Bandar Lampung
Walikota Eva Dwiana : Tingginya Angka Kasus Akibat Munculnya Kesadaran Masyarakat Untuk Melaporkan
Alteripost.co Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Bandar Lampung, bersama Lembaga Advokasi Anak (LADA) DAMAR Lampung dan lembaga pelayanan perlindungan perempuan dan anak lainnya, mengadakan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (KTPA) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), di Ruang Tapis Lingkungan Pemkot Bandar Lampung. Kamis (4/11/2021).
Acara sosialisasi tersebut dibuka langsung oleh Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana, didampingi oleh Direktur Unbound Indonesia Rachel Luschen, Asisten Direktur Unbound Indonesia TesalinikaK.E. Pelealu, Direktur Lada Damar Sely Fitriani dan Kepala Dinas PPPA Kota Bandar Lampung Sri Asiyah.
Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, tingginya angka kasus di Bandar lampung tersebut akibat munculnya kesadaran masyarakat, untuk melaporkan tindak kekerasan ke lembaga terkait.
” Bunda juga mengingatkan kepada masyarakat kota bandar lampung tetap berhati-hati. Ikuti semua anjuran yang disosialisasikan oleh Dinas PPPA serta mengimbau kepada masyarakat tidak mudah tergiur dengan apapun, baik janji dan uang dan bersama-sama menekan tingkat KTPA di Kota Bandar Lampung.
Sementara itu, Kepala Dinas PPPA Bandar Lampung Siti Asyah mengungkapkan, selain sosialisasi pihaknya juga sudah melakukan kerja sama dengan beberapa lembaga yang menangani masalah KTPA dan membentuk Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), yang terintegrasi di 126 kelurahan di Kota Bandar Lampung. (*).
Bandar Lampung
Tim Provinsi Nilai Gedong Air, Bunda Eva Bidik Prestasi Nasional 2026
Alteripost Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung optimistis Kelurahan Gedong Air, Kecamatan Tanjungkarang Barat, mampu menjadi wakil Provinsi Lampung pada Lomba Kelurahan Tingkat Nasional 2026. Jumat (26/6/3026).
Optimisme tersebut disampaikan Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, saat menerima kunjungan Tim Penilai Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung di Kelurahan Gedong Air.
Eva Dwiana menjelaskan, lomba kelurahan merupakan agenda tahunan yang mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Desa dan Kelurahan. Kegiatan ini bertujuan mendorong pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kelembagaan, peningkatan partisipasi warga, serta pelestarian budaya gotong royong.
“Harapan Bunda kita bisa mendapat juara dalam perlombaan ini. Tadi kan sudah dinilai, kita punya beberapa keunggulan, semoga saja bisa menang,” ujarnya.
Menurut Eva, Kelurahan Gedong Air memiliki keunggulan dari sisi keberagaman masyarakat. Warga yang berasal dari berbagai suku, seperti Jawa, Lampung, Sunda, Tionghoa, dan etnis lainnya, hidup berdampingan dengan semangat toleransi serta gotong royong yang tetap terjaga.
Keberagaman tersebut juga diperkuat dengan pelestarian budaya melalui berbagai kelompok seni, mulai dari karawitan, kuda kepang, sanggar seni Lampung, hingga pencak silat tradisional.
Selain itu, Kelurahan Gedong Air dinilai memiliki potensi ekonomi yang kuat melalui keberadaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai sektor.
“Di sini juga punya potensi ekonomi yang kuat, seperti pelaku UMKM yang bergerak di sejumlah sektor,” kata Eva.
Ia menambahkan, Kelurahan Gedong Air juga aktif mendukung berbagai program pemerintah, di antaranya penyediaan bahan baku untuk Program Makanan Bergizi Gratis serta pemberdayaan masyarakat melalui Koperasi Merah Putih.
Eva berharap, hasil penilaian tingkat provinsi dapat mengantarkan Kelurahan Gedong Air menjadi wakil Provinsi Lampung pada Lomba Kelurahan Tingkat Nasional 2026.
“Harapan kita, Tim Penilai Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung menetapkan Kelurahan Gedong Air sebagai wakil Provinsi Lampung untuk berkompetisi di tingkat nasional pada 2026,” tutupnya.(*)

