Connect with us

Bandar Lampung

Pemkot Bandar Lampung Menggelar Pembinaan Administrasi Pemerintahan Dan Penyusunan Profil

Published

on

Alteripost.co Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kota (PMK) Bandar Lampung menggelar, pembinaan administrasi pemerintahan dan penyusunan profil kelurahan dan kecamatan Se-Kota Bandar Lampung Tahun Anggaran (TA) 2022, di Aula Gedung Semergou Pemkot Bandar Lampung. Senin (6/12/2021).

“Hari ini kita mengadakan pelatihan bagi aparat kelurahan dan kecamatan agar memiliki pemahaman pentingnya updating profil kelurahan dan kecamatan se Kota Bandar Lampung”. Terang Kepala Dinas (Kadis) PMK Bandar Lampung Zainuddin. Senin (6/12/2021), di Gedung Semergou Pemkot Bandar Lampung.

Kegiatan diikuti oleh 20 perwakilan kecamatan dan 126 kelurahan di Bandar Lampung, menerima pembinaan administrasi pemerintahan dan penyusunan profil kelurahan dan kecamatan ini.

Dalam sambutannya, Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana menyampaikan, bahwa banyak kegiatan atau pelayanan di Bandar Lampung yang memang butuh pendataan yang baik dan perlu sosialisasi kepada masyarakat. “Bahwa profil kelurahan ini juga bisa menjadi informasi yang seharusnya diketahui oleh masyarakat sampai tingkat Rukun Tetangga (RT)”.

“Pemkot Bandar Lampung memiliki banyak program dan prestasi. Diantaranya pelayanan online kependudukan, E-KTP, gerebek sungai dan vaksinasi keliling. Semua profil yang baik harus kita informasikan kepada masyarakat, mudah-mudahan masyarakat tahu bahwa Kota Bandar Lampung punya pelayanan yang baik”. Ungkap Bunda Eva Sapaannya. (*).

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bandar Lampung

Prioritaskan Keselamatan, Bunda Eva Intervensi Langsung Penanganan Sungai di Tanjung Senang

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan mitigasi banjir guna memberikan rasa aman bagi masyarakat. Meski terdapat wilayah yang secara regulasi berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Pemerintah Kota (Pemkot) mengambil langkah inisiatif untuk mengintervensi pengerjaan infrastruktur di titik-titik krusial, salah satunya di Kecamatan Tanjung Senang.

Pernyataan tersebut disampaikan Wali Kota saat turun langsung menyerahkan bantuan kepada warga terdampak banjir di sejumlah wilayah, meliputi Kecamatan Bumi Waras, Rajabasa, Labuhan Ratu, Sukabumi, dan Tanjung Senang, Kamis (16/4/2026).

Dorong Optimalisasi Sinergi Lintas Sektoral
Dalam keterangannya, Wali Kota yang akrab disapa Bunda Eva menyoroti pentingnya konsistensi koordinasi antarinstansi. Ia berharap ke depan komunikasi dengan pihak Balai dapat berjalan lebih dinamis dan sinkron, mengingat penanganan bencana memerlukan respons cepat serta kehadiran seluruh pemangku kepentingan di lapangan.

“Kami terus berupaya mengajak seluruh pihak untuk duduk bersama. Masalah banjir di kota ini akan tuntas jika ada sinergi yang solid dari tingkat kecamatan hingga pihak Balai. Namun, saat ini kami melihat masih ada kendala dalam kepastian koordinasi di lapangan,” ujar Eva Dwiana.

Mengingat kondisi cuaca yang sulit diprediksi, Bunda Eva memutuskan mengambil langkah diskresi demi kepentingan publik, terutama terkait proyek drainase di Tanjung Senang yang sempat terhambat.

“Masyarakat sudah sangat kooperatif dengan menghibahkan tanah mereka untuk kepentingan umum. Kita tidak bisa membiarkan pengerjaan ini tertunda terlalu lama. Saya sudah menjalin komunikasi dan meminta izin kepada pihak Balai agar Pemkot dapat segera mengambil alih pengerjaannya. Ini murni demi keselamatan warga,” tegasnya.

Bantuan Rp5 Miliar untuk 5.800 KK
Sejalan dengan upaya perbaikan infrastruktur, Pemkot Bandar Lampung juga fokus pada langkah perlindungan sosial. Sebanyak Rp5 miliar anggaran disiapkan untuk meringankan beban masyarakat di 36 titik banjir yang tersebar di 13 kecamatan.

Adapun paket bantuan yang disalurkan kepada setiap kepala keluarga (KK) terdiri dari beras 10 kilogram dan santunan tunai sebesar Rp500.000 per KK guna membantu biaya pemulihan serta pembersihan rumah pascagenangan.

Selain itu, Pemkot juga akan melakukan penataan kembali aliran sungai yang terhambat oleh bangunan tertentu, khususnya di wilayah Sukabumi. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran arus air dan meminimalisir risiko banjir di masa mendatang.

“Pemerintah hadir untuk bertanggung jawab. Jika ada kendala pada aliran sungai yang tertutup, kami akan melakukan penertiban secara terukur. Beberapa titik sudah kami rapikan kembali agar fungsi sungai sebagai saluran pembuangan air dapat kembali optimal,” pungkasnya.

Meski bertindak tegas dalam ranah kebijakan, Bunda Eva tetap memberikan penguatan moral kepada warga. Ia mengajak masyarakat untuk tetap sabar, menjaga semangat gotong royong, serta meyakini bahwa pemerintah daerah akan terus hadir mendampingi masyarakat di masa-masa sulit. (rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading