Lampung Selatan
Bupati Nanang Hadiri Pengambilan Sumpah 56 PNS di Kabupaten Lampung Selatan
Alteripost.co, Lampung Selatan-
Sebanyak 56 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Lampung Selatan mengikuti pengambilan sumpah atau janjinya sebagai PNS.
Kegiatan yang dipimpin oleh Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto digelar di Aula Sebuku, rumah dinas bupati setempat. Rabu (7/4/2021).
Hadir dalam acara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Thamrin, S.Sos, MM, dan Kepala Badan Kepagawaian dan Diklat (BKD), Puji Sukanto, SE, MM.
Hadir juga, Kepala PT Taspen (Persero) Cabang Bandar Lampung, Erdi Yanto dan Kepala PT Bank Mandiri Taspen Bandar Bandar Lampung, Andi beserta jajaran.
Kepala BKD Lampung Selatan, Puji Sukanto menjelaskan, peserta kegiatan pengambilan sumpah janji tersebut adalah CPNS yang diangkat menjadi PNS sebanyak 56 orang.
Rinciannya, CPNS Formasi Tahun 2018 yang diangkat berdasarkan Keputusan Bupati Lampung Selatan Nomor : 821.13/215/V.05/2020 tanggal 10 Maret sebanyak 28 orang.
“Lalu CPNS Formasi Khusus Bidan PTT yang diangkat menjadi PNS berdasarkan Keputusan Bupati Lampung Selatan Nomor : 821.12/88/V.05/2021 tanggal 26 Januari sebanyak 28 orang,” terang Puji Sukanto saat menyampaikan laporan kegiatan tersebut.
Sementara, Bupati menyampaikan kegiatan pengambilan sumpah janji PNS merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap abdi negara yang baru diangkat.
“Hal ini sebagai tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil pada Pasal 39 ayat 1,” kata Nanang.
Nanang mengatakan, sumpah janji yang telah diucapkan menjadi komitmen bagi para PNS yang mempunyai tanggung jawab moral terhadap konsekuensi dari pengangkatan sebagai PNS di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.
“Pada hakekatnya, sumpah janji yang baru diucapkan merupakan kesanggupan saudara (PNS) terhadap negara dan juga kesanggupan terhadap Allah SWT-Tuhan Yang Maha Esa untuk menjalankan tugas dan fungsinya sebagai Aparatur Pemerintah,” imbuhnya.
Nanang juga mengingatkan kepada PNS yang baru saja diambil sumpah janjinya untuk dapat meningkatkan kinerja, profesionalitas, loyalitas, dedikasi, tanggung jawab, berintegritas dan disiplin yang tinggi demi kemjuan Kabupaten Lampung Selatan.
“Jangan setelah menerima SK PNS kerja semaunya, hanya menggugurkan kewajiban. Tetapi bagaimana pengabdian kita bisa bekerja dengan tulus, ikhlas, dan tanpa pamrih untuk melayani masyarakat Kabupaten Lampung Selatan,” pesan Nanang.
Selain itu, Nanang juga berharap, PNS yang baru diambil sumpah janjinya dapat mensyukuri berkah yang diterima. Sebab kata dia, banyak sekali masyarakat yang bercita-cita sebagai PNS, namun tidak semua orang memperoleh kesempatan tersebut.
“Harus punya revolusi mental, dan berintegritas. Buktikan kalau saudara adalah PNS yang berkualitas, dengan menunjukkan sikap profesional dan bekerja keras, karena saudara juga adalah sebagai calon pemimpin yang kelak akan diamanahkan jabatan,” tandasnya.
Sementara itu, selain pengambilan sumpah janji CPNS, dalam kegiatan itu juga dirangkai dengan kegiatan Sosialisasi Layanan Pensiun PNS Terpadu Tahap I bagi 237 PNS di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. (*)
Lampung Selatan
Serunya Market Day di TK IT Al Mumtaza, Anak Jadi Pedagang Cilik Sehari
Alteripost Kalianda – Halaman TK IT Al Mumtaza yang biasanya dipenuhi tawa riang anak-anak saat belajar dan bermain, Sabtu (18/4/2026) pagi itu berubah menjadi pasar mini yang hidup.
Suara tawar-menawar, panggilan menawarkan dagangan, hingga gelak tawa orang tua dan guru berpadu menciptakan suasana yang hangat sekaligus edukatif.
Bukan pasar biasa, melainkan kegiatan market day yang melibatkan seluruh siswa, guru, hingga wali murid. Di momen ini, anak-anak tampil percaya diri sebagai “pedagang cilik” dan pembeli, mempraktikkan langsung apa yang sebelumnya hanya mereka pelajari di dalam kelas.
Kepala TK IT Al Mumtaza, Andriani, S.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan puncak dari proses pembelajaran tematik bertajuk “Pedagang Kecil”.
Selama beberapa waktu sebelumnya, anak-anak telah bermain peran menjadi penjual dan pembeli menggunakan uang mainan. Kini, mereka menghadapi pengalaman nyata.
“Kalau sebelumnya anak-anak hanya menggunakan uang bohong-bohongan, hari ini mereka benar-benar praktik langsung. Jadi bukan sekadar imajinasi, tapi pengalaman nyata yang akan mereka ingat,” ujar Andriani.
Sejak pagi, berbagai lapak sederhana mulai dipadati pengunjung. Aneka makanan ringan dan minuman hasil olahan ayam, ikan, buah, hingga produk nonberas tersaji menarik. Tak hanya itu, kreativitas juga terlihat dari berbagai alat peraga edukatif (APE) yang dipamerkan, hasil kolaborasi antara orang tua dan anak.
Antusiasme terlihat jelas. Orang tua tak sekadar mendampingi, tetapi juga turut berinteraksi, membeli, bahkan memberi semangat kepada anak-anak yang sedang belajar menjual produknya.
Menurut Andriani, market day bukan hanya soal jual beli. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi media pembelajaran komprehensif, melatih keberanian, komunikasi, hingga kemandirian anak sejak usia dini.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya mengenalkan konsep wirausaha, tetapi juga mempererat hubungan antara sekolah dan orang tua. Ini menjadi ruang kebersamaan sekaligus pembelajaran,” tambahnya.
Selain aktivitas jual beli, kegiatan ini juga diramaikan dengan lomba pembuatan alat peraga edukatif oleh wali murid. Menariknya, seluruh APE dibuat dari bahan-bahan bekas yang ada di sekitar, seperti kardus, botol plastik, hingga kain perca.
Upaya ini bukan tanpa tujuan. Sekolah ingin menunjukkan bahwa proses belajar tidak harus selalu bergantung pada buku, tetapi bisa melalui permainan yang kreatif dan edukatif.
“APE yang dibuat ini nantinya akan menjadi inventaris sekolah dan digunakan dalam kegiatan belajar. Ini bentuk kontribusi nyata dari orang tua untuk pendidikan anak-anak,” jelas Andriani.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Bunda PAUD Kecamatan Kalianda, Evi Utami, yang hadir sekaligus membuka acara. Ia menilai seluruh karya yang ditampilkan tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki nilai edukatif tinggi.
“Semua APE yang dibuat sangat bagus, kreatif, dan memiliki manfaat masing-masing. Ini sangat membantu dalam menstimulasi perkembangan motorik, kognitif, dan sosial anak,” kata Evi.
Ia juga menekankan pentingnya kegiatan seperti market day dalam membangun fondasi keterampilan dasar anak. Melalui aktivitas ini, anak-anak belajar berhitung, mengenal nilai uang, hingga berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.
“Anak-anak belajar banyak hal di sini, mulai dari keberanian berbicara, berinteraksi, hingga memahami konsep sederhana ekonomi. Ini pengalaman yang sangat berharga,” ujarnya.
Kegiatan itu turut dihadiri Korwil 8 Kecamatan Kalianda dan Rajabasa Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan, Susmiati, Pengawas TK Wilayah Kecamatan Kalianda, Hardita, dan Bunda PAUD Kelurahan Way Urang, Anna Syofiana. (*)

