Lampung Selatan
Sidak ke Ketapang, Bupati Egi Serap Aspirasi Warga
Alteripost Ketapang – Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama (Egi) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Kecamatan Ketapang, Jumat (11/4/2025).
Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas pelayanan publik berjalan optimal, dengan cara mendengar langsung keluhan dan masukan dari masyarakat.
Bupati Egi ingin memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus berjalan dengan prima. Dalam kunjungannya, dia juga berdialog langsung dengan warga.
Salah satu yang dia temui yakni Caryo, warga Desa Taman Jaya, Kecamatan Ketapang yang tengah mengurus administrasi surat nikah anaknya.
“Bagaimana pelayanan di Kecamatan Ketapang ini? Kalau dari skala 1 sampai 10, berapa nilainya?” tanya Bupati Egi kepada Caryo.
“Alhamdulillah baik, Pak. Saya sedang mengurus surat nikah anak, dan masih dalam proses. Pelayanan di sini 9,5,” ujar Caryo menjawab pertanyaan Bupati Egi.
Bupati Egi mengapresiasi jawaban tersebut dan menyampaikan bahwa pelayanan publik harus terus ditingkatkan. Kendati demikian, Bupati Egi mengingatkan para pegawai Kecamatan Ketapang, akan pentingnya kedisiplinan dalam bekerja, khususnya soal kehadiran.
“Ini kan kalian melayani masyarakat, jadi harus bisa jadi contoh, disiplin itu wajib dijalankan. Saya minta semua pegawai lebih disiplin dalam kehadiran dan menjalankan tugas. Kebersihan juga perlu diperhatikan, dari dalam ruangan hingga luar maupun toiletnya harus bersih dan kering,” imbuh Bupati Egi.
Selain ke Kantor Kecamatan Ketapang, Bupati Egi juga sempat melakukan sidak ke Kantor Kecamatan Sragi untuk mengecek layanan publik dan tingkat kedisiplinan pegawai.
Sidak tersebut merupakan bagian dari upaya Bupati Radityo Egi Pratama dalam membangun birokrasi yang profesional, responsif, dan berorientasi pada pelayanan prima bagi masyarakat Lampung Selatan.(*)
Lampung Selatan
Bupati Egi Dorong SPPG Bandar Agung Tak Hanya Penuhi Gizi, tetapi Juga Gerakkan Ekonomi Warga
Alteripost Sragi – Senyum dan antusiasme anak-anak mewarnai kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T Bandar Agung di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan.
Bagi mereka, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar menyediakan makanan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus menghemat uang jajan.
Respons positif tersebut terlihat saat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, berinteraksi langsung dengan para siswa dalam peresmian SPPG 3T Bandar Agung, Rabu (14/10/2026). Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan gizi, terutama bagi anak-anak di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.
Peresmian di Kabupaten Lampung Selatan ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Egi bersama Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional (BGN), Zainuri.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Peresmian Serentak SPPG Tahap II di Wilayah Indonesia Tengah dan Barat, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.
Peresmian yang dipusatkan di Provinsi Aceh itu diikuti 16 provinsi, dengan total 980 SPPG di wilayah 3T Indonesia bagian tengah. Langkah ini menjadi bagian dari perluasan jangkauan Program MBG agar manfaat pemenuhan gizi dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.
Saat berdialog dengan para siswa, Egi menanyakan tanggapan mereka terhadap makanan yang disediakan melalui program tersebut.
Anak-anak menyampaikan bahwa mereka senang dengan menu MBG. Selain memperoleh makanan, mereka juga merasakan manfaat karena dapat menghemat uang jajan.
Mendengar jawaban itu, Egi mengajak para siswa menyampaikan rasa terima kasih atas hadirnya program tersebut.
“Kalau senang, kita harus bilang terima kasih kepada Bapak Presiden,” tuturnya.
Bagi Egi, antusiasme anak-anak menjadi gambaran penting tentang bagaimana program pemenuhan gizi diterima oleh penerima manfaat. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari pelaksanaannya, melainkan juga dari kualitas pelayanan dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Karena itu, ia mengapresiasi Badan Gizi Nasional dan seluruh pihak yang telah bersinergi dalam menghadirkan SPPG di Kecamatan Sragi. Menurutnya, koordinasi dan pengawasan perlu terus diperkuat agar pelayanan berjalan optimal dan sesuai dengan tujuan program.
Egi juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan SPPG. Ia mengaitkan hal tersebut dengan program HELAU yang dikembangkan Pemkab Lampung Selatan untuk mewujudkan lingkungan yang hijau, elok, lestari, aman, dan unggul.
“Kita punya program Desa HELAU. Semoga SPPG-nya juga bisa menjadi SPPG HELAU, biar cantik SPPG-nya,” ujar Egi.
Selain mendukung pemenuhan gizi anak, keberadaan SPPG di wilayah Sragi diharapkan membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha setempat. Petani, peternak, dan pemasok bahan pangan lokal berpotensi terlibat dalam rantai pasok kebutuhan SPPG, sehingga manfaat program dapat menjangkau sektor ekonomi masyarakat.
Keterlibatan pelaku usaha lokal tersebut perlu dibangun melalui kemitraan yang saling menguntungkan, dengan tetap memperhatikan kualitas, keamanan, dan ketersediaan bahan pangan. Dengan demikian, perluasan layanan gizi juga berpeluang menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih luas di sekitar wilayah pelayanan.
Melalui kehadiran SPPG 3T Bandar Agung, Pemkab Lampung Selatan berharap akses pelayanan pemenuhan gizi semakin luas, khususnya bagi anak-anak di wilayah pelosok.
Di saat yang sama, kolaborasi antara pemerintah, pengelola SPPG, dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(*)

