Lampung
Malam Nusantara Sukses Digelar, Pelestarian Adat Budaya dan Memajukan UMKM di Lampung Jadi Isu Utama
Alteripost.co, Bandarlampung-
Gubernur Lampung membuka secara resmi kegiatan Malam Nusantara Provinsi Lampung di Graha Wangsa, Bandarlampung, Senin (08/08/2022).
Malam Nusantara merupakan rangkaian kegiatan yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung, sebagai salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-77 tahun 2022.
Pada kegiatan yang bertajuk “Semangat Kesatuan Memajukan UMKM Lampung,” tersebut, semua tamu undangan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, kegiatan kemudian dibuka dengan tarian kreasi dari berbagai daerah dari seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Gubernur Arinal Djunaidi menyatakan bahwa Provinsi Lampung merupakan penggambaran Indonesia mini dengan kepelbagaian suku, adat budaya, agama dan golongan, namun dapat hidup berdampingan harmonis.
“Hanya dengan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa-lah, kita semua dapat hidup berdampingan dengan harmonis dan saling bahu membahu menciptakan kondisi yang kondusif,” ucap Gubernur
“Sejujurnya, ada rasa haru dan bangga, terutama ketika Saya melihat seluruh tamu/undangan yang hadir saat ini mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di seluruh tanah air Indonesia tercinta,” lanjutnya.
Gubernur juga mengatakan bahwa dengan kemajemukan ragam suku dan budaya yang dimiliki Provinsi Lampung dengan berbagai perbedaan yang menyertainya, dimana pada satu sisi hendaknya dapat dilihat sebagai rahmat yang harus disyukuri, dan pada sisi lainnya, harus mampu dikelola dengan arif, sehingga tidak berkembang menjadi konflik dan benturan yang hanya akan merugikan.
“Untuk itu, atas nama Pemerintah Provinsi Lampung saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Lampung, Danrem 043 Gatam, Kajati Lampung dan seluruh Komponen Forkopimda Provinsi Lampung serta Bupati dan Walikota, atas komitmen kita semua untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI yang sama-sama kita cintai,” tutur Gubernur.
Melalui kesempatan ini, Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Dekranasda Provinsi Lampung dan segenap Panitia atas inisiatif dan komitmennya untuk menyelenggarakan Malam Nusantara ini.
“Hal ini menunjukkan adanya semangat untuk membangkitkan dan meningkatkan kembali aktivitas/event seni dan budaya sebagai bagian dari kebangkitan kembali ekonomi Lampung,” ucap Gubernur.
Gubernur juga berharap bahwa pelaksanaan kegiatan (events) yang telah mulai dilakukan saat ini dengan memperhatikan protokol kesehatan, dapat membantu untuk memantik kembali api kreativitas di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai upaya percepatan pemulihan ekonomi di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Riana Sari Arinal mengatakan bahwa kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Kemerdekaan Ke-77 Republik Indonesia, dimana pada tahun 2022 tema yang diusung adalah “Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat” yang didasarkan pada kejadian yang melanda Indonesia dan dunia dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ketika terjadi pandemi Covid-19.
Riana Sari Arinal mengatakan, dalam rangka menyambut dan memeriahkan HUT RIke-77, Saat ini Dekranasda Provinsi Lampung mengadakan acara yaitu “Malam Nusantara” Provinsi Lampung dengan tema “Semangat Kesatuan Memajukan UMKM Lampung” dalam wujud memperkenalkan keanekaragaman suku/adat yang ada di Provinsi Lampung.
Malam Nusantara merupakan acara yang diselenggarakan untuk menyambut dan memeriahkan HUT RI Ke-77 dengan berbagai rangkaian acara seperti acara hiburan, kesenian cetik lampung, paduan suara dan lomba pakaian adat.
Malam Nusantara bertujuan untuk menggambarkan keanekaragaman suku/adat yang ada di Provinsi Lampung yang hidup selaras dan harmonis dan menggelorakan rasa kebangsaan melalui tampilan berbagai pakaian adat Nusantara dan kesenian daerah.
Dekranasda Provinsi Lampung menurut Riana Sari Arinal berkomitmen untuk membantu dan membina UMKM Provinsi Lampung untuk dapat menghasilkan produk yang berkualitas yang mempunyai nilai budaya daerah menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomi tinggi sesuai dengan potensi, keunggulan dan keunikan masing-masing daerah.
Selain membantu UMKM agar memiliki produk yang berkualitas, Dekranasda Provinsi Lampung juga memberikan ruang promosi kepada UMKM, salah satunya dengan mengikuti pameran kriya nusa.
“tahun 2022 ini Dekranasda Provinsi Lampung akan menjadi Ikon Kriya Nusa yang akan diselenggarakan oleh Dekranas Pusat pada tanggal 21–25 September 2022 di Hall A Jakarta Convention Center (JCC),” ucap Riana Sari Arinal.
“Mari kita support dan beli produk lokal Lampung, dukung UMKM Lampung agar mampu bersaing dengan produk luar daerah dan menjadi produk kebanggaan masyarakat Lampung,” ajak Ketua Dekranasda Lampung.
Kegiatan Malam Nusantara juga dimeriahkan dengan penampilan Gamolan Pakhing dari ibu-ibu Eselon II di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, penampilan Paduan Suara dari Sai Choir dan hiburan dari Artis Ibu Kota Nania Idol dan Andika Kangen Band. (Rls)
Lampung
BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.
“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).
Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.
Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.
“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.
Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.
Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.
“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.
Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.
Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.
“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.
Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.
“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.
Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.
“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.
Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

