Politik
Hanan A. Rozak: Golkar Solid di Bawah Kepemimpinan Bahlil Lahadalia
Alteripost.co, Bandarlampung-
Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Lampung, Hanan A. Rozak, menegaskan bahwa Partai Golkar solid dan kompak di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia.
Penegasan tersebut disampaikan Hanan menyikapi beredarnya poster digital di media sosial yang memuat isu rencana Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar. Menurutnya, informasi tersebut tidak benar dan merupakan kabar bohong atau hoaks yang berpotensi menyesatkan masyarakat.
“Saya tegaskan bahwa Partai Golkar saat ini dalam kondisi solid. Tidak ada alasan bagi seluruh kader untuk terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Kami tetap mendukung kepemimpinan Ketua Umum Bapak Bahlil Lahadalia,” tegas Hanan, Sabtu (7/11/2026).
Menurut Hanan, saat ini Partai Golkar sedang fokus menjalankan agenda konsolidasi organisasi hingga tingkat kelurahan dan desa. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat struktur kelembagaan partai sekaligus memastikan seluruh perangkat organisasi dapat bekerja secara optimal.
Selain konsolidasi, Partai Golkar juga terus mendorong berbagai program yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, sebagaimana arahan Ketua Umum Bahlil Lahadalia agar Golkar senantiasa hadir, bekerja, dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat.
Khusus di Provinsi Lampung, lanjut Hanan, DPD Partai Golkar bersama seluruh jajaran DPD Kabupaten dan Kota tengah melaksanakan berbagai kegiatan sosial, kemasyarakatan, dan olahraga dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar Tahun 2026.
“Berbagai kegiatan HUT Golkar kami laksanakan bersama masyarakat dan di tengah-tengah masyarakat. Ini merupakan wujud komitmen bahwa Golkar harus selalu dekat dengan rakyat. Sebagaimana tagline Partai Golkar, ‘Suara Rakyat Suara Golkar’,” ujarnya.
Hanan juga menilai bahwa munculnya isu Munaslub di tengah agenda konsolidasi organisasi perlu disikapi secara bijak. Ia menduga isu tersebut sengaja diembuskan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengganggu soliditas internal dan mengalihkan perhatian kader dari agenda utama partai.
Namun demikian, Hanan memastikan bahwa seluruh jajaran DPD Partai Golkar Provinsi Lampung, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota, tidak akan terpengaruh oleh isu tersebut.
“Kami tidak ingin energi dan konsentrasi kader tersita oleh isu-isu yang tidak produktif. Fokus kami jelas, yaitu memperkuat konsolidasi organisasi, membangun soliditas kader, meningkatkan kinerja kelembagaan, serta menghadirkan program-program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh kader Partai Golkar di Provinsi Lampung untuk tetap menjaga kekompakan, memperkuat persatuan, dan terus bekerja nyata bagi masyarakat.
“Golkar harus semakin kuat karena kebersamaan dan kerja nyata seluruh kader. Kami di Lampung tetap solid, satu komando, dan tegak lurus mendukung kepemimpinan Ketua Umum Bapak Bahlil Lahadalia,” pungkas Hanan. (Rls)
Politik
Bangun Kesadaran Kebangsaan, Dedi Yuginta Edukasi Masyarakat tentang Pancasila
Alteripost Bandar Lampung – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, S.E., M.Si., mengajak masyarakat memperkuat pemahaman terhadap ideologi Pancasila, menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah berbagai tantangan sosial.
Ajakan tersebut disampaikan Dedi saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Nakip, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang diikuti masyarakat dari daerah pemilihan (Dapil) 2 Kota Bandar Lampung itu menghadirkan dua narasumber, yakni Taufik Hidayatullah, S.Pd., dan Rahmat Navindra, S.IP., dengan Zulkarnain sebagai moderator. Turut hadir Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, Irwansyah Agung, S.H.
Dalam sambutannya, Dedi mengatakan kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan menanamkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi dan media digital membuat anak-anak semakin mudah mengakses beragam informasi. Oleh karena itu, orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap konten yang diakses anak melalui YouTube, Google, media sosial, maupun televisi agar sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka.
“Generasi saat ini perlu mendapatkan pemahaman yang baik tentang ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, termasuk bagaimana mencintai bangsa kita sendiri. Orang tua juga harus memperhatikan apa yang ditonton anak-anak melalui internet dan media sosial,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber Rahmat Navindra, S.IP., mengawali pemaparannya dengan mengajak peserta meneriakkan Salam Pancasila. Ia menjelaskan bahwa kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan merupakan bagian dari upaya DPRD memberikan pendidikan politik dan kebangsaan kepada masyarakat.
Rahmat kemudian memaparkan empat konsensus dasar kebangsaan yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu keberagaman, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang harus dijaga keutuhannya.
Ia menegaskan, perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.
Narasumber lainnya, Taufik Hidayatullah, S.Pd., mengawali penyampaian materinya dengan membangkitkan semangat nasionalisme melalui seruan, “Merdeka! Merdeka! Merdeka!”
Taufik menekankan pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa, termasuk peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak penting persatuan nasional dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.
Ia mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda memuat tiga ikrar utama, yakni bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Menurutnya, semangat persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda perlu terus ditanamkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah keberagaman masyarakat dan perkembangan zaman.
Melalui kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami nilai-nilai Pancasila, memperkuat semangat nasionalisme, serta berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Yan)

