Connect with us

Lampung

Hasil Evaluasi dari Kemendagri, Lampung Masuk Kategori Fiskal Kuat

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus memperkuat percepatan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 guna memastikan manfaat anggaran dirasakan langsung oleh masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Komitmen tersebut sejalan dengan hasil Rapat Koordinasi Evaluasi Realisasi APBD Provinsi serta Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2025 yang digelar Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia di Jakarta, Selasa (24/12/2025).

Dalam forum tersebut, Kemendagri menilai kinerja pengelolaan fiskal Provinsi Lampung berada dalam kondisi stabil dan semakin menguat.

Berdasarkan pemetaan Kemendagri, Provinsi Lampung masuk dalam kategori Fiskal Kuat, yang ditandai dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) lebih besar dibandingkan dana transfer dari pemerintah pusat. Kondisi ini mencerminkan kemandirian fiskal yang semakin solid serta kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan secara berkelanjutan.

Capaian tersebut menempatkan Lampung sebagai salah satu provinsi dengan struktur keuangan daerah yang sehat, resilien, dan memiliki ruang fiskal yang memadai untuk mempercepat pembangunan serta memperluas pelayanan publik.

Pada aspek belanja daerah, kinerja Provinsi Lampung juga menunjukkan hasil yang progresif. Hingga 23 Desember 2025, realisasi belanja APBD Provinsi Lampung tercatat melampaui rata-rata nasional provinsi sebesar 76,80 persen. Capaian ini mencerminkan kemampuan pemerintah daerah dalam mengeksekusi program dan kegiatan secara efektif, sekaligus memastikan APBD berfungsi optimal sebagai instrumen penggerak ekonomi daerah.

Realisasi belanja yang tinggi tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mempercepat pembangunan, menjaga daya beli masyarakat, serta mendorong peredaran uang di daerah melalui belanja publik yang produktif dan berdampak langsung.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, menegaskan bahwa Pemprov Lampung akan menindaklanjuti seluruh saran dan rekomendasi strategi yang disampaikan pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri guna menjaga kesinambungan kinerja fiskal daerah.

“Pemprov Lampung akan mengikuti dan mengimplementasikan saran serta rekomendasi strategi dari pemerintah pusat. Langkah konkret yang kami lakukan adalah memperkuat mitigasi dan pendampingan kepada seluruh organisasi perangkat daerah dalam rangka meningkatkan efektivitas pengelolaan pendapatan dan belanja daerah,” ujar Marindo.

Ia menjelaskan bahwa pendampingan difokuskan pada penguatan perencanaan, percepatan pelaksanaan program, serta peningkatan kualitas pengendalian internal agar pelaksanaan APBD berjalan lebih tepat waktu, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Dengan mitigasi yang terukur dan pendampingan yang berkelanjutan, kami optimistis pengelolaan APBD di Provinsi Lampung akan semakin optimal dan berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.

Selain itu, Marindo menekankan pentingnya sinergi antara Pemprov dengan pemerintah kabupaten dan kota dalam memperkuat kinerja pengelolaan keuangan daerah secara menyeluruh.

“Kami terus mendorong penguatan koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota agar pelaksanaan APBD berjalan lebih cepat, lebih efektif, dan selaras dengan prioritas pembangunan daerah,” ujarnya.

Dari sisi pengelolaan kas daerah, posisi kas Provinsi Lampung berada di bawah rata-rata nasional provinsi sebesar Rp1,35 triliun. Kondisi tersebut mencerminkan bahwa pemerintah daerah tidak menahan dana di kas, melainkan aktif merealisasikan anggaran untuk mendukung program pembangunan dan pelayanan publik.

Secara keseluruhan, kinerja fiskal Provinsi Lampung pada Tahun Anggaran 2025 menunjukkan kemandirian fiskal yang kuat, realisasi belanja yang progresif dan melampaui rata-rata nasional, serta pengelolaan kas daerah yang aktif dan produktif.

Pemprov Lampung memastikan akan terus memperkuat tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap dinamika pembangunan, serta meningkatkan sinergi lintas pemerintah daerah agar APBD benar-benar menjadi instrumen utama pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.(Red)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung

Festival Krakatau 2026 Semarak, Budaya Lampung Bergema Lewat Tapis Karnaval

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal didampingi Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan melakukan flag off sebagai tanda dimulainya Lampung Tapis Karnaval dalam rangkaian Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 di Tugu Adipura, Bandar Lampung, Minggu (30/8/2026).

Karnaval diawali dengan defile pasukan berkuda yang langsung menarik perhatian masyarakat. Ribuan warga tampak memadati sejumlah ruas jalan yang menjadi rute karnaval untuk menyaksikan kemeriahan parade budaya tersebut.

Lampung Tapis Karnaval melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Lampung dan pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung, TNI dan Polri, sekolah negeri maupun swasta, atlet dan pemuda berprestasi tingkat nasional dan internasional, hingga organisasi kemasyarakatan.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi gambaran semangat kebersamaan dalam memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan budaya Lampung kepada masyarakat luas.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, Festival Krakatau tidak sekadar menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk menjaga adat dan budaya sekaligus memperkuat persatuan masyarakat Lampung.

“Insya Allah Festival Krakatau hari ini akan menjadi sarana kita untuk ikut melestarikan adat, melestarikan budaya, menambah kekuatan, dan terutama mempersatukan kita bahwa Provinsi Lampung bersatu, damai, rukun, dan tenteram,” ujar Gubernur.

Lampung Tapis Karnaval menempuh rute dari Tugu Adipura, Jalan Kartini, Jalan Sukma, Jalan Pangkal Pinang, Jalan Raden Intan, Jalan Tulang Bawang, hingga berakhir di Jalan Sriwijaya, kawasan Lapangan Saburai.

Sepanjang rute, masyarakat terlihat antusias menyaksikan beragam penampilan dan parade peserta. Kepadatan warga di sepanjang jalur karnaval semakin menambah semarak pelaksanaan Festival Krakatau 2026.

Karnaval tersebut sekaligus menjadi momentum memperkenalkan tapis sebagai salah satu warisan budaya sekaligus identitas Lampung melalui kemasan kegiatan yang kreatif, meriah, dan melibatkan masyarakat secara luas.

Festival Krakatau Hadirkan Beragam Kegiatan

Festival Krakatau 2026 telah berlangsung sejak 25 Agustus dan mencapai puncaknya pada 30 Agustus 2026. Selama pelaksanaannya, masyarakat disuguhkan berbagai kegiatan yang terbuka untuk umum.

Sejumlah agenda yang digelar di antaranya Krakatau Festival Kuliner, Krakatau Kopi Expo, modern dance, festival band, zumba dance, coffee battle, Seruit Battle, Krakatau Run, hingga Karnaval Festival.

Rangkaian Festival Krakatau 2026 kemudian ditutup dengan Pesona Kemilau Krakatau. Beragam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Lampung menjadikan Festival Krakatau sebagai ruang promosi budaya, kreativitas, pariwisata, kuliner, dan ekonomi kreatif daerah.

Di sela kegiatan, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan Festival Krakatau bukan hanya agenda pemerintah, melainkan kegiatan bersama yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

“Ini bukan hanya acara pemerintah, ini adalah acara bersama, acara semua komunitas, tokoh adat dan semua elemen masyarakat. Semuanya semangat untuk menunjukkan bahwa inilah budaya Lampung yang terdiri dari ragam marga dan budaya dan di sini kita berkumpul menjadi satu,” kata Mirza.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam Festival Krakatau menjadi salah satu hal yang membanggakan. Ia menilai kehadiran pelajar, mahasiswa, dan anak muda lainnya menunjukkan bahwa Lampung memiliki sumber daya manusia yang besar sekaligus memiliki kepedulian terhadap budaya daerah.

“Tadi kita lihat hampir semua anak-anak muda, baik SMA, mahasiswa. Ini menunjukkan kita punya SDM yang banyak, SDM yang semangat dan cinta dengan budaya Lampung,” pungkasnya.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading