 aliran sungai kecil yang melintasi wilayah kota, sementara sebagian di antaranya mengalami penyempitan akibat bangunan liar.
“Banyak bangunan yang berdiri di atas aliran sungai, bahkan menutup saluran air. Termasuk di beberapa kawasan yang membuat aliran tidak normal dan memicu banjir,” jelasnya.
Eva menegaskan, penertiban bangunan di atas sungai akan tetap dilakukan dengan pendekatan persuasif. Pemerintah, kata dia, tidak ingin menimbulkan konflik sosial dalam proses penanganan.
“Kita harus manusiawi. Tapi kalau ini tidak ditangani, Bandar Lampung bisa terus tenggelam saat hujan deras,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah kota, provinsi, serta Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung dalam menyelesaikan persoalan banjir secara menyeluruh.
“Kalau kita diamkan, banjir akan terus berulang. Maka harus ada kerja bersama, dari hulu sampai hilir,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Eva turut mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk akademisi dan organisasi lingkungan yang telah memberikan masukan dalam penyusunan roadmap penanganan banjir.
Ia berharap, melalui forum ini akan lahir langkah konkret dan terintegrasi agar ke depan Bandar Lampung dapat terbebas dari banjir.
“Kita ingin ke depan tidak ada lagi banjir di Bandar Lampung. Itu harapan kita bersama,” pungkasnya. (Lena)

