Connect with us

Ekonomi dan Bisnis

Gubernur Arinal: Bank Lampung Mesti Tingkatan Pelayanan dan Pencapaian

Published

on

Foto: istimewa for Alteripost.co

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengapresiasi pencapaian kinerja Bank Lampung secara umum dinilai cukup baik dan inovasi Bank Lampung, pada tahun 2022 ini telah meresmikan produk baru yaitu Kartu Debit dan QRIS Bank Lampung. Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Arinal, ketika memberikan sambutan dalam acara Undian Tabungan Simpeda Lokal Tahun 2022 dan Launching QRIS serta Kartu Debit PT. Bank Lampung, Di Novotel. Kamis (22/9/2022) malam.

“Hal ini membuktikan bahwa Bank Lampung tidak tertinggal mengikuti kecepatan perubahan teknologi digital di bidang ekonomi. Pencapaian ini tentunya dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga berbagai program dan target yang telah ditetapkan Bank Lampung dapat berjalan dengan baik”. Ucapnya.

Lanjut Gubernur, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyambut baik dilakukannya pengundian Tabungan Simpeda Lokal Tahun 2022. Kita ketahui Tabungan Simpeda merupakan salah satu produk tabungan yang ada di Bank Lampung dan merupakan produk bersama Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia. Sebagaimana disampaikan, bahwa Bank Lampung kini membuka tiga Kantor baru yaitu Kantor Cabang Pembantu Teuku Umar, Ryacudu, Panjang dan merelokasi Kantor Cabang Jakarta. Terangnya.

“Saya berharap bahwa pembukaan kantor baru tersebut diimbangi dengan pemberian pelayanan terbaik kepada masyarakat. Saya tekankan bahwa kantor itu adanya di hati, jika kantornya bagus tapi pelayanannya tidak baik tidak ada artinya, Dengan adanya produk dan Kantor Cabang baru, Bank Lampung dapat menyajikan perpaduan antara layanan konvensional dan digital yang semakin baik, serta semakin dekat dengan masyarakat. Hadirnya inovasi ini berkat dukungan dari seluruh pemegang saham serta seluruh stakeholders dan kepercayaan masyarakat yang dikolaborasikan dengan semangat dari Bank Lampung”. Tuturnya.

Dirut Bank Lampung Presley Hutabarat dalam kesempatan yang sama menjelaskan, Tabungan Simpeda adalah salah satu produk tabungan yang ada di Bank Lampung dan merupakan produk bersama Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia yang dilengkapi dengan ATM Bersama dan dapat diakses atau bertransaksi baik tunai maupun non-tunai diseluruh ATM yang berlogo ATM Bersama diseluruh Indonesia. Tabungan Simpeda diundi sebanyak 2 kali dalam setahun, pada Tahun 2022 baru saja dilaksanakan Undian simpeda Nasional di Kota Kendari, Sulawesi Tengah dihadiri seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD) seluruh indonesia. Saat ini dilaksanakan penarikan khusus undian Simpeda lokal di Bank Lampung.

Selanjutnya Posisi 31 Agustus 2022, Pertumbuhan bisnis Bank Lampung tumbuh membanggakan yaitu Rekening Simpanan mencapai 356.105 Rekening, terdiri dari 352.328 Rekening Simpeda dan 3.777 Rekening L-Save. Jumlah Kartu Debit beredar mencapai 215.853 Kartu, dengan Volume transaksi sebesar 509.835 dan nilai transaksi sebesar Rp 557.950.317.395 Pengguna “Lampung Online” sebanyak 37.775 nasabah dengan jumlah transaksi mencapai Rp1.481.702.723.582,- Jumlah Merchant QRIS Bank Lampung saat ini mencapai 326 Merchant dengan transaksi online sebesar Rp 1.703.823.204,- atau sebanyak 5.200 Transaksi. Jelasnya.

Kemudian Agen L-smart saat ini mencapai 2.232 agen dengan jumlah transaksi mencapai 105.396 transaksi dengan nilai sebesar Rp 15.440.000.000,- Dalam mendukung Program Kartu Petani Berjaya (KPB), Bank Lampung Per 31 Agustus 2022 telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp. 361.411.700.000,- untuk 5.033 orang Debitur, pada sektor ekonomi pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan. Katanya.

Dirut Bank Lampung Presley Hutabarat juga menyampaikan, Rasio Keuangan Bank Lampung Per 31 Agustus 2022, yakni DPK pada Agustus 2022 Rp 10.574.949.991.447,- tumbuh sebesar 103,33% dibanding Anggaran Agustus 2022 Rp 10.234.350.284.396,- Kredit pada Agustus 2022 Rp 6.005.677.160.710,- mencapai sebesar 91,74% dibanding Anggaran Agustus 2022 Rp 6.546.299.706.065,-. Aset pada bulan Agustus 2022 Rp 12.230.975.689.188,- tumbuh sebesar 101,02% dibanding Anggaran Agustus 2022
Rp 12.107.527.429.174. Imbuhnya.

“Laba Bank pada bulan Agustus 2022 Rp 110.617.030.811,-Miliar mencapai sebesar 96.12% dibanding Anggaran Agustus 2022
Rp 115.082.258.404. Melalui upaya tersebut kami menargetkan di tahun 2022, Laba Bank Lampung akan mencapai Rp.200 miliar”. Tutupnya. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi dan Bisnis

OJK dan Pemprov Lampung Jajaki Penerbitan Obligasi Daerah Untuk Percepat Pembangunan

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menggelar pertemuan strategis di Kantor OJK Provinsi Lampung, Rabu (3/6/2026).

Pertemuan tersebut membahas peluang penerbitan obligasi daerah dan/atau sukuk daerah sebagai alternatif pembiayaan pembangunan yang inovatif, berkelanjutan, serta tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Langkah ini menjadi salah satu upaya untuk memastikan pembiayaan proyek-proyek strategis daerah tidak terkendala keterbatasan anggaran di masa mendatang.

Pertemuan yang dipimpin Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, dan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, Dr. Ir. Mulyadi Irsan, M.T., menjadi langkah awal dalam mengidentifikasi peluang serta persiapan yang diperlukan apabila Pemerintah Provinsi Lampung memanfaatkan instrumen pasar modal sebagai sumber pembiayaan pembangunan.

Instrumen obligasi maupun sukuk daerah dinilai dapat menjadi alternatif untuk mempercepat pembangunan proyek-proyek produktif yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Dalam diskusi tersebut juga dibahas berbagai aspek penting, mulai dari kesiapan regulasi, kapasitas fiskal daerah, tata kelola, pemilihan proyek yang layak dibiayai, hingga kemampuan pembayaran kembali agar kesehatan fiskal daerah dan kepercayaan investor tetap terjaga.

Kebutuhan akan instrumen obligasi atau sukuk daerah dinilai semakin relevan seiring penurunan Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 dan keterbatasan APBD di tengah tingginya kebutuhan pembiayaan infrastruktur guna mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.

Kondisi tersebut membuka peluang bagi Lampung untuk menjadi pionir nasional dalam pemanfaatan instrumen pembiayaan daerah. Selain menawarkan fleksibilitas pembayaran pokok saat jatuh tempo, obligasi dan sukuk daerah juga memungkinkan penentuan imbal hasil serta tenor yang sesuai kebutuhan, dilengkapi fitur buyback tanpa penalti dan fleksibilitas pendanaan bertahap untuk berbagai proyek.

Implementasi skema ini diharapkan dapat mendiversifikasi sumber pembiayaan pemerintah daerah, memperkuat tata kelola keuangan, mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), menciptakan lapangan kerja, serta membuka peluang investasi yang aman bagi masyarakat.

Ke depan, obligasi daerah maupun sukuk daerah berpotensi digunakan untuk mendukung berbagai proyek strategis, seperti pembangunan infrastruktur produktif, pengembangan ekonomi hijau, peningkatan konektivitas, pengelolaan lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Selain membahas instrumen pembiayaan daerah, forum tersebut juga mendiskusikan penyusunan Peta Jalan Pengelolaan Karbon Provinsi Lampung serta pengembangan Program DesaKu Maju Lampung “Agrifuture”. Ketiga agenda tersebut dinilai saling berkaitan dalam mewujudkan pembangunan Lampung yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan.

Program DesaKu Maju menargetkan transformasi 2.446 desa di Provinsi Lampung menuju status maju dan mandiri. Program ini diawali melalui proyek percontohan di 30 desa yang tersebar di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur, dan Lampung Selatan.

Melalui pengembangan subsektor peternakan sapi potong, program ini menerapkan pendekatan terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan bibit unggul, pakan mandiri, dan pupuk hayati, hingga penggemukan ternak, pencatatan digital melalui e-Livestock, hilirisasi produk daging, pengolahan limbah berbasis zero waste, serta integrasi pasar.

Dengan skema kemitraan tertutup (close loop) bersama pihak swasta untuk meminimalkan risiko perbankan, fase awal atau quick wins selama 12 bulan pertama ditargetkan mampu mencetak 300 peternak muda aktif, membentuk 30 klaster komunal, serta mendirikan tiga koperasi peternak.

Menanggapi peluang tersebut, Mulyadi Irsan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk segera membentuk tim khusus guna menindaklanjuti rencana penerbitan obligasi dan sukuk daerah, sekaligus menyusun regulasi pendukung Program DesaKu Maju Agrifuture.

“Pemerintah Provinsi Lampung juga akan melakukan deep dive analysis agar instrumen ini mampu memberikan dampak yang seimbang dan nyata bagi sektor pemerintahan maupun swasta,” ujarnya.

OJK menilai Lampung memiliki potensi ekonomi yang kuat, ditopang sektor pertanian, perkebunan, logistik, pariwisata, dan sumber daya alam yang melimpah.

Dengan perencanaan yang matang dan tata kelola yang baik, berbagai instrumen pembiayaan inovatif diyakini dapat menjadi katalis percepatan pembangunan daerah.
Hasil pertemuan ini akan menjadi masukan penting dalam penyusunan langkah lanjutan, termasuk kajian kelayakan, pemetaan proyek prioritas, penguatan kapasitas kelembagaan, serta penyusunan peta jalan yang komprehensif apabila Pemerintah Provinsi Lampung memutuskan untuk mengembangkan instrumen obligasi atau sukuk daerah.

Pada akhirnya, seluruh upaya tersebut bertujuan menghadirkan sumber pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan guna mendukung transformasi ekonomi daerah menuju pertumbuhan yang lebih inklusif, hijau dan berdaya saing.

“OJK ingin memastikan bahwa setiap instrumen pembiayaan yang dikembangkan bukan sekadar menambah sumber dana pembangunan, tetapi juga menjadi instrumen untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat, memperkuat daya saing daerah, dan membangun Lampung yang lebih maju serta berkelanjutan,” tegas Otto Fitriandy.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading