Lampung
Jika Tidak Mampu Lagi Memimpin Lampung, Affan Sarankan Arinal Mundur
Alteripost.co, Bandarlampung-
Sikap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Gubernur Arinal tentang regulasi mengenai anjuran shalat ID di rumah, dianggap sangat bertolak belakang dengan diperbolehkannya tempat wisata dibuka. Tentu kebijakan itu dinilai kontradiktif dan mendapatkan kritikan keras dari Ketua DPD Ormas MKGR Lampung, Nizwar Affandi, Senin (3/5/2021).
“Kalau benar tempat wisata diperbolehkan buka, maka kebijakan ini adalah kebijakan sontoloyo. Mesti ditinjau ulang, sehingga tidak bertolak belakang dengan kebijakan yang lain, seperti anjuran shalat ID di rumah,” kata Ketua DPD Ormas MKGR Lampung, Nizwar Affandi.
Ia menilai, Pemimpin Lampung ini sepertinya memang sudah auto pilot, semua dibuat kesepakatan dengan para pelaku usaha. Mulai dari harga singkong, sampai dengan urusan tempat pariwisata boleh buka di hari lebaran.
“Bukannya membuat regulasi yang kemudian dijaga konsistensinya, agar dipatuhi oleh para pihak terkait, Pemprov Lampung malah lebih memilih berunding dengan para pihak pengusaha,” ujar dia.
Bagaimana mungkin, sambungnya, sholat ID berjama’ah tidak diizinkan dilakukan di masjid dan lapangan terbuka, tetapi tempat pariwisata malah diizinkan beroperasi, dengan pengecualian membuat surat pernyataan akan mematuhi Protokol Kesehatan.
“Saya sarankan Gubernur Arinal, jika memang sudah merasa tidak mampu lagi memimpin dengan membuat dan menegakkan regulasi secara tegas dan tepat, sebaiknya jangan dipaksakan untuk terus memimpin Lampung,” saran politisi muda ini. (Rls/Gus)
Ekonomi dan Bisnis
Bank Lampung dan Pemprov Lampung Bersinergi Majukan Pertanian Mesuji
Alteripost Mesuji – Bank Lampung terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui perluasan akses permodalan bagi pelaku usaha dan sektor pertanian. Dalam rangka mendukung program prioritas Pemerintah Provinsi Lampung, Desaku Maju, Bank Lampung menyalurkan kredit alat dan mesin pertanian (Alsintan) dengan total nilai lebih dari Rp1 miliar di Kabupaten Mesuji.
Pada Rabu (24/6/2026), Bank Lampung Sub Branch Unit Simpang Pematang menyalurkan kredit Alsintan sebesar Rp512 juta, sementara Bank Lampung Sub Branch Unit Rawajitu Selatan menyalurkan kredit Alsintan sebesar Rp562 juta.
Penyerahan kredit dilakukan secara simbolis dalam rangkaian kunjungan kerja program Desaku Maju yang dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Bupati Mesuji Hj. Elfianah Khamami, Direktur Utama Bank Lampung Indra Merviana, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bersama Bupati Mesuji Hj. Elfianah Khamami juga melakukan pelepasan sebanyak 33.000 bibit ikan di kawasan Jembatan Pasar KTM, Kecamatan Mesuji Timur.
Program restocking perikanan tersebut merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Mesuji. Pemprov Lampung menyalurkan 20.000 bibit ikan yang terdiri dari 5.000 ekor benih nila, 13.000 ekor benih ikan mas, 1.000 ekor benih baung, dan 1.000 ekor benih bawal. Sementara itu, Pemkab Mesuji turut melepas 13.000 bibit ikan yang terdiri dari 10.000 ekor benih lele dan 3.000 ekor benih nila.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menjelaskan bahwa program restocking tersebut bertujuan mengembalikan fungsi dan peran perairan umum sebagai penyangga ketahanan pangan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan.
Selain itu, pada sektor hilir pertanian, Pemerintah Provinsi Lampung meluncurkan teknologi bed dryer di 500 desa sebagai solusi untuk mengatasi persoalan pengeringan gabah yang selama ini menyebabkan turunnya kualitas dan harga jual hasil panen. Upaya penguatan sektor agribisnis juga didukung melalui kerja sama permodalan dengan Bank Lampung melalui skema Kredit Usaha Alsintan.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur dan Bupati Mesuji turut meninjau proses pembuatan pupuk hayati cair serta menyaksikan simulasi penyemprotan lahan persawahan menggunakan teknologi pesawat tanpa awak (drone) di Desa Pangkal Mas, Kecamatan Mesuji Timur.
Direktur Utama Bank Lampung, Indra Merviana, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memberdayakan sektor usaha produktif dan UMKM di Provinsi Lampung melalui berbagai program pembiayaan dan pendampingan.
“Penyaluran kredit hari ini merupakan salah satu wujud komitmen Bank Lampung dalam mendorong perekonomian masyarakat, khususnya para pelaku usaha, sehingga ke depan mereka dapat memperluas dan mengembangkan usahanya,” ujar Indra Merviana.
Melalui dukungan permodalan yang berkelanjutan, Bank Lampung berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat sektor pertanian, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta mendukung keberhasilan program pembangunan daerah di Provinsi Lampung.(*)

