Lampung Selatan
Demi Wujudkan KLA, Pemkab Dan DPRD Lamsel Ikuti Evaluasi KLA Secara Online Bersama Kementerian PPPA
KALIANDA Alteripost.co – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus berupaya untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) sebagai sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak.
Hal tersebut disampaikan Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto dalam pelaksanaan Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) Evaluasi Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2022 secara virtual melalui zoom meeting yang berlangsung di Aula Rajabasa, kantor bupati setempat, Selasa (31/5/2022).
“Dalam rangka mendukung kebijakan nasional dalam penyelenggaraan perlindungan anak di daerah, maka kami telah berkomitmen untuk mengintegrasikannya kedalam dokumen RPJMD, yang tertuang didalam Kebijakan Program dan Kegiatan Pembangunan Daerah Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2021-2026,” jelas Nanang.
Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) Evaluasi KLA itu merupakan rangkaian penilaian Kabupaten Layak Anak oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia.
Nanang mengatakan, bahwa Kabupaten Lampung Selatan juga terus berupaya mewujudkan Kabupaten Layak Anak melalui kegiatan-kegiatan yang ada di OPD, Dunia Usaha, Lembaga Masyarakat dan Media Massa.
“Hal tersebut dapat dilihat dari 5 (lima) klaster yang ada dalam evaluasi Kabupaten Layak Anak telah terjadi kenaikan yang signifikan, tentunya kenaikan ini telah menjadi motivasi dalam meningkatkan kinerja penyelenggaraan perlindungan anak di Kabupaten Lampung Selatan,” tambahnya.
Ia berharap melalui pelaksanaan kegiatan Verifikasi Lapangan tersebut, akan memberikan masukan berupa koreksi dan saran yang membangun dan menjadi evaluasi menyeluruh dalam mewujudkan Lampung Selatan menjadi Kabupaten Layak Anak.
“Pada kesempatan ini saya mengajak pada kita semua untuk saling mendukung, bahu membahu dan bersinergi demi kepentingan terbaik bagi tumbuh kembang anak-anak kita,” harap Nanang.
Sementara, selaku Kordinator Pendamping Verifikasi Lapangan Hybrid KLA yang juga merupakan Asisten Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian PPPA RI, Hendra Jamal mengatakan KLA merupakan sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak yang dilakukan secara terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan.
“Kebijakan Kab/Kota Layak anak diatur dalam perundang-undangan sehingga pemerintah daerah menjadi lebih leluasa dalam melaksanakan komitmen pencapaian KLA di wilayahnya masing-masing,” ucapnya.
Dirinya menjelaskan, bahwa tahapan pelaksanaan KLA 2022 sudah memasuki tahapan verifikasi lapangan secara online dan jika memenuhi persyararatan maka akan dilanjutkan dengan tahap verifikasi lapangan kunjungan (VLK) di Kabupaten Layak Anak.
“Kami ucapkan banyak terimakasih kepada Gubernur, Bupati/Walikota yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan KLA 2022 yang mulai sejak tahap evaluasi mandiri, verifikasi administrasi, verifikasi lapangan secara online dan akan dilanjutkan dengan verifikasi lapangan kunjungan jika memenuhi persyaratan,” jelasnya.
Pelaksanaan Verifikasi Lapangan online KLA Kab. Lampung Selatan diisi dengan paparan oleh Tim Gugus Tugas KLA Kab. Lampung Selatan yang secara langsung dievaluasi melalui diskusi tanya jawab oleh panitia dari Kementerian PPPA.
Hadir pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Thamrin, Kajari Lamsel Dwi Astuti Beniyati, Komandan Kodim 0421/Lamsel (Dandim 0421/LS) Letkol Inf Fajar Akhirudin, Bunda Forum Anak Kab. Lampung Selatan Winarni Nanang Ermanto, Ketua DWP Lamsel Yani Thamrin serta perwakilan Perangkat Daerah terkait.(*).
Lampung Selatan
Bersama Bima Arya, Bupati Egi Tekankan Pentingnya Kepemimpinan dan Penguatan SDM
Alteripost Kalianda – Seminar Nasional Bedah Buku Babad Alas karya Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya Sugiarto, menjadi ruang berbagi pengalaman kepemimpinan sekaligus penguatan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Jumat (19/6/2026), dihadiri Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bersama Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto, akademisi, mahasiswa, serta unsur Forkopimda.
Seminar tersebut mengupas isi buku Babad Alas yang memuat refleksi perjalanan Bima Arya selama satu dekade memimpin Kota Bogor. Melalui pendekatan ideologi, strategi, dan taktik pemerintahan, buku tersebut menawarkan berbagai pembelajaran mengenai kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, hingga pelayanan publik.
Turut hadir sebagai pengulas buku Feni Rosalia, Rektor Universitas Indonesia Mandiri, perwakilan Universitas Muhammadiyah Kalianda, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yayasan Pembangunan Kalianda, Universitas An-Nur, serta para mahasiswa dan akademisi.
Kegiatan dimoderatori Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Tri Umaryani.
Dalam sambutannya, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki bangsa.
Menurut Egi, negara maju tidak hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam, tetapi juga kemampuan masyarakatnya dalam mengelola dan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada.
Ia menilai, buku Babad Alas menyajikan banyak pelajaran berharga mengenai tantangan, dinamika, dan proses pengambilan keputusan yang dihadapi seorang pemimpin dalam menjalankan pemerintahan.
“Pengalaman yang tertuang dalam buku Babad Alas memberikan pelajaran bahwa perubahan tidak lahir dari kenyamanan, melainkan dari keberanian mengambil langkah, membangun kolaborasi, dan bekerja secara konsisten untuk mencapai tujuan yang lebih besar,” ujar Egi.
Lebih lanjut, Egi mengajak mahasiswa dan civitas akademika untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang berintegritas, adaptif, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto menjelaskan bahwa Babad Alas merupakan catatan perjalanan kepemimpinannya selama 10 tahun memimpin Kota Bogor yang berangkat dari semangat pemerintahan yang bersih dan melayani masyarakat.
Menurut Bima, ideologi kepemimpinan harus diterjemahkan ke dalam strategi yang tepat agar mampu menghasilkan perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.
“Pemimpin adalah agen harapan. Ideologi tanpa strategi tidak akan efektif. Harapan itu harus dicicil melalui kerja-kerja nyata dan dibangun bersama tim yang loyal, solid, militan, dan kompeten,” kata Bima.
Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya juga mengapresiasi berbagai terobosan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama, terutama dalam pembenahan sektor pendidikan, pembangunan infrastruktur, serta upaya memperkuat identitas daerah.
Melalui seminar nasional ini, diharapkan lahir berbagai gagasan, inspirasi, dan pembelajaran yang dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk membangun kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat demi menyongsong Indonesia Emas 2045.(*)

