Connect with us

Bandar Lampung

Eva Dwiana Sidak Beberapa Lokasi Yang Menjadi Pusat Keramaian

Published

on

BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung Walikota Eva Dwiana Hari pertama melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) terhadap beberapa lokasi yang menjadi pusat keramaian pada perayaan hari raya Idul Fitri 1442 H/2021 M, hari raya idul fitri bersama forkopimda, mengecek ketaatan mal menerapkan protokol kesehatan (Prokes) setelah tempat wisata ditutup selama lebaran, mal menjadi salah satu tempat berkumpulnya masyarakat, sehingga penerapan prokes harus maksimal.

Dalam pelaksanaan kegiatan sidak yang dipimpin langsung oleh Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana diawali dengan melakukan pemantauan Hotel Radisson dan dilanjutkan dengan melakukan sidak di Mall Bumi Kedaton (MBK) Kota Bandar Lampung.

Dalam pelaksanaannya, Walikota Eva Dwiana yang didampingi Forkopimda Kota Bandar Lampung, mengimbau kepada warga masyarakat untuk mematuhi Prokes, guna mencegah timbulnya klaster baru dalam perayaan Idul Fitri 1442 H/2021 M.

“Kami pantau dihari raya idul fitri agar tidak menimbulkan keramaian atau mengumpulkan orang banyak, agar tidak melonjaknya penambahan yang tidak kami inginkan”. Ungkap Bunda Eva Dwiana.

Lanjut Bunda Eva, “Harapan Pemkot Bandar Lampung ingin Kota Bandar Lampung cepat memasuki zona hijau”. Terangnya. Kamis (13/5/2021).

“Patuhi Prokes iya, pakai masker, jaga jaraknya agar kita semua sehat, selalu mencuci tangan dengan air mengalir”. Kata Walikota saat melakukan sidak di MBK Jalan Sultan Agung Kota Bandar Lampung. (*).

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bandar Lampung

Prioritaskan Keselamatan, Bunda Eva Intervensi Langsung Penanganan Sungai di Tanjung Senang

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan mitigasi banjir guna memberikan rasa aman bagi masyarakat. Meski terdapat wilayah yang secara regulasi berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Pemerintah Kota (Pemkot) mengambil langkah inisiatif untuk mengintervensi pengerjaan infrastruktur di titik-titik krusial, salah satunya di Kecamatan Tanjung Senang.

Pernyataan tersebut disampaikan Wali Kota saat turun langsung menyerahkan bantuan kepada warga terdampak banjir di sejumlah wilayah, meliputi Kecamatan Bumi Waras, Rajabasa, Labuhan Ratu, Sukabumi, dan Tanjung Senang, Kamis (16/4/2026).

Dorong Optimalisasi Sinergi Lintas Sektoral
Dalam keterangannya, Wali Kota yang akrab disapa Bunda Eva menyoroti pentingnya konsistensi koordinasi antarinstansi. Ia berharap ke depan komunikasi dengan pihak Balai dapat berjalan lebih dinamis dan sinkron, mengingat penanganan bencana memerlukan respons cepat serta kehadiran seluruh pemangku kepentingan di lapangan.

“Kami terus berupaya mengajak seluruh pihak untuk duduk bersama. Masalah banjir di kota ini akan tuntas jika ada sinergi yang solid dari tingkat kecamatan hingga pihak Balai. Namun, saat ini kami melihat masih ada kendala dalam kepastian koordinasi di lapangan,” ujar Eva Dwiana.

Mengingat kondisi cuaca yang sulit diprediksi, Bunda Eva memutuskan mengambil langkah diskresi demi kepentingan publik, terutama terkait proyek drainase di Tanjung Senang yang sempat terhambat.

“Masyarakat sudah sangat kooperatif dengan menghibahkan tanah mereka untuk kepentingan umum. Kita tidak bisa membiarkan pengerjaan ini tertunda terlalu lama. Saya sudah menjalin komunikasi dan meminta izin kepada pihak Balai agar Pemkot dapat segera mengambil alih pengerjaannya. Ini murni demi keselamatan warga,” tegasnya.

Bantuan Rp5 Miliar untuk 5.800 KK
Sejalan dengan upaya perbaikan infrastruktur, Pemkot Bandar Lampung juga fokus pada langkah perlindungan sosial. Sebanyak Rp5 miliar anggaran disiapkan untuk meringankan beban masyarakat di 36 titik banjir yang tersebar di 13 kecamatan.

Adapun paket bantuan yang disalurkan kepada setiap kepala keluarga (KK) terdiri dari beras 10 kilogram dan santunan tunai sebesar Rp500.000 per KK guna membantu biaya pemulihan serta pembersihan rumah pascagenangan.

Selain itu, Pemkot juga akan melakukan penataan kembali aliran sungai yang terhambat oleh bangunan tertentu, khususnya di wilayah Sukabumi. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran arus air dan meminimalisir risiko banjir di masa mendatang.

“Pemerintah hadir untuk bertanggung jawab. Jika ada kendala pada aliran sungai yang tertutup, kami akan melakukan penertiban secara terukur. Beberapa titik sudah kami rapikan kembali agar fungsi sungai sebagai saluran pembuangan air dapat kembali optimal,” pungkasnya.

Meski bertindak tegas dalam ranah kebijakan, Bunda Eva tetap memberikan penguatan moral kepada warga. Ia mengajak masyarakat untuk tetap sabar, menjaga semangat gotong royong, serta meyakini bahwa pemerintah daerah akan terus hadir mendampingi masyarakat di masa-masa sulit. (rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading