Connect with us

Lampung

Ibu Gubernur ke Rendy dan Shelin, Harumkan dan Jaga Nama Baik Provinsi Lampung

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Ibu Gubernur Lampung yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung Ibu Riana Sari Arinal memberikan dukungan kepada Rendy Rafael Hogan dan Shelin Tan Aprilia sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), sebagai perwakilan dari Provinsi Lampung yang akan melaksanakan tugas pada Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 pada 17 Agustus 2022, di Istana Merdeka Jakarta mendatang.

Ibu Riana berpesan agar Rendy dan Shelin menunjukan kemampuam terbaik dan menjaga, serta mengharumkan nama Provinsi Lampung.

Dukungan itu disampaikan Riana saat beraudiensi dengan Anggota Paskibraka Tingkat Nasional Tahun 2022 utusan Provinsi Lampung di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur, Senin (4/7/2022).

“Semoga selalu sehat dalam mengemban amanah menjadi paskibraka tingkat nasional. Saya doakan semoga sukses ke depannya dan semakin berjaya,” ujar Riana.

Riana mengatakan bahwa putra putri paskibraka ini merupakan kebanggaan yang dimiliki Provinsi Lampung.

“Tunjukan kemampuan kalian, perkenalkan juga wisata, kuliner dan icon-icon yang ada di Provinsi Lampung. Selalu jaga kesehatan, jaga pertemanan dan hubungan dengan teman-teman sesama Paskibra dari Provinsi lain,” katanya.

Perlu diketahui, Rendy Rafael Hogan sendiri asal sekolah dari SMA N 16 Bandar Lampung dan Shelin Tan Aprilia asal sekolah dari SMK N 1 Kalianda.

Rendy dan Shelin sebelumnya telah melaksanakan seleksi yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pemuda dan Olahraga pada tanggal 9-11 Mei 2022 di PKOR Way Halim Bandar Lampung.

Kegiatan seleksi itu diikuti oleh 15 Kab/Kota Se-Provinsi Lampung dengan total 100 orang terdiri dari 50 Putra dan 50 Putri. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana

Published

on

Foto: Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal

Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.

“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).

Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.

Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.

“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.

Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.

Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.

“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.

Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.

Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.

“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.

Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.

Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.

“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.

Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.

“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.

Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading