Connect with us

Ekonomi dan Bisnis

PLN Mobile Hadirkan Promo Tambah Daya 50 Persen Selama Ramadan

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Kebutuhan listrik selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri umumnya meningkat seiring bertambahnya aktivitas masyarakat di rumah maupun kegiatan usaha. Mulai dari penggunaan peralatan dapur untuk membuat kue Lebaran, AC dan pompa air yang menyala bersamaan saat sahur, hingga berbagai peralatan produksi bagi pelaku usaha.

Untuk memastikan seluruh aktivitas tersebut berjalan lancar tanpa risiko listrik turun, PT PLN (Persero) menghadirkan promo diskon 50 persen biaya penyambungan tambah daya listrik melalui program “Ramadan Terang, Lebaran Tenang”. Promo ini dapat diakses secara eksklusif melalui aplikasi PLN Mobile dan akan berakhir pada 10 Maret 2026, atau tinggal tiga hari lagi.

Program ini tidak hanya membantu pelanggan rumah tangga, tetapi juga memberikan manfaat bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang membutuhkan daya listrik lebih besar untuk meningkatkan produksi menjelang Lebaran.

Salah satunya dirasakan oleh Ika, pelaku usaha kue kering di Bandar Lampung. Ia mengaku promo tambah daya dari PLN sangat membantu usahanya saat permintaan kue Lebaran meningkat.

“Menjelang Lebaran pesanan kue biasanya meningkat. Dengan tambah daya, saya bisa menyalakan oven dan mixer secara bersamaan tanpa khawatir listrik turun. Apalagi dengan promo ini biayanya jauh lebih hemat,” ujarnya.

Menurutnya, proses pengajuan tambah daya melalui aplikasi PLN Mobile juga sangat praktis.

“Semua bisa dilakukan lewat aplikasi, prosesnya cepat dan tidak perlu datang ke kantor PLN. Sangat membantu bagi pelaku usaha seperti kami,” tambahnya.

Dari sisi finansial, pelanggan juga memperoleh penghematan yang signifikan. Sebagai contoh, pelanggan rumah tangga dengan daya awal 450 VA yang ingin menambah daya hingga 7.700 VA biasanya dikenakan biaya sekitar Rp7.025.250. Melalui program ini, pelanggan cukup membayar sekitar Rp3.512.625 atau hemat lebih dari Rp3,5 juta.

Program ini juga sejalan dengan upaya PLN dalam mendukung gaya hidup modern berbasis listrik atau Electrifying Lifestyle, di mana berbagai aktivitas rumah tangga maupun usaha dapat berjalan lebih praktis dengan dukungan listrik yang andal.

Cara Mendapatkan Promo Tambah Daya

Pelanggan dapat mengikuti langkah berikut melalui aplikasi PLN Mobile:
1. Login menggunakan nomor ponsel yang terdaftar.
2. Lakukan transaksi listrik seperti pembelian token atau pembayaran tagihan listrik.
3. Setelah transaksi berhasil, pelanggan akan memperoleh e-voucher tambah daya.
4. Masuk ke menu “Tambah Daya” dan masukkan kode voucher pada fitur promo. 5. Ajukan permohonan sesuai instruksi dan lakukan pembayaran. Petugas PLN akan memproses penyambungan sesuai standar pelayanan.

Promo diskon tambah daya ini berlaku untuk pelanggan satu fasa dengan daya awal 450 VA hingga 5.500 VA, dengan penambahan daya maksimal hingga 7.700 VA. Pelanggan akan mendapatkan diskon 50 persen dari biaya penyambungan tambah daya, dengan periode promo berlangsung 25 Februari hingga 10 Maret 2026, dan pengajuan hanya dapat dilakukan melalui aplikasi PLN Mobile.

PLN mengajak pelanggan untuk segera memanfaatkan promo ini sebelum periode berakhir, agar kebutuhan listrik selama Ramadan hingga Idulfitri dapat terpenuhi dengan aman, nyaman, dan lebih hemat.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Ekonomi dan Bisnis

BI Lampung Ungkap Ekonomi Tetap Tumbuh, Hilirisasi Jadi Kunci 2026

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung menyelenggarakan diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Lampung Semester I 2026 pada Selasa, 28 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi kebijakan serta meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan terhadap kondisi dan prospek ekonomi daerah.

Agenda tersebut juga dirangkaikan dengan diskusi panel yang menghadirkan narasumber dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha.

Dalam pemaparan, disampaikan bahwa perekonomian Provinsi Lampung tetap menunjukkan kinerja yang solid. Pada Triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,54 persen (year-on-year), sementara secara keseluruhan tahun 2025 mencapai 5,28 persen (cumulative to cumulative). Kinerja ini terutama ditopang oleh sektor pertanian yang masih menjadi tulang punggung ekonomi Lampung.

Mengusung tema “Penguatan Model Bisnis Komoditas Strategis dalam Mendukung Ketahanan Pangan di Provinsi Lampung”, kegiatan ini bertujuan mendorong transformasi ekonomi melalui penguatan sektor unggulan, khususnya pertanian, dengan pendekatan hilirisasi dan integrasi hulu hingga hilir.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung menyampaikan bahwa capaian tinggi sektor pertanian pada periode sebelumnya menjadi tantangan tersendiri ke depan. Basis pertumbuhan yang sudah tinggi menuntut upaya ekstra untuk mempertahankan kinerja, terlebih di tengah risiko global yang masih membayangi pada 2026.

Ke depan, perekonomian Lampung pada Triwulan I 2026 diprakirakan tetap kuat, didorong oleh sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan, serta peningkatan permintaan domestik pada periode long festive season seperti Tahun Baru, Imlek, Ramadan, dan Idulfitri 2026. Secara keseluruhan, ekonomi Lampung sepanjang 2026 diproyeksikan tumbuh solid dengan inflasi yang tetap terjaga dalam rentang sasaran nasional.

Penguatan sektor pertanian dinilai perlu diarahkan pada peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi komoditas, yang didukung oleh penguatan ekosistem dari hulu hingga hilir, mulai dari budidaya hingga pemasaran, melalui kolaborasi lintas sektor.

Sejalan dengan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong program strategis, salah satunya melalui program unggulan Desaku Maju. Program ini mengembangkan ekosistem ekonomi desa secara terintegrasi dengan mengedepankan inovasi, guna mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan di tengah keterbatasan fiskal.

Dari sisi kebijakan nasional, Kementerian Pertanian Republik Indonesia menekankan pentingnya penguatan produksi dan hilirisasi komoditas hortikultura melalui peningkatan produktivitas, modernisasi pertanian, serta penguatan kelembagaan petani dan integrasi rantai pasok.

Sementara itu, PT Food Station Tjipinang Jaya menyoroti pentingnya penguatan rantai pasok pangan yang terintegrasi, termasuk melalui pengembangan sistem informasi komoditas seperti food hub untuk meningkatkan efisiensi distribusi dan menjaga keseimbangan pasokan.

Di sisi lain, EPTILU menekankan pentingnya pengembangan model bisnis pertanian terintegrasi (closed loop), yang menghubungkan proses produksi hingga pemasaran melalui pendampingan dan monitoring. Model ini dinilai mampu menjaga kualitas, kepastian pasar, serta stabilitas harga, sekaligus memperkuat posisi strategis Lampung sebagai simpul perdagangan antara Sumatera dan Jawa.

Diskusi juga mengangkat sejumlah isu strategis, seperti masih tingginya aliran keluar komoditas dalam bentuk bahan mentah, keterbatasan kualitas lahan, serta belum optimalnya nilai tambah sektor pertanian. Selain itu, aspek pembiayaan dinilai belum sepenuhnya mendukung pengembangan usaha secara optimal.

Perbankan pun menyatakan kesiapan untuk mendukung penguatan sektor ini melalui peningkatan konektivitas antara petani dan pelaku pasar, dengan tetap menekankan pentingnya kelembagaan dan model bisnis yang kuat.

Sebagai tindak lanjut, forum menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain penguatan kelembagaan petani, pengembangan sistem informasi komoditas terintegrasi, percepatan hilirisasi, serta penguatan sinergi antar pemangku kepentingan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama dalam mendorong transformasi ekonomi Lampung yang lebih berdaya saing dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading