DPRD
Lesty Desak Eksekutif Serius Tangani Wabah PMK di Lampung
Alteripost.co, Bandarlampung-
Sekertaris Komisi II DPRD Provinsi Lampung Fraksi PDI Perjuangan Lesty Putri Utami mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung agar serius menangani wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) menjelang Idul Adha.
Lesty Putri Utami menyebut, wabah ini sudah sangat merugikan dan meresahkan para peternak.
“Para peternak sedang terpuruk. Mereka harus menanggung kerugian karena sapi yangmati dan terpapar PMK,” kata Lesty Putri Utami kepada wartawan, Sabtu, (25/6/2022).
“Kami berharap pemerintah bisa memberi perhatian dalam penanganan masalah ini secara serius. Misalnya dengan membentuk satgas penanganan PMK dan memberi bantuan bagimereka untuk memperkecil beban kerugian akibat wabah PMK,” tambah Ketua Satgas Perempuan Tani HKTI DPD Lampung itu.
Ia kemudian mengusulkan agar PMK diumumkan menjadi pandemi. Ini bertujuan agarpemerintah atau dinas terkait agar lebih fokus melakukan penanganan. Lesty mengatakan, tindakan penanganan PMK harus segera dilakukan mengingat taklama lagi masyarakat akan merayakan Idul Adha.
Menurutnya, jumlah hewan ternak yang diperlukan untuk memenuhi ibadah kurban sangat besar. Dan harus dipastikan bahwa hewan kurban seperti sapi, kerbau, dan kambing harussehat dan bebas PMK.
“Sapi, Kerbau dan Kambing yang teridentifikasi PMK harus dipastikan tidak dijadikansebagai hewan kurban,” katanya.
Kemudian Lesty juga mengusulkan agar pemerintah bisa membantu kerugianpetani yang hewan ternaknya kena PMK.
“Karena itu saya mengusulkan agar pemerintah provinsi dapat membantu mengurangikerugian peternak yang sapi, Kerbau dan kambing terjangkit PMK,” jelas dia.
Untuk pencegahan penularan, pemerintah juga diminta untuk melakukan penyemprotanpada kandang secara masal. Ini bertujuan agar kerugian yang ditanggung oleh peternaksapi kita bisa dikurangi.
Ia mengatakan, jika persoalan penanganan PMK ini terkendala anggaran, pihaknya bakal mengusulkan agar dilakukan refocusing anggaran.
Mengingat, kata dia, penangananmasalah ini perlu dilakukan dalam jangka pendek dan cepat. Pasalnya, ia mengatakan, masalah PMK ini jika dilihat dari luas penyebaran dan banyaknyahewan ternak yang terjangkit, harusnya sudah masuk dalam kategori darurat.
“Itu sebabnya saya berharap pemerintah segera bertindak atas persoalan ini. Karenapenyakit PMK ini sifatnya sudah menjadi pandemi. Kami juga mendorong agar dilakukanrefocusing anggaran apabila terkendala dalam hal dana darurat. Langkah ini sebagaiupaya keberpihakan pemerintah terhadap rakyat terutama para peternak sapi yangsedang terpuruk karena wabah PMK,” ucap Srikandi PDI-Perjuangan Lampung tersebut.
Lesty pun mendukung pernyataan Ketua Komisi IV DPR RI yang juga DPD PDI Perjuangan Lampung, Sudin yang telah menyarankan kepada pemerintah pusat agar sapi yang telah terkena penyakit PMK segera dimusnahkan dan pemerintah mengganti rugi atas sapi yang dimusnahkan tersebut. Dan ia juga mengapresiasi langkah Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi yang memerintahkandinas terkait untuk melakukan Vaksinasi PMK Provinsi Lampung Tahap satu patut kita apresiasidan dukung.
Perihal bantuan vaksinasi dari pemerintah pusat, Lesty juga bersyukur Lampung adalah penerima bantuan terbesar di Sumatera dari pemerintah pusat, yakni sebesar 37 ribu dosis danoleh pemprov akan distibusikan ke 15 kabupaten/ kota di Lampung.
“InsyaAllah bantuan vaksin itu cukup untuk mengatasi persoalan PMK di Lampung. Vaksinasiadalah penggerak pengendalian dan penanggulangan PMK. Namun agar pelaksanaannya vaksinasi dapat berjalan tepat sasaran, kami dari DPRD siap mengawal dan mengawasikegiatan tersebut,” ujar sulung mantan bupati Lampung Barat dua periode tersebut.
Sebaiknya, saran Lesty, vaksinasi diperioritaskan kepada sapi, kerbau dan sapi yang usianya masih panjang dan belum masuk untuk kurban.
Perlu diketahui, saat ini terdapat lima Kabupaten/Kota yang terdampak PMK, yakni Kabupaten Mesuji, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Lampung Timur, dan Kota Metro dan hingga tanggal 24 Mei 2022, hewan ternak yang tersuspek PMK sebanyak 430 ekor, terkonfirmasi positif 43 ekor, yangmati empat ekor, potong paksa 16 ekor, sembuh 275 ekor dan yang sedang sakit 135 ekor. (*)
DPRD
DPRD Lampung Apresiasi Keberhasilan Polda Ungkap 379 Kasus Narkoba
Alteripost Bandar Lampung – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Deni Ribowo, mengapresiasi kinerja Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf beserta jajaran yang berhasil mengungkap 379 kasus penyalahgunaan dan peredaran narkotika dalam Operasi Antik Krakatau 2026.
Apresiasi tersebut disampaikan Deni pada Senin (28/9/2026). Ia menilai keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen Polda Lampung dalam memberantas peredaran narkoba sekaligus melindungi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Keberhasilan Polda Lampung mengungkap ratusan kasus narkotika dengan jumlah barang bukti yang sangat besar patut diapresiasi. Saya memberikan penghargaan kepada Kapolda Lampung beserta seluruh jajaran yang telah bekerja keras memutus mata rantai peredaran narkoba di Provinsi Lampung,” ujar Deni.
Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sabu-sabu sebanyak 85.916,71 gram atau sekitar 85,9 kilogram, ganja, ekstasi, obat-obatan terlarang, tembakau sintetis, serta barang bukti lainnya.
Total nilai ekonomis barang bukti yang diamankan disebut mencapai sekitar Rp158,8 miliar.
Menurut Deni, keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari jumlah kasus yang diungkap, tetapi juga dari dampaknya terhadap upaya melindungi masyarakat Lampung dari bahaya narkotika.
“Pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan hanya oleh aparat penegak hukum. Perlu dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Deni menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, DPRD, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, dan keluarga. Upaya pencegahan, kata dia, harus berjalan beriringan dengan penegakan hukum.
Ia juga mengajak masyarakat melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkotika di lingkungan sekitar melalui layanan kepolisian 110.
“Informasi dari masyarakat sangat penting agar aparat dapat bergerak cepat melakukan pencegahan dan penindakan,” ujarnya.
Deni berharap keberhasilan Operasi Antik Krakatau 2026 menjadi momentum untuk memperkuat gerakan bersama dalam menciptakan Lampung yang aman dan terbebas dari ancaman narkoba, terutama melalui edukasi kepada generasi muda mengenai bahaya narkotika.(*)

