Lampung Selatan
Puluhan Murid TK IT Al Mumtaza Meriahkan Pawai Sambut Ramadan di Kalianda
Alteripost Kalianda – Puluhan murid TK IT Al Mumtaza menggelar pawai jalan kaki mengelilingi lingkungan sekolah hingga kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sebagai bentuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan yang menjadi agenda tahunan sekolah tersebut berlangsung meriah dengan nuansa edukatif dan penuh keceriaan.
Mengenakan busana muslim, para murid beriringan berjalan kaki menyusuri jalan lingkungan sekolah. Rute pawai melintasi sejumlah titik, mulai dari Gedung DPRD Lampung Selatan, Dinas Kesehatan, hingga Dinas Peternakan sebelum kembali ke sekolah.
Sebelum memulai kegiatan, anak-anak terlebih dahulu diberikan arahan oleh guru serta diajak menyanyikan lagu-lagu bertema Ramadan untuk menumbuhkan semangat dan suasana kebersamaan. Kreativitas juga terlihat dari penggunaan kaleng biskuit yang dihias menyerupai beduk sebagai pengiring pawai.
Begitu dilepas dari garis start di kawasan Jalan Lorong Usaha Bersama/Kompleks Azen, Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, anak-anak tampak antusias berjalan sambil memukul kaleng yang menghasilkan bunyi ritmis layaknya beduk. Suasana ceria mewarnai perjalanan mereka, dengan tawa dan semangat yang terus terjaga sepanjang rute.
Meski melibatkan puluhan peserta, kegiatan berlangsung tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi. Para guru turut mendampingi untuk memastikan keamanan dan kelancaran kegiatan.
Kepala TK IT Al Mumtaza, Andriani, mengatakan bahwa pawai songsong Ramadan merupakan program rutin yang bertujuan menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini sekaligus memperkenalkan makna bulan suci Ramadan kepada anak-anak.
“Pawai Songsong Ramadan ini merupakan agenda tahunan sekolah. Kegiatan ini sengaja digelar untuk menyambut bulan suci Ramadan,” ujar Andriani.
Ia berharap kegiatan itu dapat menumbuhkan rasa gembira anak-anak dalam menyambut Ramadan serta memotivasi mereka untuk semangat menjalankan ibadah puasa.
“Harapannya, anak-anak senang dengan datangnya bulan Ramadan dan lebih semangat dalam menjalankan ibadah di bulan suci,” tambahnya.(*)
Lampung Selatan
Bupati Egi Dorong SPPG Bandar Agung Tak Hanya Penuhi Gizi, tetapi Juga Gerakkan Ekonomi Warga
Alteripost Sragi – Senyum dan antusiasme anak-anak mewarnai kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T Bandar Agung di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan.
Bagi mereka, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar menyediakan makanan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus menghemat uang jajan.
Respons positif tersebut terlihat saat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, berinteraksi langsung dengan para siswa dalam peresmian SPPG 3T Bandar Agung, Rabu (14/10/2026). Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan gizi, terutama bagi anak-anak di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.
Peresmian di Kabupaten Lampung Selatan ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Egi bersama Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional (BGN), Zainuri.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Peresmian Serentak SPPG Tahap II di Wilayah Indonesia Tengah dan Barat, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.
Peresmian yang dipusatkan di Provinsi Aceh itu diikuti 16 provinsi, dengan total 980 SPPG di wilayah 3T Indonesia bagian tengah. Langkah ini menjadi bagian dari perluasan jangkauan Program MBG agar manfaat pemenuhan gizi dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.
Saat berdialog dengan para siswa, Egi menanyakan tanggapan mereka terhadap makanan yang disediakan melalui program tersebut.
Anak-anak menyampaikan bahwa mereka senang dengan menu MBG. Selain memperoleh makanan, mereka juga merasakan manfaat karena dapat menghemat uang jajan.
Mendengar jawaban itu, Egi mengajak para siswa menyampaikan rasa terima kasih atas hadirnya program tersebut.
“Kalau senang, kita harus bilang terima kasih kepada Bapak Presiden,” tuturnya.
Bagi Egi, antusiasme anak-anak menjadi gambaran penting tentang bagaimana program pemenuhan gizi diterima oleh penerima manfaat. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari pelaksanaannya, melainkan juga dari kualitas pelayanan dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Karena itu, ia mengapresiasi Badan Gizi Nasional dan seluruh pihak yang telah bersinergi dalam menghadirkan SPPG di Kecamatan Sragi. Menurutnya, koordinasi dan pengawasan perlu terus diperkuat agar pelayanan berjalan optimal dan sesuai dengan tujuan program.
Egi juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan SPPG. Ia mengaitkan hal tersebut dengan program HELAU yang dikembangkan Pemkab Lampung Selatan untuk mewujudkan lingkungan yang hijau, elok, lestari, aman, dan unggul.
“Kita punya program Desa HELAU. Semoga SPPG-nya juga bisa menjadi SPPG HELAU, biar cantik SPPG-nya,” ujar Egi.
Selain mendukung pemenuhan gizi anak, keberadaan SPPG di wilayah Sragi diharapkan membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha setempat. Petani, peternak, dan pemasok bahan pangan lokal berpotensi terlibat dalam rantai pasok kebutuhan SPPG, sehingga manfaat program dapat menjangkau sektor ekonomi masyarakat.
Keterlibatan pelaku usaha lokal tersebut perlu dibangun melalui kemitraan yang saling menguntungkan, dengan tetap memperhatikan kualitas, keamanan, dan ketersediaan bahan pangan. Dengan demikian, perluasan layanan gizi juga berpeluang menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih luas di sekitar wilayah pelayanan.
Melalui kehadiran SPPG 3T Bandar Agung, Pemkab Lampung Selatan berharap akses pelayanan pemenuhan gizi semakin luas, khususnya bagi anak-anak di wilayah pelosok.
Di saat yang sama, kolaborasi antara pemerintah, pengelola SPPG, dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(*)

