Bandar Lampung
Walikota Bandar Lampung Rapat Bersama Para Pelaku UMKM
BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung akan memberikan bantuan modal berupa pinjaman tanpa bunga dan tanpa agunan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) guna memulihkan perekonomian kota yang terdampak pandemi Covid-19. Hal itu disampaikan oleh Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana. Usai rapat bersama para pelaku UMKM. Di Ruang rapat Wali Kota Bandar Lampung. Kamis (18/03/2021).
Wali Kota Eva Dwiana mengatakan, bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan penjajakan kerjasama dengan Bank BNI. Nanti tim Pemkot akan mendiskusikan bank mana saja yang akan bersama kita atau kedua-duanya juga tidak jadi masalah.
“Mengenai teknis Bantuan modal bagi pelaku UMKM akan dikhususkan bagi warga Kota Bandar Lampung yang dibuktikan dengan memiliki e-KTP kota Bandar Lampung. Kalau untuk saat ini, Pemkot melalui organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing melakukan pendataan jumlah pelaku UMKM. Lalu, para pelaku UMKM ini akan dikumpulkan dalam satu wadah, organisasi UMKM, untuk memudahkan verifikasi dan pendataan terkait jumlah dana yang dibutuhkan”. Terangnya.
Lebih lanjut Eva Dwiana menjelaskan,
“bahwa pinjaman yang akan diberikan bergantung kepada kebutuhan UMKM itu sendiri. Untuk limit pinjamannya, saat ini sudah kita bahas tapi akan kita godok kembali”. Pungkasnya. (*).
Bandar Lampung
MTQ ke-55 Bandar Lampung, Eva Dwiana Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Alquran
Alteripost Bandar Lampung – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung Tahun 2026 resmi dimulai. Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengingatkan agar kemeriahan kompetisi membaca, menghafal, memahami, dan menghayati Alquran tidak berhenti sebatas panggung perlombaan.
Pesan tersebut disampaikan Eva Dwiana saat membuka MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung di Stadion Mini Way Dadi, Sabtu malam (26/9/2026).
Menurut Eva, tantangan utama setelah pelaksanaan MTQ adalah bagaimana nilai-nilai Alquran benar-benar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Ia menegaskan, MTQ bukan sekadar arena untuk menentukan peserta terbaik dalam setiap cabang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membumikan Alquran sekaligus membentuk masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
“MTQ bukan sekadar ajang untuk menunjukkan kemampuan dalam membaca, menghafal, memahami dan menghayati Alquran. Lebih dari itu, MTQ merupakan ikhtiar kita untuk membumikan Alquran dalam kehidupan,” ujar Eva.
Karena itu, Eva menilai tema MTQ ke-55, yakni “Dengan Semangat MTQ Kita Wujudkan Masyarakat yang Berilmu, Berakhlak dan Cinta Alquran dalam Kehidupan Sehari-hari”, sejalan dengan tujuan yang ingin dibangun Pemerintah Kota Bandar Lampung.
Sementara itu, Camat Sukabumi sekaligus tuan rumah pelaksanaan MTQ, Sahrial, S.Sos., M.M., mengatakan MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung Tahun 2026 diikuti sebanyak 402 kafilah dan 40 official dari 20 kecamatan.
Menurut Sahrial, sebanyak 77 dewan hakim turut dilibatkan dalam pelaksanaan MTQ. Para dewan hakim tersebut berasal dari Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, UIN Raden Intan Lampung, serta pimpinan pondok pesantren.
“Pelaksanaan MTQ berlangsung mulai 26 hingga 29 September 2026,” katanya.
Ia menambahkan, panitia telah menyiapkan sembilan mimbar yang akan digunakan untuk berbagai cabang perlombaan selama pelaksanaan MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung.
Melalui pelaksanaan MTQ tersebut, diharapkan semangat mencintai dan mengamalkan Alquran tidak hanya terlihat selama perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Bandar Lampung. (Agus)

