Connect with us

Lampung

BMBK Lampung Peringati Hari Bhakti PU, Siap Berbakti Untuk Negeri

Published

on

Foto: istimewa for Alteripost.co

 

Alteripost., Bandarlampung-
Dinas Bina Marga Bina Konstruksi (BMBK) Lampung memperingati hari Bhakti PU se- Indonesia yang dilangsungkan di lapangan Kantor Dinas BMBK Provinsi Lampung, Jumat (2/12/2022).

Dalam kegiatan tersebut, Dinas BMBK mengadakan serangkaian kegiatan yang mana hari ini pembagian hadiah pemenang dari serangkaian acara tersebut.

Dalam acara tersebut turut hadir seluruh jajaran kepegawaian BMBK Provinsi Lampung dan perwakilan PU, Balai yang ada di Lampung.

Kepala Dinas PU BMBK Febrizal Levi Sukmana mengatakan, kegiatan hari ini dalam rangka memperingati Hari Bhakti PU ke-77, yang mana seluruh insyan PU baik Balai Provinsi atau Kabupaten Kota mengadakan kegiatan tersebut.

“Kita adakan di BMBK ini untuk memperet silahturahmi antar sesama PU, yang mana tujuan dasar kita adalah untuk berbakti kepada Masyarakat, Bangsa dan Negara yang Mana BMBK Lampung terus berjuang memperbaiki diri untuk tercapainya infrastruktur yang baik,” katanya.

Levi sapaan akrabnya menuturkan, dalam rangka peringatan hari bhakti PU ke-77, Dinas BMBK yang berkolaborasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya menggelar berbagai macam perlombaan.

“Selain mengadakan lomba, kita juga juga melangsungkan kegiatannya Bhakti Sosial (Baksos) untuk masyarakat sekitar, dengan mendistribusikan ratusan paket sembako untuk pesantren dan panti asuhan yang ada di Lampung,” ungkapnya.

Levi juga mengungkapkan,sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) jalan mantap di Lampung ditargetkan berada diangka 78 persen.

“Alhamdulillah, tahun kemarin jalan mantap kita targetkan 75 persen dan pada awal tahun 2023 terget kita 76 persen, sehingga melebihi target. Sesuai dengan RPJMD diharapkan pada akhir tahun 2024 jalan mantap 78 persen, kita optimis mencapainya dan tentunya bakal diusahakan lebih dari itu,” pungkasnya.

Lanjut Levi, puncak peringatan Hari Bhakti PU ke-77 akan digelar apel besar bersama dengan seluruh PU di Provinsi Lampung serta kabupaten/kota.

“Jadi tahun ini kita benar-benar sinergi antara Dinas, Balai dan Kabupaten/Kota. Besok itu acara puncak nya seluruh PU di Lampung akan melakukan apel besar di lapangan korpri,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha, Begini Pesan Sekdaprov Marindo

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

Alteripost.co, Bandarlampung-
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Provinsi Lampung yang diselenggarakan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di Hotel Santika Premier Bandar Lampung, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang menghadirkan Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Koperasi (UMKK) di Provinsi Lampung, agar dapat memperluas partisipasi dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Materi yang diberikan meliputi proses on boarding pelaku usaha, pemanfaatan kanal digital, peningkatan kapasitas, serta perluasan akses terhadap peluang pasar.

Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati mengatakan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah tidak hanya merupakan proses administratif belanja negara, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan pemberdayaan pelaku usaha.

“Pengadaan barang dan jasa harus dipandang sebagai bagian penting dari kebijakan pembangunan yang berorientasi pada hasil, di mana setiap rupiah belanja pemerintah harus memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Dwi, peluang pasar pengadaan pemerintah sangat besar. Total Rencana Umum Pengadaan (RUP) nasional mencapai Rp722,7 triliun, dengan alokasi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi (UMKK) sebesar Rp376,71 triliun. Peluang tersebut terus berkembang seiring meningkatnya transaksi secara elektronik.
“Peluang pasar pemerintah nyata, besar, dan terus bergerak ke arah transaksi elektronik. Ini merupakan momentum bagi pelaku usaha daerah untuk memperluas partisipasi dan meningkatkan daya saing,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya membangun ekosistem pengadaan yang sehat, kompetitif, profesional, dan berintegritas, serta menghindari praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. LKPP, lanjutnya, siap menjadi fasilitator dan mitra bagi pelaku usaha melalui pendampingan serta ruang komunikasi yang terbuka.

Sementara itu, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah.

“Di Provinsi Lampung, pengadaan barang dan jasa bukan sekadar proses administratif, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah,” ujar Marindo.

Ia menjelaskan bahwa dari total APBD Provinsi Lampung Tahun 2026 sebesar Rp8,1 triliun, sekitar Rp3,4 triliun atau 42 persen dialokasikan untuk belanja pengadaan barang dan jasa. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp2,6 triliun dapat diakses oleh para penyedia melalui belanja barang, pekerjaan konstruksi, maupun berbagai jenis jasa lainnya.

Marindo juga menegaskan komitmen Pemprov Lampung dalam mewujudkan tata kelola pengadaan yang transparan dan akuntabel melalui transformasi digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan konsolidasi harga terhadap barang-barang standar agar proses pengadaan lebih efisien, terukur, dan terhindar dari praktik manipulasi.

“Saya menekankan kepada seluruh pelaku usaha agar senantiasa menjaga integritas dan kepatuhan, meningkatkan profesionalisme dan kompetensi, serta memanfaatkan digitalisasi pengadaan dengan tetap memastikan kualitas dan ketepatan waktu,” tegasnya.

Menurut Marindo, peningkatan kapasitas menjadi kunci agar pelaku usaha, khususnya UMKK, mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Pemerintah Provinsi Lampung berharap pelaku usaha daerah dapat berkembang menjadi penyedia yang profesional, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

“Pemprov Lampung berharap semakin banyak pelaku usaha di Lampung yang mampu naik kelas, lebih profesional, inovatif, dan siap bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha daerah yang mampu memanfaatkan peluang pasar pengadaan pemerintah secara optimal, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading