Lampung
Gubernur Arinal Diprediksi Bakal Buka Porprov IX
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Lampung tahun 2022 yang direncanakan akan dibuka secara resmi oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, pada Senin (5/12/2022), tetapi sejummlah Cabang Olahraga (Cabor) sudah mulai dipertandingan sejak Kamis (1/12/2022).
Diantaranya pertandingan pembuka cabang olahraga Sepakbola yang digelar di stadion Sumpah Pemuda Way Halim Bandar Lampung, dua partai pertandingan yang digelar hari ini dari grup A yakni Lampung Tengah, Way Kanan, Kota Metro dan Lampung Utara.
Pada partai pertama Lampung Tengah dengan gagah perkasa menenggelamkan Way Kanan dengan skor 8-1 (4-1). Gol pemain bernomor punggung 18, Wahyudi penyerang tengah Lamteng pada menit 5 mengawali hatrik yang dibuatnya dengan tambahan gol menit 49 dan 51 ke gawang Way Kanan yang dijaga Eldo Arya Saputra.
Sementara Lampung Utara berhasil mengalahkan Persikomet Kota Metro dengan skot akhir 2-0. Dan dalam pertandingan ini juga diwarnai dengan adanya kartu merah untuk pemain Kota Metro yang menerima kartu kuning ke dua pada menit 40. Sehingga sejak itu Metro bermain dengan 10 orang.
Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Lampung, Eddy Samsu mengatakan, pihaknya bersyukur dipertandingan hari pertama bisa berjalan lancar. Menurutnya, jalannya pertandingan pertama dan kedua sangat seru dan berjalan menarik.
“Saya berharap hingga pertandingan selanjutnya bisa berjalan lancar. Selain itu, dari Porprov ini diharapkan dapat tersaring bibit-bibit pesepakbola yang bisa membawa nama Lampung di ajang Porwil bahkan PON mendatang,” kata dia.
Cabang olahraga Bolavoli indoor dalam kompetisi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-IX tahun 2022 di hari pertama menjadwalkan memainkan lima partai, tiga partai untuk Putri dan dua putra yang dimainkan di GOR Sumpah Pemuda Way Halim Bandar Lampung.
Laga perdana Tim bolavoli indoor putri Kota Bandar Lampung mengawali langkah dengan nilai positif menghadapi tim putri Kabupaten Pringsewu tim putri Kota Bandarlampung menang mutlak 3-0 langsung atas anak-anak Pringsewu. Set pertama berakhir dengan 25-16, set kedua 25-21 dan set ketiga 25-19.
Hasil lain dalam pertandingan ini, dibagian Putri: Metro melawan tim Lampung Barat berakhir 3-0 (25-13, 25-9, 25-18) untuk kemenangan Bandarlampung. Sementara tim putri Lampung Timur juga menggasak putri Waykanan 3-0, (25-6, 25-4, 25-17).Di bagian Putra: Lampung Timur versus putra Lampura berakhir 3-0 untuk Lampung Timur (25-19, 25-22, 25-19).
Sedangkan partai terakhir hari ini menjadi tontonan tim putra Bandarlampung bertemu Tulangbawang (Tuba) yang berlangsung lima set dan berakhir 3-2 (23-25, 25-20, 25-22, 19-25, 15-10) untuk kemenangan Bandarlampung. (Rls)
Lampung
Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha, Begini Pesan Sekdaprov Marindo
Alteripost.co, Bandarlampung-
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Provinsi Lampung yang diselenggarakan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di Hotel Santika Premier Bandar Lampung, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan yang menghadirkan Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Koperasi (UMKK) di Provinsi Lampung, agar dapat memperluas partisipasi dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Materi yang diberikan meliputi proses on boarding pelaku usaha, pemanfaatan kanal digital, peningkatan kapasitas, serta perluasan akses terhadap peluang pasar.
Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati mengatakan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah tidak hanya merupakan proses administratif belanja negara, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan pemberdayaan pelaku usaha.
“Pengadaan barang dan jasa harus dipandang sebagai bagian penting dari kebijakan pembangunan yang berorientasi pada hasil, di mana setiap rupiah belanja pemerintah harus memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Dwi, peluang pasar pengadaan pemerintah sangat besar. Total Rencana Umum Pengadaan (RUP) nasional mencapai Rp722,7 triliun, dengan alokasi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi (UMKK) sebesar Rp376,71 triliun. Peluang tersebut terus berkembang seiring meningkatnya transaksi secara elektronik.
“Peluang pasar pemerintah nyata, besar, dan terus bergerak ke arah transaksi elektronik. Ini merupakan momentum bagi pelaku usaha daerah untuk memperluas partisipasi dan meningkatkan daya saing,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya membangun ekosistem pengadaan yang sehat, kompetitif, profesional, dan berintegritas, serta menghindari praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. LKPP, lanjutnya, siap menjadi fasilitator dan mitra bagi pelaku usaha melalui pendampingan serta ruang komunikasi yang terbuka.
Sementara itu, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah.
“Di Provinsi Lampung, pengadaan barang dan jasa bukan sekadar proses administratif, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah,” ujar Marindo.
Ia menjelaskan bahwa dari total APBD Provinsi Lampung Tahun 2026 sebesar Rp8,1 triliun, sekitar Rp3,4 triliun atau 42 persen dialokasikan untuk belanja pengadaan barang dan jasa. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp2,6 triliun dapat diakses oleh para penyedia melalui belanja barang, pekerjaan konstruksi, maupun berbagai jenis jasa lainnya.

Marindo juga menegaskan komitmen Pemprov Lampung dalam mewujudkan tata kelola pengadaan yang transparan dan akuntabel melalui transformasi digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan konsolidasi harga terhadap barang-barang standar agar proses pengadaan lebih efisien, terukur, dan terhindar dari praktik manipulasi.
“Saya menekankan kepada seluruh pelaku usaha agar senantiasa menjaga integritas dan kepatuhan, meningkatkan profesionalisme dan kompetensi, serta memanfaatkan digitalisasi pengadaan dengan tetap memastikan kualitas dan ketepatan waktu,” tegasnya.
Menurut Marindo, peningkatan kapasitas menjadi kunci agar pelaku usaha, khususnya UMKK, mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Pemerintah Provinsi Lampung berharap pelaku usaha daerah dapat berkembang menjadi penyedia yang profesional, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
“Pemprov Lampung berharap semakin banyak pelaku usaha di Lampung yang mampu naik kelas, lebih profesional, inovatif, dan siap bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha daerah yang mampu memanfaatkan peluang pasar pengadaan pemerintah secara optimal, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Rls)

