Bandar Lampung
Usul Diterima, Benny HN Mansyur Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Kupang Teba
Alteripost.co, Bandarlampung-
Warga Kelurahan Kupang Teba, Kecamatan Teluk Betung Utara (TBU) mengusulkan pembuatan banker sepsiteng. Pasalnya, warga yang tinggal di sekitaran bantaran kali wilayah tersebut tidak memiliki tempat penampungan atau sepsiteng.
“Ya hasil saya melaksanakan reses menyerap keluhan, usulan dan aspirasi masyarakat tadi di Kupang Teba mereka usul minta ada bantuan sepsiteng. Karena warga disitu rata-rata tidak ada sepsiteng,” ujar Benny HN Mansyur, di sela-sela angenda penjaringan aspirasi (Reses) menyerap keluhan, usulan dan aspirasi dari masyarakat, kepada anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Selasa (14/12/2021).
Warga yang ada di bantaran kali di Kupang Teba, jambannya langsung keluar ke kali. Mereka memiliki WC namun tidak ada penampungan atau sepsitengnya.
“Sehingga masyarakat usul minta dibuatkan sepsiteng. Tinggal nanti berembuk di mana lokasi bankernya,” kata Benny.
Ketua Fraksi Golkar DPRD Bandarlampung tersebut menerangkan, untuk pembuatan sepsiteng diusulkan 6 titik.
“Teknisnya nanti 6 rumah 1 banker sepsiteng bukan 1 rumah 1. Yang jelas nanti tinggal lokasinya dimana. Memang mereka di sana selama ini tidak ada pembuangan banker. Jika buang hajad langsung mengarah ke arah kali,” paparnya.
Untuk usulan warga Kupang Teba tersebut, lanjut anggota Komisi I DPRD Kota Bandarlampung ini, pihaknya akan mencoba memasukkan di APBD-Perubahan TA 2022.
“Nanti diusulkan ke Dinas PU kota. Namun saya sudah tanya program ini ada di Dinas Kesehatan yakni program MCK puskesmas, tapi nanti tetap kita cari jalan keluar nya apakah di Dinas PU atau bisa di Puskesmas, yang jelas usulan warga dapat direalisasikan,” pungkasnya. (*)
Bandar Lampung
Tim Provinsi Nilai Gedong Air, Bunda Eva Bidik Prestasi Nasional 2026
Alteripost Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung optimistis Kelurahan Gedong Air, Kecamatan Tanjungkarang Barat, mampu menjadi wakil Provinsi Lampung pada Lomba Kelurahan Tingkat Nasional 2026. Jumat (26/6/3026).
Optimisme tersebut disampaikan Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, saat menerima kunjungan Tim Penilai Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung di Kelurahan Gedong Air.
Eva Dwiana menjelaskan, lomba kelurahan merupakan agenda tahunan yang mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Desa dan Kelurahan. Kegiatan ini bertujuan mendorong pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kelembagaan, peningkatan partisipasi warga, serta pelestarian budaya gotong royong.
“Harapan Bunda kita bisa mendapat juara dalam perlombaan ini. Tadi kan sudah dinilai, kita punya beberapa keunggulan, semoga saja bisa menang,” ujarnya.
Menurut Eva, Kelurahan Gedong Air memiliki keunggulan dari sisi keberagaman masyarakat. Warga yang berasal dari berbagai suku, seperti Jawa, Lampung, Sunda, Tionghoa, dan etnis lainnya, hidup berdampingan dengan semangat toleransi serta gotong royong yang tetap terjaga.
Keberagaman tersebut juga diperkuat dengan pelestarian budaya melalui berbagai kelompok seni, mulai dari karawitan, kuda kepang, sanggar seni Lampung, hingga pencak silat tradisional.
Selain itu, Kelurahan Gedong Air dinilai memiliki potensi ekonomi yang kuat melalui keberadaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai sektor.
“Di sini juga punya potensi ekonomi yang kuat, seperti pelaku UMKM yang bergerak di sejumlah sektor,” kata Eva.
Ia menambahkan, Kelurahan Gedong Air juga aktif mendukung berbagai program pemerintah, di antaranya penyediaan bahan baku untuk Program Makanan Bergizi Gratis serta pemberdayaan masyarakat melalui Koperasi Merah Putih.
Eva berharap, hasil penilaian tingkat provinsi dapat mengantarkan Kelurahan Gedong Air menjadi wakil Provinsi Lampung pada Lomba Kelurahan Tingkat Nasional 2026.
“Harapan kita, Tim Penilai Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung menetapkan Kelurahan Gedong Air sebagai wakil Provinsi Lampung untuk berkompetisi di tingkat nasional pada 2026,” tutupnya.(*)

