DPRD
Rapat Pansus LKPJ Tertutup, Berpotensi Masuk Angin?
Alteripost.co, Bandarlampung-
Rapat Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemprov Lampung Tahun Anggaran (TA) 2020 di Ruang Rapat Komisi digelar tertutup, Kamis pagi (20/5/2021). Tertutupnya rapat tersebut mengundang kecurigaan publik, apakah nanti berpotensi masuk angin atau tidak?.
Seperti dilansir dari Kantor Berita RMOLLampung, Pemprov Lampung sampai memasang aparat keamanan (polisi, tentara, dan Satpol PP) untuk memastikan tak ada yang melihat dan mendengar perbincangan antara wakil rakyat dan pemerintah.
“Rapat pembahasan hari ini tidak bisa diliput wartawan. Ini perintah Sekdaprov Lampung Fahrizal Darminto,” kata salah satu anggota Satpol PP Provinsi Lampung, Al Hajri.
Ditegaskannya lagi, sejak awal mulai hingga akhir rapat LKPJ Tahun Anggaran 2020 tidak boleh diliput oleh awak media. “Sampai akhir rapat, hari ini gak bisa diliput oleh insan pers,” tandasnya. (Gus)
DPRD
Mukhlis Basri Sarankan Pemangku Kebijakan Kembali Duduk Bersama Tangani Banjir di Bandarlampung
Alteripost.co, Bandarlampung-
Hujan deras dengan intensitas tinggi disertai petir yang mengguyur Kota Bandarlampung beberapa waktu lalu, mengakibatkan banjir luapan di sejumlah titik permukiman warga.
Fenomena tersebut selalu berulang dan tentunya jika belum ditangani secara serius maka akan mengakibatkan kerugian bagi masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Lampung Mukhlis Basri menyarankan para pemangku kebijakan untuk kembali duduk bersama untuk mencari solusi dan dapat segera mengeksekusi hasil dalam mengatasi persoalan banjir yang terus berulang.
“Tentunya harus meninggalkan ego masing-masing, Kepala Daerah baik di tingkat Provinsi dan Kota harus kembali duduk bersama untuk mengatasi persoalan banjir ini,” kata Udo Mukhlis sapaan akrabnya, Kamis (16/04/2026).
Mukhlis mengatakan, solusi yang paling ideal saat ini adalah memperbanyak titik-titik serapan air. Seperti membangun embung besar sebagai upaya menampung debit air hujan yang turun dengan intensitas tinggi.
“Tentunya ini bisa jadi pertimbangan bagi pemangku kebijakan untuk segera merencanakan pembangunan daerah serapan air. Walaupun memang harus ada pertimbangan seperti di anggaran dan lokasi yang akan dibangun. Nah di sini pentingnya para kepala daerah duduk bersama untuk mencari titik terangnya,” ujar Mukhlis.
Mukhlis juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati saat hujan turun. Ia juga menyarankan kepada masyarakat supaya jangan membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing.
“Tetap waspada dan berhati-hati saat hujan deras turun, serta jangan membuang sampah sembarangan dan selalu menjaga kebersihan lingkungan,” ucapnya. (Gus)

