Connect with us

Lampung

Kaum Hawa Ingin Sukses Dalam Karier dan Keluarga? Ini Tips dari Riana Sari Arinal

Published

on

Foto: Ketua TP.PKK Riana Sari Arinal saat menjadi narasumber dalam acara memperingati Hari Ibu (istimewa)

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Ketua TP. PKK Provinsi Lampung Riana Sari Arinal menjadi Narasumber pada kegiatan Seminar memperingati Hari Ibu dengan tema ‘Perempuan Berkarier, Kenapa Tidak?’. Kegiatan itu pun berlangsung di Balai Keratun Lt.III, Senin (05/12/2022).

Menurut Riana Sari Arinal dalam paparannya, ada berbagai latar belakang wanita dalam berkarir, seperti membantu perekonomian keluarga, yang mana dengan menjadi perempuan karier seorang perempuan akan mendapatkan pendapatan ekstra, di luar pendapatan suaminya yang dapat dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Kemudian, perempuan merasa memiliki skill dan potensi pada dirinya, yang mana dengan perkembangan ilmu dan teknologi saat ini, perempuan dapat meningkatkan potensi dan kemampuannya tanpa keluar rumah.

Lalu, perempuan tidak ingin menjadikan sarjana hanya sebagai titel semata, dan dengan berkarir maka ilmu yang sudah didapatkan dapat terus berkembang, serta bermanfaat bagi banyak orang.

Dalam seminar itu juga, Riana Sari Arinal pun menyampaikan beberapa tips bagi para wanita untuk sukses dalam perannya di karir maupun di keluarga.

Yang pertama, untuk sukses dalam karir dan keluarga, wanita harus mampu menyeimbangkan tanggung jawabnya pada keluarga maupun pekerjaan. perempuan berkarir harus dapat melaksanakan seluruh tanggung jawabnya dengan baik dan seimbang.

Yang kedua, wanita yang melakukan peran ganda di kehidupan karirnya dan di keluarga harus mampu memanajemen secara efektif. Perempuan yang berkarya harus mampu melaksanakan dan mengatur waktu dengan bijaksana. Itulah sebabnya ketika sudah memilih menjadi perempuan karir, harus bisa membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga

Lalu ketiga, wanita harus mampu menjalin komunikasi yang baik dengan keluarga, yang mana seiring waktu masalah pasti akan muncul dan komunikasi akan menjadi kuncinya.

Keempat, fokus pada apa sedang dihadapi. Wanita yang berkarir harus mampu mengatur pikiran dengan baik dan mampu menempatkan dirinya di setiap situasi dan kondisi.

Kemudian kelima, sekali waktu wanita yang berkarir harus memanjakan diri sendiri. Membebaskan diri dari pekerjaan kantor maupun keluarga untuk menjaga pikiran tetap waras sehingga akan lebih semangat dalam menghadapi pekerjaan dan keluarga.

Terakhir keenam, wanita berkarier juga harus menjaga pola hidup sehat, baik itu jasmani maupun rohani. Terakhir, sabar dan selalu bersyukur, serta harus meyakini bahwa Tuhan tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan hambanya.

Selain Ketua TP. PKK Provinsi Lampung Riana Sari Arinal, seminar yang diikuti secara langsung dan daring ini juga menghadirkan dokter sekaligus Publik Figur Lula Kamal sebagai narasumber. (rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha, Begini Pesan Sekdaprov Marindo

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

Alteripost.co, Bandarlampung-
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Provinsi Lampung yang diselenggarakan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di Hotel Santika Premier Bandar Lampung, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang menghadirkan Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Koperasi (UMKK) di Provinsi Lampung, agar dapat memperluas partisipasi dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Materi yang diberikan meliputi proses on boarding pelaku usaha, pemanfaatan kanal digital, peningkatan kapasitas, serta perluasan akses terhadap peluang pasar.

Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati mengatakan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah tidak hanya merupakan proses administratif belanja negara, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan pemberdayaan pelaku usaha.

“Pengadaan barang dan jasa harus dipandang sebagai bagian penting dari kebijakan pembangunan yang berorientasi pada hasil, di mana setiap rupiah belanja pemerintah harus memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Dwi, peluang pasar pengadaan pemerintah sangat besar. Total Rencana Umum Pengadaan (RUP) nasional mencapai Rp722,7 triliun, dengan alokasi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi (UMKK) sebesar Rp376,71 triliun. Peluang tersebut terus berkembang seiring meningkatnya transaksi secara elektronik.
“Peluang pasar pemerintah nyata, besar, dan terus bergerak ke arah transaksi elektronik. Ini merupakan momentum bagi pelaku usaha daerah untuk memperluas partisipasi dan meningkatkan daya saing,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya membangun ekosistem pengadaan yang sehat, kompetitif, profesional, dan berintegritas, serta menghindari praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. LKPP, lanjutnya, siap menjadi fasilitator dan mitra bagi pelaku usaha melalui pendampingan serta ruang komunikasi yang terbuka.

Sementara itu, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah.

“Di Provinsi Lampung, pengadaan barang dan jasa bukan sekadar proses administratif, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah,” ujar Marindo.

Ia menjelaskan bahwa dari total APBD Provinsi Lampung Tahun 2026 sebesar Rp8,1 triliun, sekitar Rp3,4 triliun atau 42 persen dialokasikan untuk belanja pengadaan barang dan jasa. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp2,6 triliun dapat diakses oleh para penyedia melalui belanja barang, pekerjaan konstruksi, maupun berbagai jenis jasa lainnya.

Marindo juga menegaskan komitmen Pemprov Lampung dalam mewujudkan tata kelola pengadaan yang transparan dan akuntabel melalui transformasi digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan konsolidasi harga terhadap barang-barang standar agar proses pengadaan lebih efisien, terukur, dan terhindar dari praktik manipulasi.

“Saya menekankan kepada seluruh pelaku usaha agar senantiasa menjaga integritas dan kepatuhan, meningkatkan profesionalisme dan kompetensi, serta memanfaatkan digitalisasi pengadaan dengan tetap memastikan kualitas dan ketepatan waktu,” tegasnya.

Menurut Marindo, peningkatan kapasitas menjadi kunci agar pelaku usaha, khususnya UMKK, mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Pemerintah Provinsi Lampung berharap pelaku usaha daerah dapat berkembang menjadi penyedia yang profesional, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

“Pemprov Lampung berharap semakin banyak pelaku usaha di Lampung yang mampu naik kelas, lebih profesional, inovatif, dan siap bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha daerah yang mampu memanfaatkan peluang pasar pengadaan pemerintah secara optimal, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading