Bandar Lampung
Walikota Herman HN : Pers Agar Objektif Dalam Pembuatan Beritanya
BANDAR LAMPUNG – Dalam rangka Peringatan Hari Pers Nasional (HPN), Walikota Bandar Lampung Herman HN mengatakan, meminta kepada semua Pers agar lebih objektif dalam membuat berita dan harus sesuai dengan fakta yang ada dilapangan.
“Saya minta kepada pers agar objektif dalam pembuatan beritanya, yang ada di lapangan tanya sama yang bersangkutan jangan mengarang ngarang dalam pembuatan berita”. Ucap Wali Kota Herman HN saat di wawancarai usai penyampaian SPPT dan DHKP PBB-P2 di pelataran Gedung Parkir Pemerintahan Kota (Pemkot) Bandar Lampung. Selasa (9/2/2021).
Lanjut Herman HN, “karna saat ini marak Pers dari media cetak, onlaine yang masih mengarang dan tidak objektif sesuai fakta di lapangan. Ditambah lagi banyak pers yang mengikuti pemberitaan tanpa bertanya tentang berita itu”. Terangnya.
“Saya berharap Pers bisa buat berita itu dengan sesuai yang ada dilapangan dan buat untuk membuat rakyat tambah cerdas, bukan malah mengkompori masyarakat, sekarang sih tidak papa, mati nanti masuk neraka, karena kita ini semua pasti mati”. Jelasnya.
Kemudian Wali Kota Herman HN juga mengingatkan kepada pers yang membuat berita, agar jangan dilandaskan kebencian dengan salah satu pihak. Jangan buat berita karena benci sana benci sini, lebih baik kalau benci datangi saja orangnya dan dibicarakan, nah itu baru jelas. Pungkasnya. (*).
Bandar Lampung
MTQ ke-55 Bandar Lampung, Eva Dwiana Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Alquran
Alteripost Bandar Lampung – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung Tahun 2026 resmi dimulai. Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengingatkan agar kemeriahan kompetisi membaca, menghafal, memahami, dan menghayati Alquran tidak berhenti sebatas panggung perlombaan.
Pesan tersebut disampaikan Eva Dwiana saat membuka MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung di Stadion Mini Way Dadi, Sabtu malam (26/9/2026).
Menurut Eva, tantangan utama setelah pelaksanaan MTQ adalah bagaimana nilai-nilai Alquran benar-benar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Ia menegaskan, MTQ bukan sekadar arena untuk menentukan peserta terbaik dalam setiap cabang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membumikan Alquran sekaligus membentuk masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
“MTQ bukan sekadar ajang untuk menunjukkan kemampuan dalam membaca, menghafal, memahami dan menghayati Alquran. Lebih dari itu, MTQ merupakan ikhtiar kita untuk membumikan Alquran dalam kehidupan,” ujar Eva.
Karena itu, Eva menilai tema MTQ ke-55, yakni “Dengan Semangat MTQ Kita Wujudkan Masyarakat yang Berilmu, Berakhlak dan Cinta Alquran dalam Kehidupan Sehari-hari”, sejalan dengan tujuan yang ingin dibangun Pemerintah Kota Bandar Lampung.
Sementara itu, Camat Sukabumi sekaligus tuan rumah pelaksanaan MTQ, Sahrial, S.Sos., M.M., mengatakan MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung Tahun 2026 diikuti sebanyak 402 kafilah dan 40 official dari 20 kecamatan.
Menurut Sahrial, sebanyak 77 dewan hakim turut dilibatkan dalam pelaksanaan MTQ. Para dewan hakim tersebut berasal dari Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, UIN Raden Intan Lampung, serta pimpinan pondok pesantren.
“Pelaksanaan MTQ berlangsung mulai 26 hingga 29 September 2026,” katanya.
Ia menambahkan, panitia telah menyiapkan sembilan mimbar yang akan digunakan untuk berbagai cabang perlombaan selama pelaksanaan MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung.
Melalui pelaksanaan MTQ tersebut, diharapkan semangat mencintai dan mengamalkan Alquran tidak hanya terlihat selama perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Bandar Lampung. (Agus)

