Lampung
Mulai Siagakan Personel, Logistik dan Peralatan, Rudy: Kita Siap Siaga Menanggulangi Bencana
Alteripost.co, Bandarlampung-
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mulai menyiagakan personel guna mengantisipasi bencana alam yang mulai terjadi di sejumlah daerah Provinsi Lampung.
“BPBD Provinsi Lampung memiliki posko 1×24 jam yang selalu siaga jika dihubungi untuk memberikan pertolongan dan bantuan,” kata Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal Sugiarto, Jumat (22/10/2021).
Menurut Rudy, sebelum ke BPBD provinsi, bencana yang sedang terjadi terlebih dahulu ditangani oleh BPBD kabupaten/kota setempat.
“Kalau memang penanganan bencana masih dapat ditangani BPBD setempat, maka akan ditangani. Tetapi, jika kekurangan peralatan atau sebagainya langsung koordinasi ke provinsi. Akan langsung kita respon dengan menerjunkan personel dan logistik yang dibutuhkan,” ucap Rudy.
Rudy mencontohkan, sementara ini untuk sejumlah bencana yang ada di Provinsi Lampung seperti longsor di Liwa, Krui belum ada koordinasi dari kabupaten setempat. Dalam artian, bencana tersebut masih mampu ditangani BPBD setempat.
“Namun, jika ada permintaan bantuan dari kabupaten/ kota, BPBD provinsi siap menyediakan personel satgas yang banyak. Saat ini kami punya puluhan personel. Selain itu kami juga punya relawan dan forum penanggulangan bencana,” paparnya.

Rudy juga menjelaskan hampir seluruh wilayah di 15 kabupaten/kota di Lampung berpotensi banjir, longsor, dan bencana lainnya.
“Kita semua harus waspada dan antisipasi. Jangan ada yang cemas dan terlalu khawatir, untuk daerah yang rawan longsor dan banjir akan mendapat atensi lebih,” ujar dia.
Adapun upaya BPBD Provinsi Lampung yang berkelanjutan saat ini, menyebarluaskan informasi tentang waspada bencana melalui rilis BMKG dan BNPB. Selain itu, pihaknya juga menyiagakan personel, sarana dan prasarana dalam menangani bencana yang akan terjadi.
“Puluhan personel, tenda logistik yang memadai untuk menanggulangi bencana sudah kita siagakan. Ada juga mobil serbaguna, mobil komunikasi, mobil raider, mobil dapur umum masing-masing berjumlah dua unit telah disiagakan. Kita pun terus berkoordinasi dan konsolidasi ke masing-masing BPBD Kabupaten/Kota dalam penanganan bencana alam yang berpotensi terjadi. Ini sebagai komitmen kita dalam menjalankan program Lampung Tangguh Bencana,” pungkasnya. (Gus)
Lampung
Pemprov Lampung Perkuat Pengawasan Internal, Optimis Tata Kelola Pemerintahan Lebih Efektif dan Bersih
Alteripost.co, Bandarlampung- Wakil Gubernur (Wagub) Lampung, Jihan Nurlela, secara resmi membuka kegiatan Capacity Building Implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Terintegrasi (SPIP-T) menuju efektivitas dan efisiensi Rencana dan Anggaran di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung. Acara yang dihadiri oleh jajaran pimpinan perangkat daerah dan narasumber Kepala BPKP Lampung tersebut berlangsung di Gedung Pusiban, Senin (25/5/2026).
Dalam arahannya, Wagub Jihan Nurlela menegaskan bahwa posisi pemerintah saat ini berada di ruang terbuka yang diawasi secara langsung oleh seluruh elemen masyarakat. Oleh sebab itu, ia meminta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengubah pola pikir dalam penyusunan program kerja kedinasan.
”Kita hari ini sebagai pemerintah tidak boleh membuat suatu program yang penting buat program, tapi membuat program yang penting,” tegas Jihan Nurlela saat memberikan arahan.
Ia memandang momentum capacity building ini sangat strategis sebagai langkah evaluasi sekaligus persiapan menghadapi penilaian maturitas SPIP terintegrasi oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Ia mengimbau agar SPIP tidak lagi dianggap sebagai gugus kewajiban administratif, melainkan diinternalisasi menjadi ideologi dan budaya kerja harian.

Guna mempercepat perbaikan sistem pengendalian tersebut, Wagub menyampaikan lima poin arahan utama yang wajib diimplementasikan oleh seluruh jajaran perangkat daerah. Poin pertama yang ditekankan secara lugas adalah mengenai penguatan komitmen pimpinan sebagai motor penggerak instansi.
Ia menekankan bahwa seorang pimpinan daerah harus memiliki rasa memiliki (owning) yang tinggi terhadap sistem dan instansi yang dipimpinnya.
Selanjutnya, Wagub Jihan menjabarkan empat arahan lainnya, yakni pentingnya mengedepankan integritas dalam kesatuan perencanaan dan kinerja agar tidak berjalan secara parsial; penerapan manajemen risiko yang efektif dan berkelanjutan pada tiap program; optimalisasi peran APIP (Inspektorat) sebagai quality assurance dan consulting partner; serta penanaman budaya integritas dan akuntabilitas di sanubari setiap Aparatur Sipil Negara (ASN).
Di akhir arahannya, Wagub Jihan Nurlela menyampaikan apresiasi kepada Perwakilan BPKP Provinsi Lampung yang terus konsisten mendorong penguatan SPIP-T di lingkungan pemerintah daerah.
Sementara itu, Inspektur Provinsi Lampung, Bayana, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi para asesor serta memperkuat komitmen kepala daerah beserta jajaran kepala OPD dalam memitigasi risiko program kerja.
Inspektur Bayana melaporkan, tingkat kematangan (maturitas) SPIP Provinsi Lampung berada pada Level 3 (Terdefinisi) dengan skor 3.200, sementara indeks manajemen risiko berada pada angka 3,073. Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan peningkatan kualitas pengawasan internal secara berkala agar indeks efektivitas pengendalian korupsi dapat terus dioptimalkan.
Di sisi lain, Pemprov Lampung terus bergerak maraton dalam menyelesaikan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan (TLHP) temuan BPK serta menggenjot perbaikan nilai Survei Penilaian Integritas (SPI) yang pada tahun 2025 lalu mencatatkan skor 69. Kerja keras jajaran pengawasan internal dalam dua bulan terakhir menunjukkan progres signifikan, di mana pengembalian kerugian keuangan negara berhasil dioptimalkan hingga mencapai hampir Rp7 Miliar.
Guna menyelesaikan temuan menahun yang sulit ditindaklanjuti secara faktual, seperti kendala subjek yang telah meninggal dunia atau ketidakjelasan objek, Pemprov Lampung bekerja sama dengan BPK dan Asisten Datun akan menempuh mekanisme Sidang Tuntutan Ganti Rugi (TGR) untuk penghapusan administrasi keuangan sesuai jalur hukum yang berlaku.
Langkah tegas juga diupayakan dalam perluasan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Setelah kesuksesan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Daerah Provinsi Lampung meraih predikat ZI, Pemprov Lampung kini tengah mempersiapkan sejumlah OPD pelayanan publik lainnya, termasuk jajaran Dinas Pendidikan yang sosialisasinya akan mulai diakselerasi pada awal Juni mendatang.
Melalui penguatan kapasitas asesor dan komitmen kepemimpinan di setiap instansi, Pemprov Lampung optimistis seluruh target capaian akuntabilitas, penurunan risiko program, hingga pembersihan aspek administrasi pihak ketiga dapat diselesaikan secara tuntas pada tahun anggaran 2026 untuk menjaga marwah dan wibawa pembangunan daerah. (Red)

