Lampung
Riana Sari Kampanyekan Panca Usaha Jantung Sehat
Alteripost.co, Bandarlampung-
Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Utama Lampung, Riana Sari Arinal, membuka sekaligus menjadi keynote speaker dalam Webinar memperingati Hari Hipertensi Sedunia dengan tema “Cegah dan Kendalikan Hipertensi Untuk Hidup Sehat Lebih Lama”, di Hotel Emersia, Selasa (17/5).
Angka penderita hipertensi semakin hari semakin meningkat. Menurut Ketua YJI Lampung Riana Sari Arinal, hal ini disebabkan perilaku masyarakat yang bertentangan dengan gaya hidup sehat misalnya makan apapun yang mereka sukai tanpa melihat kebutuhan tubuh, merokok, jarang berolahraga, sering begadang dan lain-lain.
Di samping itu, kata Riana Sari, sebagian besar kebiasaan dari kebanyakan orang adalah jarang melakukan pemeriksaan kesehatan kecuali dalam keadaan sakit. Umumnya penderita hipertensi tidak mengetahui bahwa dirinya menderita hipertensi, sehingga mereka tidak mendapatkan pengobatan yang memadai. Bila kondisi tersebut berlangsung terus dikhawatirkan mereka jatuh ke kondisi yang lebih berbahaya bahkan sampai dapat menyebabkan kematian.
Riana Sari menjelaskan, Yayasan Jantung Indonesia sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan di bidang kesehatan secara aktif terus mengkampanyekan pentingnya hidup sehat melalui “Panca Usaha Jantung Sehat”.
Lanjutnya, Panca Usaha Jantung Sehat yang dimaksud meliputi Seimbang gizi, enyahkan rokok, Hindari stress, Awasi tekanan darah, dan Teratur berolahraga.
Berbagai upaya Panca Usaha Jantung Sehat ini dilaksanakan oleh Yayasan Jantung Indonesia Cabang Lampung melalui Klub Jantung Sehat yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan dan bahkan sampai ke tingkat desa. Sampai saat ini di Provinsi Lampung tercatat sudah ada 100 lebih Klub Jantung Sehat.
Mereka melakukan kegiatan senam massal secara rutin, melakukan pemeriksaan kesehatan dan mengkampanyekan perilaku hidup sehat ke seluruh masyarakat yang ada di wilayahnya.
“Ke depan diharapkan agar jumlah Klub ini terus bertambah dari hari ke hari sehingga Panca Usaha Jantung Sehat dapat diterapkan di masyarakat,” harap Riana Sari Arinal.
Riana Sari juga berharap kepada seluruh yang hadir agar turut berperan aktif mengkampanyekan dan menerapkan gaya hidup sehat ke seluruh masyarakat Lampung sehingga masyarakat Lampung dapat tetap sehat.
“Dengan semakin banyak warga Lampung yang sehat maka semakin banyak warga Lampung yang sejahtera, sebagaimana visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, sehingga Lampung dapat Berjaya,” pungkas Riana Sari Arinal. (rls)
Lampung
Gubernur Lampung Soroti Peran Strategis Sumbagsel dalam Peta Pembangunan Nasional
Alteripost Palembang – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri Halal Bihalal Masyarakat Perantau Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) yang digelar di Griya Agung, rumah dinas Gubernur Sumatera Selatan, Sabtu (25/4/2026).
Kehadiran Gubernur yang akrab disapa Mirza itu menjadi simbol komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mempererat sinergi dan kolaborasi antardaerah di wilayah Sumbagsel.
Usai kegiatan, Mirza mengapresiasi terselenggaranya ajang silaturahmi yang mempertemukan perantau dari lima provinsi di kawasan tersebut. Ia menilai, banyak tokoh asal Sumbagsel kini telah menempati posisi strategis di tingkat nasional.
“Ke depan, kita berharap tokoh-tokoh tersebut dapat berkontribusi lebih dalam mengejar ketertinggalan Sumbagsel agar semakin maju dan memiliki daya saing,” ujarnya.
Ia juga menegaskan posisi strategis Lampung sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera yang memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan kawasan Sumbagsel secara menyeluruh.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menuturkan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat ikatan kultural masyarakat Sumbagsel yang meliputi Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi, dan Kepulauan Bangka Belitung.
“Keakraban dan kekerabatan ini diharapkan semakin nyata dalam langkah bersama membangun daerah, tanpa mengesampingkan wilayah lain di Indonesia,” kata Herman Deru.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyoroti perlunya percepatan pembangunan di kawasan Sumbagsel yang dinilai mulai tertinggal dibanding wilayah lain seperti Indonesia Timur dan Kalimantan.
“Dulu kita unggul, tetapi sekarang pertumbuhan di wilayah lain sangat pesat. Karena itu, kita perlu memetakan potensi Sumbagsel secara bersama-sama,” katanya.
Ia mendorong lima provinsi di Sumbagsel untuk menyusun peta jalan (roadmap) pembangunan guna mengoptimalkan potensi daerah dan mempercepat kemajuan kawasan.
Senada, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa dorongan untuk membangun daerah asal bukanlah bentuk primordialisme, melainkan bagian dari tanggung jawab untuk berkontribusi.
“Kita memerlukan kesolidan untuk memanfaatkan akses kuat terhadap kebijakan nasional. Dalam kurun 2027–2029, ada peluang percepatan program strategis seperti pembangunan Tol Trans Sumatera,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menekankan pentingnya sinergi kolektif antara tokoh nasional dan kepala daerah di Sumbagsel. Ia juga mengajak seluruh elemen untuk menghidupkan kembali semangat kejayaan maritim Sriwijaya dalam konteks pembangunan modern.
Momentum ini dinilai menjadi titik awal penguatan sinergi lintas daerah di Sumatera Bagian Selatan untuk menyelaraskan visi pembangunan, mengoptimalkan potensi bersama, serta mendorong percepatan kemajuan kawasan yang berdaya saing di tingkat nasional.(*)

