Connect with us

DPRD

Bukan Hanya Sekedar Seremonial, Mirza: Jadikan Momen Idul Adha Untuk Bermanfaat Bagi Sesama

Published

on

Foto: Ketua DPD Gerindra Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat menyerahkan hewan kurban kepada panitia

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Memperingati dan memaknai hari raya Idul Adha 1443 Hijriyah, DPD Partai Gerindra Lampung menyembelih 4 ekor sapi. Hasil penyembelihan akan didistribusikan ke lebih dari 600 penerima manfaat yang tersebar di Provinsi Lampung. Senin, (11/7/2022)

Kepada awak media, Ketua DPD Partai Gerindra Lampung Rahmat Mirzani Djausal, saat ditemui di lokasi penyembelihan hewan qurban mengatakan, agenda berkurban pada dasarnya merupakan kegiatan rutin yang dilakukan partai Gerindra setiap moment Idul Adha.

Mirza sapaan akrabnya menambahkan, dengan berkurban diharapkan keridhoan dan keberkahan dari Alllah SWT senantiasa menaungi umat muslim tak terkecuali jajaran Partai Gerindra.

“Dengan cara berkurban ini, adalah sebagai langkah Gerindra menjemput keridhoan dan mencari keberkahan dari Allah,” ucap Mirza.

Lebih lanjut, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Lampung menghimbau terkait penyaluran lebih dari 600 paket hewan qurban agar dapat disalurkan dengan niat memprioritaskan fakir miskin dan kaum dhuafa. Sebab, salah satu esensi berkurban adalah keadilan sosial.

“kita ingin yang jadi prioritas mereka yang fakir miskin dan dhuafa, mereka yang mesti diutamakan. Sebab, makna kurban adalah adil untuk semua,” tutupnya.

Mirza juga menjelaskan, dalam memaknai Hari Raya Idul Adha ini jangan hanya sekedar seremonial saja. Tapi esensinya adalah bagaimana dapat bermanfaat dan berguna untuk sesama.

“Mari kita maknai Hari Raya Idul Adha dengan niat tulus untuk mencari ridho dari Allah SWT. Sehingga bukan hanya sekedar seremonial saja,” ucapnya. (Gus)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DPRD

DPRD Lampung Minta Penggunaan Jebakan Tikus Berlistrik Dihentikan Setelah Makan Korban Jiwa

Published

on

Alteeipost Bandar Lampung – Anggota DPRD Provinsi Lampung Fraksi Gerindra, Mikdar Ilyas, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya dua warga Dusun Rejomulyo, Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, yang diduga tersengat aliran listrik dari jebakan tikus di area persawahan.

Korban diketahui bernama Enok (63) dan anaknya, Darmi (35). Keduanya ditemukan meninggal dunia pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 06.30 WIB. Berdasarkan informasi yang beredar, keduanya diduga tersengat aliran listrik yang dipasang sebagai jebakan tikus di sawah milik Edi Apriawan alias Juna (41).

Mikdar Ilyas menyebut peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi seluruh petani agar tidak lagi menggunakan aliran listrik sebagai perangkap tikus karena berisiko tinggi membahayakan keselamatan manusia.

“Atas nama Komisi II DPRD Provinsi Lampung, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujar Mikdar, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, meskipun pemilik sawah mengetahui adanya aliran listrik yang dipasang, masyarakat atau orang lain yang melintas belum tentu mengetahui keberadaan jebakan tersebut sehingga berpotensi menimbulkan korban jiwa.

“Karena itu kami mengimbau seluruh petani agar tidak lagi menggunakan aliran listrik sebagai perangkap tikus. Cara seperti ini sangat berbahaya dan berisiko memakan korban,” tegasnya.

Mikdar menjelaskan, pemerintah melalui Dinas Pertanian telah menyediakan alternatif pengendalian hama tikus berupa bantuan obat pembasmi tikus. Bantuan tersebut dapat diakses melalui Dinas Pertanian kabupaten dengan berkoordinasi bersama Dinas Pertanian Provinsi Lampung.

Ia mendorong para petani, terutama yang membutuhkan dan kurang mampu, agar memanfaatkan fasilitas tersebut sehingga tidak lagi menggunakan metode yang membahayakan keselamatan.

“Silakan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian. Ada bantuan obat pembasmi tikus yang memang disiapkan pemerintah untuk membantu petani, terutama yang kurang mampu,” katanya.

Di sisi lain, Mikdar mengakui serangan hama tikus saat ini menjadi persoalan yang dikeluhkan petani di berbagai daerah di Lampung. Menurutnya, masalah tersebut akan menjadi perhatian serius Komisi II DPRD Provinsi Lampung.

“Kami banyak menerima keluhan dari petani padi, jagung hingga singkong. Serangan tikus sudah sangat luar biasa dan ini akan kami bahas bersama dinas terkait, termasuk dalam pembahasan anggaran,” ujarnya.

Ia juga memastikan akan menyampaikan persoalan tersebut kepada Fraksi Gerindra di DPR RI agar diteruskan kepada Kementerian Pertanian. Langkah itu diharapkan dapat memperkuat program pengendalian hama tikus sehingga mampu mencegah gagal panen sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.

“Masalah hama tikus ini tidak bisa dianggap sepele. Dampaknya besar terhadap hasil panen petani dan target ketahanan pangan. Karena itu perlu penanganan yang serius dari semua pihak,” pungkasnya.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading